Perseteruan antara Elon Musk dan CEO Delta Air Lines (DAL), Ed Bastian, soal layanan WiFi dalam pesawat berubah menjadi drama publik yang ikut menyoroti persaingan SpaceX dan Amazon untuk menguasai pasar konektivitas maskapai. Pernyataan yang dikaitkan dengan Bastian mengenai Starlink dan Musk beredar di media sosial sebelum mendapat respons langsung dari CEO SpaceX (SPCX) tersebut.
Di balik pertukaran komentar itu terdapat keputusan bisnis bernilai strategis. Delta memilih Amazon Leo sebagai penyedia konektivitas satelit generasi berikutnya dan akan mulai memasangnya pada 500 pesawat pada 2028. Sementara itu, Starlink terus memperluas daftar maskapai yang menggunakan teknologinya.
Bermula dari Pernyataan Bastian soal “Reputasi” Musk
Drama ini bermula dari unggahan pengamat industri penerbangan dengan akun X @xJonNYC, yang mengutip pernyataan Bastian dalam sebuah acara internal perusahaan terkait keputusan Delta tidak menggunakan layanan satelit Starlink milik SpaceX.
Bastian dilaporkan mengatakan bahwa Delta tidak ingin bekerja sama dengan Musk. Pada kesempatan lain, ia disebut mengatakan Delta sempat menguji Starlink tetapi tetap memilih tidak bermitra dengan perusahaan tersebut karena reputasi Musk.
Namun, komentar tersebut perlu dibaca dengan hati-hati. @xJonNYC menyatakan kutipan itu diterimanya dari pihak lain dan tidak mengetahui apakah pernyataannya akurat. Hingga laporan tersebut diterbitkan, Delta juga belum memberikan konfirmasi mengenai komentar yang dikaitkan dengan Bastian.
Sumber lain yang dikutip pengamat tersebut kemudian menyebut pertimbangan Delta kemungkinan lebih banyak berkaitan dengan faktor finansial. Secara resmi, Delta justru menjelaskan pemilihan Amazon Leo berdasarkan teknologi, biaya, serta hubungan bisnis yang sudah terjalin dengan Amazon.
Musk Balas dan Kritik Strategi WiFi Delta
Musk tidak tinggal diam. Menanggapi unggahan mengenai komentar Bastian, Musk menulis di X bahwa CEO Delta tersebut akan kehilangan pekerjaannya karena persoalan itu. Ia kemudian kembali menyindir kualitas konektivitas Delta dengan mengaitkannya dengan kemampuan AI mengakses internet.
Sebelumnya, Musk juga telah mengkritik keputusan Delta tidak memilih Starlink dan memperkirakan maskapai tersebut berpotensi kehilangan pelanggan ketika kompetitor menawarkan konektivitas satelit berkecepatan tinggi.
Perseteruan ini sebenarnya sudah berlangsung beberapa bulan. Pada Mei, Musk mengatakan Delta pernah berdiskusi dengan Starlink, tetapi terdapat perbedaan mengenai bagaimana layanan tersebut akan diberikan kepada penumpang. Delta ingin mengintegrasikan konektivitas dengan portal miliknya, sedangkan Musk menginginkan pengalaman Starlink yang lebih langsung tanpa proses tambahan.
Sejauh ini, belum ada bukti bahwa perseteruan tersebut memberikan dampak material terhadap bisnis Delta. Barron’s mencatat saham Delta masih naik sekitar 29% pada 2026 di tengah kondisi industri penerbangan yang volatil, sementara perselisihan dengan Musk belum menunjukkan dampak signifikan terhadap harga saham perusahaan.
Delta Pilih Amazon Leo, Starlink Gaet Maskapai Lain
Di balik perang kata-kata ini, ada persaingan bisnis nyata memperebutkan kontrak maskapai penerbangan di tengah meningkatnya permintaan terhadap layanan internet pesawat yang cepat dan andal.
Delta telah memilih Amazon Leo untuk ratusan pesawatnya, dengan pemasangan tahap pertama pada 500 pesawat mulai 2028. Layanan tersebut dirancang menyediakan WiFi berkecepatan tinggi dan latensi rendah dari gate-to-gate serta tetap gratis bagi anggota Delta SkyMiles.
Amazon menyebut setiap pesawat Delta akan menggunakan satu antena phased-array yang mendukung kecepatan download hingga 1 Gbps dan upload hingga 400 Mbps. Kesepakatan tersebut juga memperluas hubungan Delta dengan Amazon Web Services (AWS), yang sebelumnya sudah digunakan untuk mendukung sistem reservasi, operasional, dan aplikasi pelanggan Delta.
Artinya, pilihan Delta terhadap Amazon tidak hanya berkaitan dengan koneksi internet. Amazon Leo dapat menjadi bagian dari ekosistem teknologi yang lebih luas, mencakup AWS, AI, konektivitas, hingga pengalaman digital penumpang.
Di sisi lain, Starlink terus memperbesar kehadirannya di industri penerbangan. American Airlines pada Mei mengumumkan rencana memasang Starlink pada lebih dari 500 pesawat narrowbody Airbus mulai kuartal pertama 2027. United Airlines, Southwest, Qatar Airways, Lufthansa Group, British Airways, dan Alaska Airlines juga termasuk di antara maskapai yang telah memilih atau menggunakan Starlink pada sebagian armadanya.
Persaingan tersebut membuat konektivitas dalam pesawat menjadi arena baru antara SpaceX dan Amazon. Keduanya sama-sama mengandalkan konstelasi satelit low-Earth orbit (LEO) untuk menawarkan koneksi dengan latensi lebih rendah dibandingkan sistem satelit geostasioner tradisional.
Persaingan Kini Bergeser ke Eksekusi
Bagi Delta, keputusan memilih Amazon Leo membawa keuntungan sekaligus risiko eksekusi. Layanan baru tersebut baru dijadwalkan mulai dipasang pada armada Delta pada 2028, sementara sejumlah rival sudah mulai atau akan lebih dahulu mengintegrasikan Starlink. American Airlines, misalnya, menargetkan pemasangan pada lebih dari 500 pesawat mulai awal 2027.
Delta sendiri bukan berarti menunggu tanpa layanan internet. Maskapai tersebut sudah menawarkan WiFi gratis kepada anggota SkyMiles di sebagian besar armadanya dan melihat Amazon Leo sebagai peningkatan terhadap infrastruktur konektivitas yang telah tersedia.
Karena itu, faktor yang lebih relevan bagi bisnis Delta bukan sekadar perseteruan Bastian dengan Musk, melainkan apakah Amazon Leo nantinya mampu memberikan kecepatan, reliabilitas, dan biaya yang kompetitif ketika mulai digunakan secara luas. Di sisi SpaceX, semakin banyak kontrak maskapai dapat memperluas sumber pendapatan Starlink di luar pelanggan internet rumahan.
Perseteruan publik antara Musk dan Bastian membuat kompetisi tersebut semakin terlihat, tetapi dampak bisnis akhirnya akan lebih banyak ditentukan oleh kualitas layanan, kecepatan implementasi, biaya, dan pengalaman penumpang dibandingkan pertukaran komentar di media sosial.
Starlink vs Amazon Leo, Pantau Sahamnya
Persaingan konektivitas penerbangan makin ramai saat Delta memilih Amazon Leo dan Starlink memperluas jaringan maskapainya. Pantau DAL, SPCX, AMZN, dan saham AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: Starlink wars: Elon Musk, Delta's Ed Bastian feud over in-flight Wi-Fi
- Daily Mail: Inside Elon Musk's bitter Delta feud as CEO reportedly trashes his 'reputation' and billionaire predicts passengers will abandon airline
- Amazon News: Amazon Leo to power in-flight Wi-Fi for Delta Air Lines starting in 2028
- Benzinga: Elon Musk Doubles Down on Delta, Says CEO Ed Bastian Will ‘Lose His Job’ Over Starlink Snub
- Fortune: Musk Mocks Delta’s Wi-Fi, Says CEO Will ‘Lose His Job’ Amid Feud Over Starlink






