Cloud storage membantu pengguna menyimpan file secara online sehingga dapat diakses melalui berbagai perangkat. Layanan ini dapat digunakan untuk mencadangkan foto, menyimpan dokumen, membagikan file, mengerjakan proyek bersama, hingga menampung data aplikasi dan kecerdasan buatan dalam skala besar.
Namun, tidak semua layanan cloud storage dirancang untuk kebutuhan yang sama. Google Drive dan OneDrive, misalnya, lebih mudah digunakan untuk pekerjaan sehari-hari. Sementara itu, Amazon S3, Oracle Cloud Infrastructure Object Storage, dan IBM Cloud Object Storage lebih sesuai untuk developer serta perusahaan yang mengelola data dalam jumlah besar.
Daftar berikut memilih cloud storage terbaik berdasarkan kemudahan penggunaan, kolaborasi, integrasi ekosistem, keamanan, skalabilitas, dan kecocokan terhadap kebutuhan pengguna. Menariknya, perusahaan di balik layanan-layanan tersebut juga merupakan perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di bursa Amerika Serikat.
Daftar Cloud Storage Terbaik dan Kode Saham Perusahaannya
| Cloud Storage | Perusahaan | Ticker | Bursa | Paling Cocok untuk |
|---|---|---|---|---|
| Google Drive | Alphabet Inc. | GOOGL | NASDAQ | Kolaborasi dokumen dan pengguna Google Workspace |
| Microsoft OneDrive | Microsoft Corporation | MSFT | NASDAQ | Pengguna Windows dan Microsoft 365 |
| Apple iCloud Drive | Apple Inc. | AAPL | NASDAQ | Pengguna iPhone, iPad, dan Mac |
| Dropbox | Dropbox, Inc. | DBX | NASDAQ | Sinkronisasi dan berbagi file lintas perangkat |
| Box | Box, Inc. | BOX | NYSE | Pengelolaan dokumen dan kolaborasi perusahaan |
| Amazon S3 | Amazon.com, Inc. | AMZN | NASDAQ | Aplikasi, data lake, backup, dan object storage skala besar |
| Adobe Creative Cloud Storage | Adobe Inc. | ADBE | NASDAQ | Desainer, fotografer, dan tim kreatif |
| Backblaze B2 | Backblaze, Inc. | BLZE | NASDAQ | Backup dan object storage dengan struktur yang relatif sederhana |
| Oracle Cloud Object Storage | Oracle Corporation | ORCL | NYSE | Data perusahaan dan beban kerja di ekosistem Oracle |
| IBM Cloud Object Storage | IBM | IBM | NYSE | Perusahaan, AI, data lake, backup, dan kebutuhan hybrid cloud |
1. Google Drive — Alphabet (GOOGL)
Google Drive merupakan salah satu layanan cloud storage paling praktis untuk pengguna umum, pelajar, pekerja, dan perusahaan. File dapat diunggah, dibuka, dibagikan, serta dikelola melalui web maupun aplikasi di berbagai perangkat.
Kekuatan utamanya terletak pada integrasi dengan Google Docs, Sheets, Slides, Gmail, Meet, dan layanan Google Workspace lainnya. Beberapa pengguna juga dapat mengedit dokumen yang sama secara real-time, memberikan komentar, serta mengatur akses sebagai viewer, commenter, atau editor.
Mengapa Google Drive Termasuk Cloud Storage Terbaik?
- Mudah digunakan melalui akun Google.
- Kolaborasi dokumen secara real-time.
- Terintegrasi dengan Gmail dan Google Workspace.
- Mendukung berbagai jenis file.
- Cocok untuk penggunaan pribadi maupun tim.
Saham Perusahaan di Balik Google Drive
Google Drive dikembangkan oleh Google yang berada di bawah Alphabet Inc. Saham Alphabet diperdagangkan di NASDAQ, termasuk saham kelas A dengan ticker GOOGL. Kekuatan bisnis Alphabet tidak hanya berasal dari layanan cloud, tetapi juga iklan digital, YouTube, Google Cloud, Android, dan berbagai pengembangan kecerdasan buatan.
2. Microsoft OneDrive — Microsoft (MSFT)
Microsoft OneDrive adalah layanan penyimpanan cloud yang memungkinkan pengguna mencadangkan, mengakses, mengedit, membagikan, dan menyinkronkan file dari berbagai perangkat. Layanan ini sangat relevan bagi pengguna Windows dan Microsoft 365.
Dokumen Word, Excel, dan PowerPoint dapat disimpan ke OneDrive serta dikerjakan bersama secara real-time. Integrasi dengan Windows juga membuat pencadangan folder dan sinkronisasi file terasa lebih menyatu dengan sistem operasi.
Mengapa OneDrive Termasuk Cloud Storage Terbaik?
- Integrasi kuat dengan Windows dan Microsoft 365.
- Mendukung kolaborasi dokumen secara langsung.
- Dapat mencadangkan file, foto, dan folder penting.
- Cocok untuk pekerja, keluarga, sekolah, dan perusahaan.
- Memiliki fitur keamanan seperti Personal Vault pada akun yang didukung.
Saham Perusahaan di Balik OneDrive
OneDrive dimiliki oleh Microsoft Corporation, perusahaan publik dengan ticker MSFT di NASDAQ. Microsoft memiliki bisnis yang sangat luas melalui Microsoft 365, Azure, Windows, LinkedIn, GitHub, Xbox, dan produk kecerdasan buatan. Karena itu, kinerja saham MSFT tidak hanya bergantung pada OneDrive.
3. Apple iCloud Drive — Apple (AAPL)
iCloud Drive cocok bagi pengguna yang sehari-hari memakai iPhone, iPad, Mac, atau perangkat lain dalam ekosistem Apple. File dan folder dapat disimpan di iCloud Drive, disinkronkan, lalu diakses kembali melalui perangkat Apple, komputer Windows, maupun iCloud.com.
Selain dokumen, iCloud juga digunakan untuk sinkronisasi foto, backup perangkat, kontak, catatan, dan data aplikasi. Pengguna tidak perlu banyak melakukan pengaturan tambahan karena layanan ini telah terintegrasi dengan perangkat Apple.
Mengapa iCloud Drive Termasuk Cloud Storage Terbaik?
- Integrasi langsung dengan iPhone, iPad, dan Mac.
- Memudahkan sinkronisasi file dan data aplikasi.
- Dapat diakses melalui web dan Windows.
- Cocok untuk backup serta perpindahan antarperangkat Apple.
- Pengalaman pengguna relatif sederhana bagi pemilik perangkat Apple.
Saham Perusahaan di Balik iCloud
iCloud dikembangkan oleh Apple Inc., perusahaan dengan ticker AAPL di NASDAQ. Selain perangkat seperti iPhone dan Mac, Apple memperoleh pendapatan dari layanan digital, App Store, langganan, aksesori, dan ekosistem perangkatnya. Integrasi layanan dan perangkat menjadi salah satu kekuatan utama bisnis Apple.
4. Dropbox — Dropbox, Inc. (DBX)
Dropbox dikenal sebagai layanan penyimpanan dan sinkronisasi file lintas perangkat. Pengguna dapat menyimpan dokumen, foto, video, presentasi, serta berbagai jenis file lain, kemudian mengaksesnya melalui web, Windows, macOS, Linux, iOS, dan Android.
Salah satu daya tarik Dropbox adalah pengalaman sinkronisasi yang sederhana. Pengguna dapat mengatur folder kerja, membagikan tautan, mengirim file berukuran besar pada paket yang mendukung, dan memulihkan file sesuai ketentuan paket.
Mengapa Dropbox Termasuk Cloud Storage Terbaik?
- Fokus kuat pada sinkronisasi dan berbagi file.
- Mendukung banyak sistem operasi.
- Cocok untuk individu, pekerja profesional, dan tim.
- Menyediakan kontrol berbagi serta pemulihan file.
- Mudah dipadukan dengan berbagai aplikasi kerja.
Saham Perusahaan di Balik Dropbox
Dropbox dikembangkan oleh Dropbox, Inc. yang sahamnya diperdagangkan di NASDAQ dengan ticker DBX. Berbeda dari perusahaan teknologi besar yang bisnisnya sangat terdiversifikasi, Dropbox memiliki keterkaitan lebih langsung dengan penyimpanan, kolaborasi, dan pengelolaan dokumen. Hal ini membuat investor perlu memperhatikan pertumbuhan pengguna berbayar, pendapatan per pengguna, persaingan, dan efisiensi bisnisnya.
5. Box — Box, Inc. (BOX)
Box lebih berorientasi pada perusahaan yang membutuhkan penyimpanan, pengelolaan konten, kolaborasi, kontrol akses, alur kerja, dan keamanan dalam satu platform. Layanan ini dapat digunakan untuk membagikan dokumen kepada tim internal maupun mitra eksternal.
Box berbeda dari layanan penyimpanan pribadi biasa karena fokusnya mencakup intelligent content management. Perusahaan dapat mengatur izin, klasifikasi dokumen, tanda tangan elektronik, integrasi aplikasi, dan kebutuhan kepatuhan sesuai paket yang digunakan.
Mengapa Box Termasuk Cloud Storage Terbaik?
- Fokus pada keamanan dan manajemen konten perusahaan.
- Kontrol akses dan kolaborasi yang lebih terstruktur.
- Mendukung integrasi dengan banyak aplikasi bisnis.
- Sesuai untuk organisasi yang mengelola dokumen sensitif.
- Memadukan penyimpanan, workflow, dan pengelolaan konten.
Saham Perusahaan di Balik Box
Box dikembangkan oleh Box, Inc., perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di NYSE dengan ticker BOX. Investor dapat memperhatikan pertumbuhan pelanggan perusahaan, nilai kontrak, retensi pelanggan, pengembangan Box AI, serta persaingan dengan Microsoft, Google, Dropbox, dan platform manajemen konten lainnya.
6. Amazon S3 — Amazon (AMZN)
Amazon Simple Storage Service atau Amazon S3 bukan aplikasi penyimpanan pribadi seperti Google Drive. S3 merupakan object storage yang digunakan developer dan perusahaan untuk menyimpan data aplikasi, backup, arsip, data lake, file media, hingga data analitik dalam skala besar.
Kapasitasnya dapat menyesuaikan pertumbuhan data tanpa pengguna harus menyediakan server penyimpanan sendiri. Amazon S3 juga memiliki beragam kelas penyimpanan sehingga perusahaan dapat menyesuaikan biaya dengan frekuensi akses dan kebutuhan penyimpanan.
Mengapa Amazon S3 Termasuk Cloud Storage Terbaik?
- Skalabilitas sangat besar untuk berbagai jenis data.
- Terintegrasi dengan ekosistem Amazon Web Services.
- Mendukung aplikasi, backup, analitik, dan data lake.
- Menawarkan kontrol akses dan kelas penyimpanan yang beragam.
- Banyak digunakan sebagai fondasi penyimpanan aplikasi cloud.
Saham Perusahaan di Balik Amazon S3
Amazon S3 merupakan bagian dari Amazon Web Services milik Amazon.com, Inc. Saham Amazon diperdagangkan di NASDAQ dengan ticker AMZN. Walaupun Amazon dikenal melalui e-commerce, AWS menjadi bisnis strategis yang menyediakan komputasi cloud, database, AI, jaringan, keamanan, dan penyimpanan data.
7. Adobe Creative Cloud Storage — Adobe (ADBE)
Adobe Creative Cloud Storage dirancang untuk melengkapi alur kerja kreatif. Dokumen cloud dapat dibuka dan diedit melalui aplikasi Adobe dari perangkat yang memiliki koneksi internet. Layanan ini relevan untuk pengguna Photoshop, Illustrator, Lightroom, Adobe Express, dan aplikasi kreatif lainnya.
Fokusnya bukan sekadar menyimpan file, tetapi membantu kreator melanjutkan pekerjaan di perangkat berbeda, mengelola aset, membagikan hasil, dan berkolaborasi dalam ekosistem Adobe.
Mengapa Adobe Cloud Storage Termasuk yang Terbaik?
- Terintegrasi dengan aplikasi kreatif Adobe.
- Cocok untuk file desain, foto, video, dan dokumen kreatif.
- Memudahkan pekerjaan lintas perangkat.
- Mendukung pembagian file dan kolaborasi kreatif.
- Menjadi bagian dari alur kerja produksi, bukan hanya tempat penyimpanan.
Saham Perusahaan di Baliknya
Creative Cloud dikembangkan oleh Adobe Inc., perusahaan publik dengan ticker ADBE di NASDAQ. Model bisnis Adobe banyak mengandalkan langganan perangkat lunak dan layanan digital. Investor perlu memperhatikan pertumbuhan Creative Cloud dan Document Cloud, persaingan perangkat lunak kreatif, inovasi AI, serta kemampuan perusahaan mempertahankan pelanggan.
8. Backblaze B2 — Backblaze (BLZE)
Backblaze B2 merupakan object storage yang ditujukan untuk backup, arsip, media, aplikasi, dan beban kerja data intensif. Layanan ini mendukung S3-compatible API sehingga dapat dihubungkan dengan berbagai alat backup, media, keamanan, dan infrastruktur cloud.
Backblaze juga menonjolkan struktur penggunaan dan biaya yang relatif mudah dipahami. Meski demikian, pengguna tetap perlu menghitung kebutuhan penyimpanan, transfer data, API, lokasi pusat data, dan dukungan sebelum memilihnya.
Mengapa Backblaze B2 Termasuk Cloud Storage Terbaik?
- Cocok untuk backup, recovery, arsip, dan media.
- Mendukung integrasi melalui S3-compatible API.
- Dapat digunakan sebagai alternatif object storage untuk bisnis.
- Menawarkan fitur Object Lock dan replikasi.
- Fokus bisnisnya memang berada pada penyimpanan serta perlindungan data.
Saham Perusahaan di Balik Backblaze B2
Backblaze B2 dikembangkan oleh Backblaze, Inc., perusahaan yang terdaftar di NASDAQ dengan ticker BLZE. Dibandingkan Amazon, Microsoft, atau Alphabet, skala Backblaze jauh lebih kecil dan bisnisnya lebih terkonsentrasi. Kondisi tersebut dapat memberikan eksposur yang lebih langsung terhadap pertumbuhan cloud storage, tetapi juga membawa risiko bisnis dan volatilitas yang lebih tinggi.
9. Oracle Cloud Infrastructure Object Storage — Oracle (ORCL)
Oracle Cloud Infrastructure atau OCI Object Storage merupakan layanan penyimpanan objek yang dapat digunakan untuk data tidak terstruktur, backup, arsip, analitik, aplikasi web, dan file media. Layanan ini dapat bertumbuh mengikuti kebutuhan data serta diakses melalui console, API, CLI, maupun SDK.
OCI Object Storage relevan bagi perusahaan yang telah menggunakan database, aplikasi, dan infrastruktur Oracle. Integrasi ekosistem dapat menyederhanakan pengelolaan data dan aplikasi dalam satu lingkungan.
Mengapa OCI Object Storage Termasuk Cloud Storage Terbaik?
- Skalabel untuk penyimpanan data perusahaan.
- Mendukung backup, arsip, analitik, dan aplikasi.
- Terintegrasi dengan database serta layanan Oracle Cloud.
- Memiliki beberapa pilihan kelas penyimpanan.
- Cocok bagi organisasi yang sudah menggunakan ekosistem Oracle.
Saham Perusahaan di Balik OCI
OCI dikembangkan oleh Oracle Corporation, perusahaan publik dengan ticker ORCL di NYSE. Bisnis Oracle mencakup database, aplikasi perusahaan, layanan cloud, dan infrastruktur. Investor perlu melihat pertumbuhan pendapatan cloud, belanja pusat data, persaingan dengan penyedia hyperscale, dan kemampuan Oracle mempertahankan pelanggan perusahaan.
10. IBM Cloud Object Storage — IBM (IBM)
IBM Cloud Object Storage ditujukan untuk penyimpanan data perusahaan, AI, data lake, cloud-native application, media, backup, dan arsip. Layanan ini mendukung enkripsi, pengaturan akses, pilihan ketahanan data, dan integrasi dengan ekosistem IBM Cloud serta watsonx.
IBM juga menawarkan pendekatan hybrid yang relevan bagi organisasi yang mengelola data di pusat data sendiri sekaligus di cloud. Hal ini penting untuk perusahaan yang memiliki aturan kepatuhan, sistem lama, atau kebutuhan penempatan data yang kompleks.
Mengapa IBM Cloud Object Storage Termasuk yang Terbaik?
- Dirancang untuk keamanan dan kebutuhan perusahaan.
- Sesuai untuk AI, data lake, backup, dan arsip.
- Mendukung skala data yang sangat besar.
- Memiliki pilihan ketahanan dan pengelolaan akses.
- Relevan untuk strategi hybrid cloud.
Saham Perusahaan di Baliknya
IBM Cloud Object Storage dikembangkan oleh International Business Machines Corporation yang diperdagangkan di NYSE dengan ticker IBM. Bisnis IBM mencakup hybrid cloud, perangkat lunak, konsultasi, infrastruktur, dan kecerdasan buatan. Karena itu, performa produk cloud storage hanya menjadi salah satu bagian dari keseluruhan bisnis IBM.
Cara Memilih Cloud Storage Terbaik
Sebelum memilih layanan, tentukan terlebih dahulu fungsi utamanya. Jangan membandingkan layanan penyimpanan file pribadi dengan object storage perusahaan hanya berdasarkan kapasitas atau harga.
Pertimbangkan faktor berikut:
- Tujuan penggunaan: penyimpanan pribadi, kerja tim, backup, arsip, atau data aplikasi.
- Ekosistem perangkat: Android, Windows, Apple, atau aplikasi bisnis tertentu.
- Kolaborasi: kebutuhan edit bersama, komentar, izin akses, dan riwayat versi.
- Keamanan: enkripsi, autentikasi, pemulihan file, kontrol administrator, dan kepatuhan.
- Kapasitas dan skalabilitas: kebutuhan saat ini dan kemungkinan pertumbuhan data.
- Biaya keseluruhan: bukan hanya biaya penyimpanan, tetapi juga transfer data, pengambilan data, dan fitur tambahan.
- Kemudahan migrasi: proses memindahkan data masuk maupun keluar dari layanan.
- Dukungan dan reliabilitas: dokumentasi, layanan bantuan, serta kebutuhan pemulihan ketika terjadi masalah.
Cloud Storage Mana yang Paling Bagus?
Tidak ada satu layanan yang selalu paling bagus untuk semua orang. Berikut panduan singkatnya:
- Penggunaan harian dan kolaborasi: Google Drive.
- Windows dan Microsoft 365: OneDrive.
- Ekosistem Apple: iCloud Drive.
- Sinkronisasi lintas perangkat: Dropbox.
- Manajemen konten perusahaan: Box.
- Aplikasi dan object storage berskala besar: Amazon S3.
- Pekerjaan kreatif: Adobe Creative Cloud Storage.
- Backup dan alternatif object storage: Backblaze B2.
- Ekosistem database dan aplikasi Oracle: OCI Object Storage.
- Hybrid cloud, AI, dan kebutuhan perusahaan: IBM Cloud Object Storage.
Apakah Saham Perusahaan Cloud Storage Menarik?
Pertumbuhan data digital, adopsi cloud, kecerdasan buatan, kerja jarak jauh, dan kebutuhan backup dapat mendukung permintaan layanan penyimpanan cloud. Namun, tren industri yang positif tidak menjamin seluruh saham di dalamnya akan memberikan hasil yang sama.
Sebelum membeli saham perusahaan cloud storage, perhatikan:
- Pertumbuhan pendapatan cloud atau langganan.
- Tingkat retensi dan pertumbuhan pelanggan.
- Margin keuntungan serta arus kas.
- Biaya pembangunan dan operasional pusat data.
- Persaingan harga serta risiko vendor lock-in.
- Keamanan siber dan kemungkinan kebocoran data.
- Kontribusi cloud storage terhadap keseluruhan pendapatan perusahaan.
- Valuasi saham dibandingkan fundamental serta prospeknya.
Perusahaan seperti Dropbox, Box, dan Backblaze memiliki keterkaitan bisnis yang relatif lebih langsung dengan penyimpanan serta pengelolaan data. Sebaliknya, Alphabet, Microsoft, Apple, Amazon, Adobe, Oracle, dan IBM mempunyai bisnis yang lebih luas sehingga harga sahamnya dipengaruhi banyak produk dan kondisi industri lainnya.
Cara Membeli Saham Perusahaan Cloud Storage dari Indonesia
Investor Indonesia dapat mengakses berbagai saham Amerika melalui platform yang menyediakan produk saham AS. Di Nanovest, kamu dapat mencari perusahaan berdasarkan nama atau ticker, seperti GOOGL, MSFT, AAPL, DBX, BOX, AMZN, ADBE, BLZE, ORCL, dan IBM.
Periksa kembali ketersediaan saham di aplikasi karena daftar aset dapat berubah. Setelah itu, pelajari profil perusahaan, laporan keuangan, kontribusi bisnis cloud, valuasi, serta risiko sebelum membeli. Dengan pembelian saham pecahan, investor juga tidak harus selalu membeli satu lembar saham secara penuh dan dapat memulai sesuai kemampuan.
Kesimpulan
Google Drive, OneDrive, iCloud, Dropbox, dan Box menjadi pilihan menarik untuk penyimpanan serta kolaborasi file. Untuk developer dan perusahaan, layanan seperti Amazon S3, Backblaze B2, Oracle Cloud Object Storage, dan IBM Cloud Object Storage menawarkan skalabilitas serta pengelolaan data yang lebih teknis. Sementara itu, Adobe Creative Cloud Storage memiliki keunggulan khusus dalam alur kerja kreatif.
Di balik layanan tersebut terdapat perusahaan publik dengan karakter bisnis berbeda. Mengenal produknya dapat menjadi pintu masuk untuk memahami perusahaan, tetapi keputusan investasi tetap harus didasarkan pada riset fundamental, valuasi, tujuan, dan profil risiko.
Kamu dapat mengecek berbagai saham AS melalui aplikasi Nanovest. Gunakan dana dingin, lakukan diversifikasi, dan hindari membeli saham hanya karena sering menggunakan produknya.






