Merek perhiasan dunia memiliki karakter yang cukup beragam. Tiffany & Co. dikenal melalui desain berlian dan warna Tiffany Blue, Cartier memiliki koleksi seperti Love dan Trinity, Bvlgari kuat dengan desain bernuansa Italia, sementara Pandora menjangkau pasar yang lebih luas melalui gelang charm dan perhiasan accessible luxury.
Struktur bisnis di balik setiap merek juga berbeda. Ada perusahaan yang tetap dimiliki secara privat, ada brand yang menjadi bagian dari grup luxury besar, dan ada perusahaan perhiasan yang sahamnya diperdagangkan langsung di bursa.
Hal tersebut membuat nama merek perhiasan yang terlihat di butik belum tentu menjadi nama saham yang dapat dibeli investor. Tiffany & Co., misalnya, pernah diperdagangkan di New York Stock Exchange dengan ticker TIF, tetapi kini menjadi bagian dari LVMH setelah proses akuisisinya selesai pada 2021.
Berikut beberapa merek atau merk perhiasan terkenal di dunia, termasuk perusahaan yang berada di balik masing-masing brand.
Daftar Isi
ToggleDaftar Merek Perhiasan Terkenal di Dunia
1. Tiffany & Co.
Negara asal: Amerika Serikat
Tahun berdiri: 1837
Kategori: Fine jewelry dan luxury jewelry
Perusahaan pemilik: LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton SE
Ticker perusahaan induk: MC
Bursa: Euronext Paris
Tiffany & Co. didirikan oleh Charles Lewis Tiffany di New York pada 1837 dan berkembang menjadi salah satu rumah perhiasan Amerika Serikat yang paling dikenal secara global. Brand ini memiliki identitas kuat melalui Tiffany Blue Box, Tiffany Diamond, serta Tiffany Setting, desain cincin pertunangan yang diperkenalkan pada 1886.
Portofolionya mencakup cincin, kalung, gelang, anting, high jewelry, jam tangan, dan berbagai aksesori. Tiffany juga memiliki sejumlah koleksi yang mudah dikenali seperti Tiffany T, HardWear, Lock, dan Elsa Peretti.
Tiffany & Co. sekarang tidak memiliki ticker saham sendiri. LVMH menyelesaikan akuisisi Tiffany pada 2021 sehingga brand tersebut menjadi bagian dari grup luxury Prancis tersebut. Saham LVMH diperdagangkan di Euronext Paris dan menggunakan kode MC pada Bloomberg.
2. Cartier
Negara asal: Prancis
Tahun berdiri: 1847
Kategori: High jewelry, fine jewelry, dan luxury watches
Perusahaan pemilik: Compagnie Financière Richemont SA
Ticker perusahaan induk: CFR
Bursa: SIX Swiss Exchange
Cartier berdiri di Paris pada 1847 dan menjadi salah satu Maison utama dalam portofolio Richemont. Koleksi perhiasannya mencakup desain seperti Trinity, Love, Juste un Clou, dan Panthère de Cartier. Cartier juga memiliki bisnis jam tangan dengan model seperti Tank dan Santos de Cartier.
Produk Cartier mencakup berbagai kategori harga dalam segmen luxury, dari cincin dan gelang hingga high jewelry dengan batu mulia. Brand ini juga memiliki jaringan butik global yang menurut Richemont mencapai 273 lokasi.
Cartier tidak memiliki ticker saham tersendiri. Eksposur pasar modalnya berada melalui perusahaan induk Compagnie Financière Richemont SA, dengan saham kelas A yang diperdagangkan di SIX Swiss Exchange menggunakan referensi CFR. Richemont juga memiliki secondary listing di Johannesburg Stock Exchange.
3. Bvlgari
Negara asal: Italia
Tahun berdiri: 1884
Kategori: High jewelry, fine jewelry, dan luxury watches
Perusahaan pemilik: LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton SE
Ticker perusahaan induk: MC
Bursa: Euronext Paris
Bvlgari atau Bulgari didirikan di Roma pada 1884. Identitas desainnya banyak mengambil inspirasi dari warisan Roma dengan penggunaan warna, bentuk geometris, dan batu permata berwarna. Bisnis Bvlgari kini mencakup perhiasan, jam tangan, aksesori, parfum, hingga hospitality.
Beberapa koleksi perhiasannya yang terkenal adalah Serpenti, B.zero1, Divas’ Dream, dan Bvlgari Bvlgari. Serpenti menjadi salah satu identitas visual terkuat brand melalui motif ular yang digunakan pada gelang, cincin, kalung, dan jam tangan.
Bvlgari merupakan bagian dari LVMH, sehingga saham Bvlgari tidak diperdagangkan secara terpisah. Investor yang ingin mempelajari perusahaan publik di balik brand ini dapat melihat LVMH, yang sahamnya tercatat di Euronext Paris.
4. Van Cleef & Arpels
Negara asal: Prancis
Tahun berdiri: 1906
Kategori: High jewelry, fine jewelry, dan watches
Perusahaan pemilik: Compagnie Financière Richemont SA
Ticker perusahaan induk: CFR
Bursa: SIX Swiss Exchange
Van Cleef & Arpels berdiri di 22 Place Vendôme, Paris pada 1906 setelah Alfred Van Cleef bekerja sama dengan Salomon Arpels. Maison ini banyak menggunakan tema alam, couture, tarian, keberuntungan, hingga astronomi sebagai sumber inspirasi desain.
Salah satu koleksinya yang paling dikenal adalah Alhambra, dengan motif empat daun yang khas. Koleksi lainnya mencakup Perlée dan Frivole, sementara pada segmen high jewelry Van Cleef & Arpels juga dikenal melalui teknik Mystery Set.
Van Cleef & Arpels berada di bawah Richemont dan tidak memiliki saham publik sendiri. Saham Richemont diperdagangkan di SIX Swiss Exchange dengan referensi CFR.
5. Harry Winston
Negara asal: Amerika Serikat
Tahun berdiri: 1932
Kategori: High jewelry dan luxury watches
Perusahaan pemilik: The Swatch Group Ltd.
Ticker perusahaan induk: UHR / UHRN
Bursa: SIX Swiss Exchange
Harry Winston mendirikan perusahaan yang menggunakan namanya di New York pada 1932. Brand ini memiliki sejarah yang erat dengan berlian dan batu permata langka serta berkembang di segmen high jewelry dan high-end watchmaking.
Salah satu bagian penting dalam sejarah Harry Winston adalah hubungannya dengan Hope Diamond. Harry Winston menyumbangkan berlian tersebut kepada Smithsonian Institution di Washington, D.C. Brand kemudian memperluas bisnisnya ke jam tangan pada 1989.
Harry Winston diakuisisi Swatch Group pada 2013. Karena itu, brand tersebut tidak memiliki ticker saham sendiri. Swatch Group tercatat di SIX Swiss Exchange dengan saham bearer yang menggunakan referensi UHR dan saham terdaftar UHRN.
6. Chopard
Negara asal: Swiss
Tahun berdiri: 1860
Kategori: Fine jewelry, high jewelry, dan luxury watches
Perusahaan: Chopard
Ticker saham: Tidak ada
Bursa: Tidak tercatat di bursa
Chopard berawal pada 1860 ketika Louis-Ulysse Chopard mendirikan manufaktur jam tangan di Sonvilier, Swiss. Perusahaan kemudian berkembang ke bisnis perhiasan dan kini dikenal sebagai salah satu nama dalam industri luxury Swiss.
Pada kategori perhiasan, Chopard memiliki koleksi seperti Happy Diamonds, Happy Hearts, dan Ice Cube, serta koleksi high jewelry. Sementara itu, bisnis jam tangannya mencakup berbagai model luxury dan haute horlogerie.
Chopard berada di bawah kepemimpinan keluarga Scheufele dan tidak tercatat sebagai perusahaan publik, sehingga tidak ada ticker saham Chopard yang diperdagangkan di bursa.
7. Graff
Negara asal: Inggris
Tahun berdiri: 1960
Kategori: High jewelry dan diamonds
Perusahaan: Graff
Ticker saham: Tidak ada
Bursa: Tidak tercatat di bursa
Graff didirikan Laurence Graff di London pada 1960. Brand ini memiliki fokus yang kuat pada berlian dan batu permata serta mengembangkan bisnisnya dari London ke jaringan butik internasional. Graff menyebut memiliki lebih dari 70 butik di berbagai negara.
Portofolionya banyak menampilkan berlian sebagai elemen utama, mulai dari cincin, anting, kalung, dan gelang hingga karya high jewelry. Graff juga dikenal melalui keterlibatannya dengan sejumlah berlian berukuran dan bernilai tinggi.
Berbeda dari beberapa brand luxury dalam daftar ini, Graff tidak berada di bawah grup luxury yang sahamnya diperdagangkan secara publik. Perusahaan tidak memiliki ticker saham yang tercatat di bursa.
8. Pandora
Negara asal: Denmark
Tahun berdiri: 1982
Kategori: Accessible luxury jewelry
Perusahaan: Pandora A/S
Ticker saham: PNDORA
Bursa: Nasdaq Copenhagen
Pandora bermula dari sebuah toko perhiasan kecil di Copenhagen pada 1982 yang didirikan oleh Per Enevoldsen dan Winnie Liljeborg. Perusahaan kemudian beralih dari bisnis ritel dan wholesale menuju pengembangan perhiasan sendiri. Konsep charm bracelet diluncurkan di Denmark pada 2000 dan menjadi salah satu pendorong ekspansi internasional Pandora.
Posisi Pandora berbeda dari high jewelry houses seperti Cartier, Bvlgari, dan Graff. Perusahaan bergerak di segmen accessible luxury dengan produk seperti gelang, charms, cincin, kalung, dan anting. Pada 2026, Pandora menyebut produknya dijual di lebih dari 100 negara melalui sekitar 7.000 titik penjualan, termasuk lebih dari 2.800 concept stores.
Pandora juga berbeda dari banyak merek dalam daftar ini karena perusahaannya sendiri diperdagangkan di bursa. Pandora A/S tercatat di Nasdaq Copenhagen dengan ticker PNDORA. Perusahaan melantai di bursa pada 2010. Pada 2025, Pandora membukukan revenue DKK32,5 miliar.
9. Buccellati
Negara asal: Italia
Tahun berdiri: 1919
Kategori: High jewelry dan fine jewelry
Perusahaan pemilik: Compagnie Financière Richemont SA
Ticker perusahaan induk: CFR
Bursa: SIX Swiss Exchange
Buccellati didirikan oleh Mario Buccellati di Milan pada 1919. Merek perhiasan Italia ini dikenal melalui pengerjaan logam yang menghasilkan tekstur menyerupai kain seperti sutra, damask, tulle, dan linen. Proses produksinya banyak menggunakan teknik pengerjaan emas tradisional Italia dan dilakukan secara manual.
Richemont mengakuisisi 100% Buccellati Holding Italia pada 2019. Karena itu, Buccellati tidak memiliki saham publik sendiri. Perusahaan publik di balik brand tersebut adalah Compagnie Financière Richemont SA, sama seperti Cartier dan Van Cleef & Arpels yang telah dibahas sebelumnya.
10. David Yurman
Negara asal: Amerika Serikat
Tahun berdiri: 1980
Kategori: Designer jewelry dan fine jewelry
Perusahaan: David Yurman
Ticker saham: Tidak ada
Bursa: Tidak tercatat di bursa
David Yurman didirikan oleh David dan Sybil Yurman pada 1980. Brand asal New York ini menggabungkan latar belakang seni kedua pendirinya dengan desain perhiasan dan mengembangkan kategori yang disebut perusahaan sebagai American Designer Jewelry.
Salah satu desain yang paling identik dengan David Yurman adalah Cable bracelet, yang menggunakan bentuk kabel berpilin dan kemudian dikembangkan ke berbagai koleksi cincin, gelang, kalung, serta perhiasan pria. Brand juga menggunakan material mulai dari sterling silver dan emas hingga berlian serta batu permata.
David Yurman merupakan perusahaan privat sehingga sahamnya tidak diperdagangkan di bursa publik.
11. Swarovski
Negara asal: Austria
Tahun berdiri: 1895
Kategori: Crystal jewelry dan accessories
Perusahaan: Swarovski
Ticker saham: Tidak ada
Bursa: Tidak tercatat di bursa
Swarovski didirikan Daniel Swarovski di Wattens, Austria, pada 1895. Perusahaan berkembang melalui teknologi pemotongan kristal dan kini menggunakan material tersebut dalam berbagai produk, termasuk perhiasan, aksesori, figurine, dekorasi, dan produk untuk pelanggan bisnis.
Untuk kategori perhiasan, Swarovski menawarkan gelang, kalung, cincin, anting, dan berbagai desain berbasis kristal. Posisi harganya juga membuat Swarovski menjangkau pasar yang lebih luas dibandingkan high jewelry houses seperti Graff atau Harry Winston.
Swarovski tetap berada dalam kepemilikan keluarga pendirinya dan tidak tercatat di bursa saham, sehingga tidak memiliki ticker publik.
12. Kay Jewelers
Negara asal: Amerika Serikat
Tahun berdiri: 1916
Kategori: Fine jewelry dan bridal jewelry
Perusahaan pemilik: Signet Jewelers Limited
Ticker perusahaan induk: SIG
Bursa: New York Stock Exchange (NYSE)
Kay Jewelers merupakan salah satu jaringan ritel perhiasan terbesar di Amerika Serikat. Produk yang ditawarkan mencakup cincin pertunangan, cincin pernikahan, berlian, kalung, gelang, anting, serta perhiasan untuk berbagai kebutuhan hadiah.
Kay menjadi brand terbesar dalam portofolio Signet Jewelers berdasarkan kontribusi penjualan. Pada tahun fiskal 2026, Kay menyumbang sekitar 38% dari total penjualan konsolidasian Signet.
Kay Jewelers tidak memiliki ticker tersendiri karena brand ini berada di bawah Signet Jewelers. Saham Signet diperdagangkan di New York Stock Exchange dengan ticker SIG.
13. Zales
Negara asal: Amerika Serikat
Tahun berdiri: 1924
Kategori: Fine jewelry dan bridal jewelry
Perusahaan pemilik: Signet Jewelers Limited
Ticker perusahaan induk: SIG
Bursa: New York Stock Exchange (NYSE)
Zales merupakan brand perhiasan Amerika Serikat yang menawarkan produk seperti cincin berlian, cincin pertunangan, kalung, gelang, anting, dan perhiasan untuk penggunaan sehari-hari. Signet memosisikan Zales sebagai brand fine jewelry dengan desain yang dapat dipakai dan dikombinasikan dalam keseharian.
Dalam tahun fiskal 2026, Zales menyumbang sekitar 18% dari penjualan konsolidasian Signet. Perusahaan juga menyebut Zales sebagai salah satu brand ritel perhiasan khusus terbesar di Amerika Serikat berdasarkan penjualan.
Seperti Kay Jewelers, Zales tidak memiliki saham sendiri. Brand ini berada di bawah Signet Jewelers Limited (NYSE: SIG).
14. Jared
Negara asal: Amerika Serikat
Kategori: Fine jewelry, bridal jewelry, dan accessible luxury
Perusahaan pemilik: Signet Jewelers Limited
Ticker perusahaan induk: SIG
Bursa: New York Stock Exchange (NYSE)
Jared merupakan jaringan perhiasan Amerika Serikat yang berada dalam portofolio Signet Jewelers. Brand ini memosisikan produknya pada segmen accessible luxury dengan pilihan perhiasan, berlian, koleksi desainer, serta layanan desain khusus.
Format ritelnya berbeda dari Kay dan Zales karena Jared banyak beroperasi sebagai destinasi off-mall. Signet juga menyediakan Design & Service Center pada toko Jared untuk layanan seperti perbaikan dan pembuatan perhiasan custom.
Jared tidak tercatat secara terpisah di pasar modal. Perusahaan induknya, Signet Jewelers Limited, diperdagangkan di NYSE dengan ticker SIG.
15. Blue Nile
Negara asal: Amerika Serikat
Tahun berdiri: 1999
Kategori: Diamond jewelry dan bridal jewelry
Perusahaan pemilik: Signet Jewelers Limited
Ticker perusahaan induk: SIG
Bursa: New York Stock Exchange (NYSE)
Blue Nile dikenal sebagai retailer perhiasan berlian yang berkembang melalui kanal digital. Produknya mencakup berlian, cincin pertunangan, cincin pernikahan, dan fine jewelry, dengan layanan yang memungkinkan konsumen memilih karakteristik berlian dan desain cincin.
Signet mendeskripsikan Blue Nile sebagai retailer berlian alami dengan fokus pada craftsmanship, kualitas, serta produk bridal dan fashion jewelry. Brand ini kini beroperasi melalui kanal online dan toko fisik.
Blue Nile berada dalam portofolio Signet Jewelers. Hingga Agustus 2026, Signet masih mencantumkan Blue Nile sebagai salah satu brand utama di segmen Amerika Utara. Saham yang relevan bagi investor adalah Signet Jewelers Limited (NYSE: SIG).
16. Monica Vinader
Negara asal: Inggris
Tahun berdiri: 2002
Kategori: Fine jewelry
Perusahaan: Monica Vinader Limited
Ticker saham: Tidak ada
Bursa: Tidak tercatat di bursa
Monica Vinader merupakan brand perhiasan asal Inggris dengan produk seperti gelang, cincin, kalung, anting, dan perhiasan yang dapat dipersonalisasi. Brand ini berada di segmen fine jewelry dengan desain yang ditujukan untuk penggunaan sehari-hari.
Secara korporasi, Monica Vinader Limited didirikan pada 2002 dan terdaftar di Inggris sebagai private limited company dengan kegiatan usaha berupa manufaktur perhiasan dan produk terkait.
Status tersebut berarti Monica Vinader tidak memiliki ticker saham publik dan saham perusahaan tidak diperdagangkan di bursa.
Perbandingan Merek Perhiasan dan Kode Sahamnya
Dari 16 merek di atas, hanya sebagian yang berada di bawah perusahaan publik. Beberapa brand besar bahkan dimiliki oleh perusahaan induk yang sama, seperti Tiffany & Co. dan Bvlgari di bawah LVMH serta Cartier, Van Cleef & Arpels, dan Buccellati di bawah Richemont.
Berikut ringkasannya.
| Merek Perhiasan | Negara Asal | Perusahaan/Induk | Ticker | Bursa |
|---|---|---|---|---|
| Tiffany & Co. | Amerika Serikat | LVMH | MC | Euronext Paris |
| Cartier | Prancis | Richemont | CFR | SIX Swiss Exchange |
| Bvlgari | Italia | LVMH | MC | Euronext Paris |
| Van Cleef & Arpels | Prancis | Richemont | CFR | SIX Swiss Exchange |
| Harry Winston | Amerika Serikat | Swatch Group | UHR/UHRN | SIX Swiss Exchange |
| Chopard | Swiss | Chopard | Tidak ada | Tidak tercatat |
| Graff | Inggris | Graff | Tidak ada | Tidak tercatat |
| Pandora | Denmark | Pandora A/S | PNDORA | Nasdaq Copenhagen |
| Buccellati | Italia | Richemont | CFR | SIX Swiss Exchange |
| David Yurman | Amerika Serikat | David Yurman | Tidak ada | Tidak tercatat |
| Swarovski | Austria | Swarovski | Tidak ada | Tidak tercatat |
| Kay Jewelers | Amerika Serikat | Signet Jewelers | SIG | NYSE |
| Zales | Amerika Serikat | Signet Jewelers | SIG | NYSE |
| Jared | Amerika Serikat | Signet Jewelers | SIG | NYSE |
| Blue Nile | Amerika Serikat | Signet Jewelers | SIG | NYSE |
| Monica Vinader | Inggris | Monica Vinader Limited | Tidak ada | Tidak tercatat |
Catatan: ticker pada tabel mengacu pada perusahaan publik yang memiliki atau mengoperasikan merek tersebut. Merek seperti Tiffany & Co., Cartier, Bvlgari, Kay Jewelers, dan Zales tidak memiliki saham publik yang diperdagangkan secara terpisah.
Indikator yang Perlu Diperhatikan pada Saham Perhiasan
Perusahaan perhiasan memiliki beberapa indikator bisnis yang dapat membantu investor memahami pertumbuhan penjualan dan profitabilitasnya.
| Indikator | Apa yang Perlu Dilihat? |
|---|---|
| Revenue | Pertumbuhan total penjualan dari tahun ke tahun |
| Same-store sales | Perubahan penjualan dari toko yang telah beroperasi dalam periode yang dapat dibandingkan |
| Average selling price/AUR | Perubahan rata-rata nilai produk yang terjual |
| Unit sales | Pertumbuhan atau penurunan volume produk yang terjual |
| Gross margin | Kemampuan perusahaan mempertahankan margin setelah memperhitungkan biaya produk |
| Inventory | Perubahan nilai persediaan dan kecepatan produk terjual |
| E-commerce sales | Kontribusi kanal digital terhadap total bisnis |
| Store productivity | Kinerja jaringan toko dan efektivitas ekspansi |
| Operating margin | Profitabilitas setelah memperhitungkan biaya operasional |
| Free cash flow | Kas yang tersisa setelah kebutuhan operasional dan belanja modal |
Same-store sales menjadi salah satu indikator yang sering digunakan pada perusahaan ritel seperti Signet karena membantu menunjukkan perubahan permintaan dari bisnis yang sudah ada. Investor dapat membandingkannya dengan pertumbuhan total penjualan untuk mengetahui seberapa besar pertumbuhan berasal dari toko yang sudah beroperasi.
Faktor yang Memengaruhi Bisnis Perhiasan
1. Harga Emas dan Logam Mulia
Emas, perak, platinum, dan logam lainnya menjadi komponen biaya bagi banyak produsen perhiasan. Kenaikan harga bahan baku dapat memengaruhi biaya produk dan margin jika perusahaan tidak dapat meneruskannya ke harga jual.
Dampaknya dapat berbeda antarbrand. Perusahaan dengan pricing power yang kuat mungkin memiliki ruang lebih besar untuk menyesuaikan harga dibandingkan retailer yang konsumennya lebih sensitif terhadap harga.
2. Harga Berlian dan Batu Permata
Perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap cincin pertunangan dan perhiasan berlian juga dipengaruhi oleh biaya pengadaan batu. Perubahan harga berlian alami, perkembangan lab-grown diamonds, serta preferensi konsumen dapat mengubah komposisi penjualan dan margin.
3. Daya Beli Konsumen
Perhiasan umumnya masuk dalam kategori discretionary spending. Kondisi ekonomi, inflasi, suku bunga, tingkat pekerjaan, dan kepercayaan konsumen dapat memengaruhi keputusan pembelian, terutama untuk produk dengan harga tinggi.
Segmen luxury dapat menunjukkan pola yang berbeda dari mass-market atau accessible jewelry. Karena itu, kondisi konsumen yang relevan perlu disesuaikan dengan segmen harga perusahaan yang dianalisis.
4. Bridal dan Engagement Jewelry
Cincin pertunangan dan pernikahan merupakan kategori penting bagi sejumlah retailer perhiasan, termasuk Signet. Perubahan jumlah pernikahan, tren engagement, preferensi desain, dan anggaran konsumen dapat berpengaruh terhadap permintaan kategori ini.
5. Brand dan Product Mix
Perusahaan dengan beberapa brand dapat mengandalkan kombinasi segmen harga dan kategori produk yang berbeda. Perubahan product mix juga dapat memengaruhi harga jual rata-rata dan margin.
Untuk perusahaan seperti Signet, investor dapat membandingkan perkembangan brand utama seperti Kay, Zales, dan Jared dengan performa portofolio lainnya.
6. Penjualan Digital dan Jaringan Toko
Perhiasan semakin dijual melalui kombinasi toko fisik dan kanal digital. Pada FY2026, Signet membukukan penjualan e-commerce US$1,49 miliar atau sekitar 21,8% dari total penjualan. Sementara itu, brick-and-mortar same-store sales meningkat 2,3%.
Komposisi ini dapat membantu investor melihat bagaimana konsumen berbelanja serta efektivitas strategi omnichannel perusahaan.
Risiko Investasi Saham Perhiasan
Saham perusahaan perhiasan memiliki risiko yang berasal dari kondisi ekonomi maupun karakter industrinya.
Permintaan konsumen dapat melemah ketika kondisi ekonomi memburuk karena pembelian perhiasan dapat ditunda. Harga emas dan bahan baku dapat menekan margin. Tarif dan perubahan kebijakan perdagangan dapat meningkatkan biaya pengadaan atau distribusi.
Risiko lain berasal dari inventory management. Perusahaan perlu menyediakan variasi desain, ukuran, material, dan harga sambil menghindari persediaan yang terlalu besar. Produk yang kurang diminati dapat membutuhkan diskon dan akhirnya memengaruhi margin.
Untuk perusahaan global, nilai tukar mata uang juga dapat memengaruhi laporan keuangan. Sementara pada luxury jewelry, perubahan tren konsumsi di pasar besar seperti Amerika Serikat, Eropa, China, dan Jepang dapat berdampak pada pertumbuhan.
Investor juga perlu memperhatikan risiko spesifik perusahaan, termasuk utang, ekspansi toko, akuisisi, perubahan manajemen, persaingan, serta performa masing-masing brand dalam portofolio.
Perluas Pilihan Investasi ke Saham AS
Industri perhiasan menunjukkan bahwa satu produk yang kita kenal sehari-hari dapat terhubung dengan perusahaan publik di pasar global. Namun, saham perusahaan perhiasan yang dibahas dalam artikel ini belum tentu tersedia di setiap platform investasi.
Jika ingin memperluas pilihan investasi, kamu juga dapat mempelajari berbagai perusahaan lain yang tercatat di pasar saham Amerika Serikat. Pilihannya mencakup beragam sektor, mulai dari teknologi, keuangan, kesehatan, consumer goods, hingga perusahaan yang bergerak di industri luxury dan ritel.
Melalui Nanovest, kamu dapat menjelajahi berbagai saham AS dan mulai berinvestasi dari Rp5.000. Tetap pelajari fundamental perusahaan, valuasi, prospek industri, serta risiko sebelum menentukan saham yang sesuai dengan strategi investasimu.
FAQ
Apa saja merek perhiasan terkenal di dunia?
Beberapa merek perhiasan terkenal di dunia antara lain Tiffany & Co., Cartier, Bvlgari, Van Cleef & Arpels, Harry Winston, Chopard, Graff, Pandora, Buccellati, David Yurman, Swarovski, Kay Jewelers, Zales, dan Jared.
Apa merek perhiasan terkenal dari Amerika Serikat?
Tiffany & Co., Harry Winston, David Yurman, Kay Jewelers, Zales, Jared, dan Blue Nile merupakan beberapa contoh merek perhiasan yang berasal atau berkembang di Amerika Serikat.
Apa merek perhiasan yang memiliki saham?
Pandora memiliki saham perusahaan sendiri dengan ticker PNDORA di Nasdaq Copenhagen. Sejumlah brand lain dimiliki perusahaan publik, seperti Tiffany & Co. dan Bvlgari di bawah LVMH, Cartier dan Van Cleef & Arpels di bawah Richemont, serta Kay Jewelers, Zales, dan Jared di bawah Signet Jewelers.
Apa itu saham perhiasan?
Saham perhiasan adalah saham perusahaan publik yang menjalankan bisnis terkait produksi, distribusi, atau penjualan perhiasan. Contohnya Signet Jewelers (SIG) dan Pandora (PNDORA), sementara perusahaan luxury seperti LVMH dan Richemont juga memiliki sejumlah merek perhiasan dalam portofolionya.
Apa saham perusahaan perhiasan di Amerika Serikat?
Salah satu contohnya adalah Signet Jewelers Limited (NYSE: SIG). Perusahaan ini memiliki sejumlah brand perhiasan seperti Kay Jewelers, Zales, Jared, Banter by Piercing Pagoda, dan Diamonds Direct. Informasi perusahaan dan sahamnya dapat dilihat melalui Signet Jewelers.
Apakah Tiffany & Co. memiliki saham?
Tiffany & Co. tidak lagi memiliki saham yang diperdagangkan secara terpisah. Perusahaan menjadi bagian dari LVMH setelah proses akuisisi selesai pada 2021. Investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap Tiffany melalui pasar modal dapat mempelajari saham perusahaan induknya, LVMH.
Apakah Cartier memiliki saham?
Cartier tidak memiliki ticker saham tersendiri. Brand tersebut berada di bawah Compagnie Financière Richemont SA, perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di SIX Swiss Exchange.
Apa yang perlu diperhatikan sebelum membeli saham perhiasan?
Investor dapat memperhatikan pertumbuhan revenue dan same-store sales, harga jual rata-rata, volume penjualan, gross margin, inventory, free cash flow, biaya bahan baku, performa masing-masing brand, serta kondisi daya beli konsumen. Risiko dan valuasi saham juga perlu dianalisis sebelum mengambil keputusan.
Disclaimer: Artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen investasi tertentu. Investasi memiliki risiko. Pelajari kinerja perusahaan, kondisi industri, valuasi, dan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Referensi +
- Signet Jewelers – Brands
- LVMH – Tiffany & Co.
- LVMH – Watches & Jewelry
- Richemont – Cartier
- Richemont – Shareholder Information
- Chopard – Our History
- Graff – Heritage & Beginnings
- Swarovski – Sustainability/Company Report






