Income adalah pendapatan atau penghasilan yang diterima seseorang atau perusahaan dari berbagai sumber dalam periode tertentu. Sumber income dapat berasal dari pekerjaan, bisnis, investasi, maupun aktivitas lainnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, income biasanya dikaitkan dengan gaji atau penghasilan. Sementara dalam bisnis dan investasi, istilah ini bisa memiliki konteks yang lebih luas.
Yuk, simak!
Apa Itu Income?
Income adalah pendapatan atau penghasilan yang diperoleh individu maupun perusahaan dalam periode tertentu. Sumbernya bisa berasal dari pekerjaan, kegiatan usaha, investasi, sewa aset, bunga, dividen, dan sumber lainnya.
Dalam konteks keuangan pribadi, income dapat berupa gaji bulanan, bonus, penghasilan freelance, hingga hasil investasi.
Sementara pada perusahaan, income berkaitan dengan penghasilan yang muncul dari aktivitas perusahaan dan transaksi lainnya. Dalam kerangka IFRS, income didefinisikan lebih luas sebagai kenaikan aset atau penurunan liabilitas yang menyebabkan kenaikan ekuitas, selain kontribusi dari pemilik.
Karena itu, income tidak selalu berarti laba bersih. Maknanya perlu dilihat berdasarkan konteks penggunaannya.
Misalnya:
- Gaji Rp8 juta per bulan merupakan income bagi seorang karyawan.
- Pendapatan dari pekerjaan freelance merupakan income.
- Dividen yang diterima dari saham merupakan income investasi.
- Dalam laporan keuangan, income merupakan konsep akuntansi yang lebih luas dan tidak selalu identik dengan revenue atau net income.
OJK sendiri membedakan istilah pendapatan, pendapatan bersih, dan laba. Pendapatan bersih merupakan selisih positif antara total pendapatan dan biaya dalam periode tertentu setelah memperhitungkan pajak, sedangkan laba merupakan kelebihan pendapatan dibandingkan biaya untuk memperoleh pendapatan tersebut.
Jenis-Jenis Income

Income dapat dibedakan berdasarkan sumbernya. Beberapa jenis yang umum digunakan dalam keuangan pribadi dan investasi adalah sebagai berikut.
1. Earned Income
Earned income adalah penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan secara langsung.
Contohnya:
- Gaji karyawan
- Upah
- Bonus
- Komisi
- Honor freelance
- Fee jasa profesional
Jenis income ini biasanya membutuhkan waktu dan tenaga secara langsung. Ketika seseorang berhenti bekerja, sumber penghasilan tersebut juga dapat berhenti.
2. Passive Income
Passive income adalah penghasilan yang dapat diperoleh tanpa keterlibatan aktif secara terus-menerus.
Contohnya antara lain:
- Uang sewa properti
- Royalti
- Bunga
- Dividen saham
- Pendapatan dari aset digital tertentu
Namun, passive income bukan berarti selalu tanpa usaha. Biasanya diperlukan modal, aset, atau pekerjaan di awal sebelum sumber penghasilan tersebut dapat menghasilkan secara berkala.
Baca juga: 15 Ide Passive Income Modal Kecil untuk Pelajar & Mahasiswa
3. Investment Income
Investment income adalah penghasilan yang berasal dari aktivitas investasi atau kepemilikan aset.
Contohnya adalah:
- Dividen saham
- Bunga obligasi
- Bunga deposito
- Pendapatan dari reksa dana
- Keuntungan dari kenaikan nilai investasi yang direalisasikan
Dalam investasi saham, investor dapat memperoleh hasil dari dua sumber utama, yaitu kenaikan harga saham dan pembayaran dividen.
4. Business Income
Business income adalah penghasilan yang berasal dari kegiatan menjalankan bisnis.
Contohnya adalah pendapatan pemilik toko dari penjualan barang, penghasilan restoran dari penjualan makanan, atau pendapatan perusahaan dari jasa yang diberikan kepada pelanggan.
Besarnya business income dapat berubah tergantung jumlah penjualan, harga produk, biaya operasional, dan kondisi bisnis.
Contoh Income Berdasarkan Jenisnya
Supaya lebih mudah dipahami, berikut contoh income berdasarkan sumbernya.
| Jenis Income | Contoh | Sumber |
| Earned income | Gaji Rp8 juta per bulan | Pekerjaan |
| Passive income | Uang sewa Rp3 juta per bulan | Properti |
| Investment income | Dividen saham Rp1 juta | Investasi saham |
| Business income | Pendapatan toko Rp20 juta | Usaha |
| Professional income | Fee Rp5 juta per proyek | Jasa profesional |
Sebagai contoh, seorang karyawan memiliki gaji Rp8 juta per bulan. Ia kemudian mendapatkan Rp2 juta dari pekerjaan freelance dan Rp500 ribu dari dividen saham.
Maka, ketiga pemasukan tersebut sama-sama dapat menjadi bagian dari income, tetapi berasal dari sumber yang berbeda.
Baca juga: 7+ Cara Mengatur Gaji 5 Juta yang Realistis dan Ampuh
Perbedaan Income dan Revenue

Revenue biasanya merujuk pada pendapatan yang diperoleh perusahaan dari aktivitas utamanya, sedangkan income merupakan istilah yang cakupannya dapat lebih luas.
Revenue sebagai jumlah uang atau gross income yang dihasilkan perusahaan dari penjualan barang dan jasa. Sementara net income merupakan laba yang diperoleh setelah revenue dikurangi biaya dan pajak.
Perbedaannya sebagai berikut:
| Aspek | Income | Revenue |
| Pengertian | Istilah untuk penghasilan/kenaikan ekonomi yang cakupannya bergantung konteks | Pendapatan yang umumnya berasal dari penjualan barang atau jasa |
| Cakupan | Dapat mencakup berbagai sumber penghasilan | Lebih spesifik pada pendapatan dari aktivitas utama |
| Dalam keuangan pribadi | Gaji, bonus, dividen, dan penghasilan lainnya | Lebih sering digunakan dalam konteks bisnis |
| Dalam laporan keuangan | Bisa merujuk pada income secara akuntansi atau net income sesuai konteks | Pendapatan sebelum dikurangi beban |
| Contoh | Dividen atau net income, tergantung konteks | Penjualan produk Rp100 juta |
Contohnya:
Sebuah perusahaan memperoleh penjualan sebesar Rp100 juta. Angka tersebut merupakan revenue.
Setelah dikurangi biaya produksi, gaji, pemasaran, bunga, pajak, dan biaya lainnya, perusahaan mungkin memperoleh laba bersih Rp15 juta.
Jangan langsung menganggap income = revenue = profit. Ketiganya harus dilihat berdasarkan konteks penggunaannya.
Mengapa Memahami Income Penting untuk Investasi?
Memahami income penting bagi investor karena penghasilan dapat menentukan berapa besar dana yang tersedia untuk dialokasikan ke investasi.
Misalnya, seseorang memiliki income Rp10 juta per bulan. Setelah dikurangi kebutuhan dan kewajiban, terdapat dana Rp2 juta yang dapat dialokasikan untuk investasi.
Income juga penting ketika menganalisis perusahaan.
Investor dapat melihat pendapatan dan laba perusahaan melalui laporan keuangan untuk memahami bagaimana bisnis menghasilkan uang. OJK menjelaskan bahwa laporan laba rugi merupakan laporan yang menggambarkan pendapatan dan biaya perusahaan dalam periode tertentu untuk menunjukkan laba atau rugi.
Income dari Investasi Saham
Income juga dapat berasal dari kepemilikan saham.
Salah satu contohnya adalah dividen, yaitu bagian dari laba perusahaan yang dibayarkan kepada pemegang saham.
Selain dividen, investor juga dapat memperoleh capital gain apabila menjual investasi dengan harga lebih tinggi daripada harga pembelian.
Namun, kenaikan harga saham tidak selalu menghasilkan keuntungan karena harga saham juga dapat turun. Karena itu, income dari investasi tidak dapat dianggap sebagai pemasukan yang pasti.
Kesimpulan
Income adalah pendapatan atau penghasilan yang diterima individu maupun perusahaan dari berbagai sumber dalam periode tertentu.
Jenis income dapat berasal dari pekerjaan, bisnis, investasi, maupun sumber pasif. Dalam konteks investasi, income dapat berupa dividen, bunga, atau hasil dari aset lainnya.
Income juga berbeda dari revenue. Revenue umumnya mengacu pada pendapatan perusahaan dari penjualan barang atau jasa, sedangkan income memiliki cakupan yang bergantung pada konteks penggunaannya.
Mulai Investasi Saham di Nanovest
Setelah memahami income dan mengatur dana yang tersedia, kamu bisa mulai mempelajari berbagai instrumen investasi, termasuk saham Amerika, emas, hingga crypto.
Nanovest menyediakan akses investasi multi-asset sehingga kamu dapat mempelajari dan memilih aset sesuai tujuan serta profil risiko.
Investasi di Berbagai Aset dalam Satu Aplikasi
Akses saham Amerika, emas, dan kripto melalui Nanovest.






