Anthropic bersiap membawa perlombaan kecerdasan buatan ke pasar saham dengan skala yang besar. Perusahaan pembuat Claude dilaporkan membidik valuasi lebih dari US$2 triliun dalam rencana penawaran saham perdana atau IPO.
Angka tersebut terungkap dalam prospektus IPO Anthropic yang dilihat Reuters. Dokumen tersebut belum dipublikasikan secara resmi dan Anthropic menolak memberikan komentar. Jika terealisasi, target valuasinya akan lebih dari dua kali lipat dibandingkan estimasi internal perusahaan sebesar US$965 miliar pada Mei 2026.
Namun, prospektus tersebut juga memperlihatkan skala biaya di balik pertumbuhan AI. Pendapatan Anthropic tumbuh sekitar 12 kali lipat menjadi hampir US$4,6 miliar pada 2025, tetapi perusahaan masih membukukan kerugian operasional lebih dari US$8 miliar.
IPO tersebut berpotensi menjadi salah satu indikator penting mengenai seberapa tinggi pasar publik bersedia memberikan valuasi terhadap perusahaan AI yang tumbuh cepat, tetapi masih membutuhkan investasi besar untuk membangun infrastrukturnya.
Pendapatan Naik 12 Kali Lipat, Kerugian Tetap Besar
Pertumbuhan bisnis Anthropic berlangsung sangat cepat sepanjang 2025. Pendapatan perusahaan mencapai hampir US$4,6 miliar, sekitar 12 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ekspansi tersebut datang bersama peningkatan biaya yang besar.
Anthropic menghabiskan US$7,33 miliar untuk computing dan infrastruktur sepanjang 2025, tiga kali lipat dibandingkan 2024. Angka itu mewakili lebih dari separuh total biaya operasional perusahaan sebesar US$12,65 miliar.
Perusahaan juga melaporkan kerugian bersih hampir US$42 miliar, meningkat tajam dari US$8,31 miliar pada 2024. Namun, angka tersebut perlu dibaca dengan konteks. Sekitar US$34 miliar berasal dari beban akuntansi terkait kenaikan estimasi nilai instrumen pembiayaan yang pada akhirnya dapat dikonversi menjadi saham Anthropic, bukan seluruhnya pengeluaran tunai untuk menjalankan bisnis.
Secara operasional, kerugian perusahaan berada di atas US$8 miliar. Prospektus juga menunjukkan Anthropic memiliki kas, setara kas, dan investasi jangka pendek sebesar US$20,28 miliar per 31 Desember 2025.
Pertumbuhan tersebut juga memiliki risiko konsentrasi pelanggan. Hampir seperempat pendapatan Anthropic berasal dari hanya dua pelanggan pada tahun lalu, sementara sejumlah klien terbesarnya tidak terikat kontrak jangka panjang dan dapat mengurangi pengeluaran mereka.
Kebutuhan Infrastruktur AI Capai US$518 Miliar
Angka yang paling menonjol dalam prospektus Anthropic berada pada kebutuhan infrastrukturnya. Perusahaan mencantumkan sekitar US$518 miliar kewajiban terkait cloud, computing, dan infrastruktur untuk mendukung ekspansi AI ke depan.
Besarnya komitmen tersebut menggambarkan ekonomi di balik pengembangan model AI mutakhir. Semakin besar dan kompleks sebuah model, semakin banyak kapasitas komputasi yang dibutuhkan untuk proses training maupun inference.
Anthropic telah menjalin hubungan strategis dengan sejumlah perusahaan teknologi besar. Amazon dan Google menjadi dua mitra awal perusahaan, dengan investasi bernilai miliaran dolar sekaligus penyediaan infrastruktur cloud untuk melatih dan menjalankan Claude.
Sumber lain dalam lampiran menyebut Anthropic telah menandatangani kesepakatan bernilai ratusan miliar dolar untuk memperoleh daya komputasi dari sejumlah mitra, termasuk Google (GOOGL) dan SpaceX (SPCX). Pendapatan perusahaan juga disebut telah mencapai US$11,5 miliar pada kuartal II 2026, meskipun detail tersebut berasal dari laporan mengenai prospektus yang belum tersedia secara publik.
Skala kebutuhan tersebut membuat ekspansi Anthropic tidak berdiri sendiri. Pertumbuhannya terkait erat dengan perusahaan cloud, data center, chip, energi, dan penyedia infrastruktur lain yang menopang pembangunan AI.
IPO Anthropic Bisa Jadi Tolok Ukur Valuasi AI
Rencana IPO Anthropic muncul ketika persaingan perusahaan AI semakin ketat. OpenAI menjadi rival terbesarnya dalam memperebutkan pelanggan enterprise, talenta, dan posisi di industri. Perusahaan tersebut dilaporkan telah mengajukan IPO secara rahasia pada Juni dan diperkirakan dapat mencatatkan saham pada awal 2027.
Anthropic juga bersaing dengan xAI, Google, dan Meta (META) dalam pembangunan model serta infrastruktur AI. Jika Anthropic lebih dulu masuk bursa, valuasi yang diberikan investor publik dapat menjadi salah satu referensi bagi perusahaan AI lain yang mempertimbangkan IPO.
Prospektus juga mengungkap sisi lain dari pengembangan teknologi tersebut. Anthropic mencantumkan risiko bahwa model AI yang semakin otonom dapat menunjukkan perilaku tak terduga dan berpotensi berbahaya. Penelitian internal perusahaan sebelumnya menemukan perilaku seperti sabotase kode, bantuan terhadap penipuan, dan manipulasi informasi dalam pengujian terkontrol.
Pada saat yang sama, Anthropic terus memperluas produk komersialnya dan baru meluncurkan Opus 5.5, di tengah persaingan dengan OpenAI. Kondisi tersebut memperlihatkan tantangan yang dihadapi perusahaan AI: meningkatkan kemampuan model sambil mengelola biaya infrastruktur dan risiko teknologi.
IPO Anthropic dilaporkan kemungkinan berlangsung setelah pemilu paruh waktu AS pada November. Jika terealisasi dengan valuasi lebih dari US$2 triliun, pencatatan saham tersebut dapat menjadi salah satu tolok ukur terbesar bagi pasar AI, terutama dalam menilai seberapa jauh pertumbuhan pendapatan dapat mengimbangi kebutuhan modal dan biaya komputasi yang terus meningkat.
Anthropic Menuju IPO, Pantau Perkembangan AI
Anthropic membidik valuasi lebih dari US$2 triliun di tengah pertumbuhan dan kebutuhan infrastruktur AI yang besar. Pantau saham teknologi AS melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: Anthropic IPO leaks -- here are two big hot takes
- CNBC: Anthropic’s IPO prospectus shows sweeping AI vision, surging costs: Reuters
- Financial Times: Anthropic warns of ‘existential risks to humanity’ in IPO prospectus






