Qualcomm (QCOM) memperkuat strateginya di perangkat berbasis AI dengan memperkenalkan dua chip smartphone premium baru yang dirancang untuk menjalankan model dan agen AI secara langsung di perangkat.
Dalam Snapdragon Summit di Maui, Hawaii, perusahaan memperkenalkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Keduanya menjadi bagian dari strategi Qualcomm untuk menggeser pengalaman smartphone dari sekadar menjalankan perintah menuju AI yang dapat memahami konteks dan menyelesaikan tugas bagi pengguna.
Peluncuran tersebut juga datang pada saat yang tidak mudah bagi industri smartphone. Kenaikan harga memori menekan biaya perangkat, sementara Counterpoint Research memperkirakan pengiriman smartphone global akan turun 14% sepanjang 2026.
Snapdragon Baru Bidik Era Agentic AI
Qualcomm merancang generasi terbaru Snapdragon dengan fokus pada on-device AI, yaitu pemrosesan kecerdasan buatan yang dilakukan langsung di smartphone tanpa seluruh pekerjaan harus dikirim ke cloud.
Chip tersebut menggabungkan CPU, GPU, dan neural processing unit (NPU) untuk menangani beban kerja AI, termasuk agen yang dapat berjalan di latar belakang. Qualcomm juga menambahkan fitur keamanan untuk mengatur akses agen AI terhadap data sensitif pengguna.
Versi tertingginya, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, disebut mampu menjalankan model AI dengan hingga 30 miliar parameter. Kemampuan tersebut membuka ruang bagi AI di smartphone untuk tidak hanya merespons perintah, tetapi juga memahami konteks pengguna dan menjalankan sejumlah tugas secara lebih mandiri.
Google menjadi salah satu perusahaan yang menunjukkan bagaimana kemampuan tersebut dapat digunakan. Gemini nantinya dapat memanfaatkan kemampuan pemrosesan dan sensor perangkat untuk memahami konteks pengguna, misalnya ketika seseorang sedang berada di dalam mobil.
Qualcomm melihat pemrosesan AI secara lokal sebagai alternatif yang lebih efisien dibandingkan menjalankan seluruh aplikasi AI melalui cloud. Pendekatan ini juga menempatkannya dalam persaingan yang semakin langsung dengan Apple, yang turut mendorong pemrosesan AI di perangkat melalui iPhone.
Secara hardware, Snapdragon 8 Elite Gen 6 akan menggunakan proses manufaktur 2 nanometer Taiwan Semiconductor (TSM) dan direncanakan hadir di smartphone Android premium dari produsen seperti Xiaomi, Motorola, dan ZTE.
Chip Baru Hadir saat Pasar Smartphone Menyusut
Dorongan Qualcomm ke agentic AI datang ketika industri smartphone menghadapi tekanan dari kenaikan biaya komponen, terutama memori.
Counterpoint Research memperkirakan pengiriman smartphone global turun sekitar 14% pada 2026, dengan kontraksi tambahan sekitar 1% berpotensi terjadi pada 2027. Kondisi tersebut mendorong produsen smartphone untuk semakin berfokus pada segmen premium, yang menyasar konsumen dengan kemampuan belanja lebih tinggi.
Strategi itu membuat kemampuan AI berpotensi menjadi salah satu pembeda utama perangkat kelas atas. Qualcomm memosisikan smartphone dengan chip premium Snapdragon sebagai pusat pemrosesan AI yang mampu menjalankan model dan menghasilkan token tanpa sepenuhnya bergantung pada cloud.
Apple (AAPL) bergerak ke arah serupa. Perusahaan tersebut juga menempatkan kemampuan pemrosesan AI langsung di perangkat sebagai bagian penting dari generasi terbaru iPhone, sehingga persaingan chip smartphone premium kini semakin meluas dari performa CPU dan GPU menuju kemampuan menjalankan AI secara lokal.
Bagi Qualcomm, keberhasilan mempertahankan posisinya di segmen premium tetap penting. Meski perusahaan sedang memperluas bisnis ke otomotif, PC, perangkat edge, hingga data center, smartphone masih menjadi kontributor terbesar pendapatannya.
Pada laporan keuangan Juli, segmen Qualcomm CDMA Technologies (QCT), yang mencakup handset, IoT, dan otomotif, menghasilkan US$8,5 miliar dari total pendapatan kuartalan US$9,9 miliar. Bisnis handset sendiri menyumbang lebih dari US$5,1 miliar, sementara otomotif mencapai US$1,5 miliar.
Qualcomm Perluas AI dari Smartphone hingga Data Center
Peluncuran Snapdragon baru menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengurangi ketergantungan Qualcomm terhadap pasar smartphone tanpa meninggalkan bisnis yang masih menjadi sumber pendapatan utamanya.
Perusahaan sebelumnya memperluas penggunaan teknologinya ke laptop, smart glasses, kendaraan, dan berbagai perangkat edge. Kini, ekspansi tersebut bergerak lebih jauh ke infrastruktur AI melalui bisnis data center.
Pada investor day Juni, Qualcomm memperkenalkan lini komponen dan server data center serta hampir menggandakan proyeksi pendapatan dari bisnis non-handset pada tahun fiskal 2029 menjadi US$40 miliar.
Strategi tersebut memperlihatkan dua jalur pertumbuhan AI yang sedang dikejar Qualcomm. Di satu sisi, perusahaan ingin menjadikan smartphone dan perangkat edge sebagai tempat AI diproses semakin dekat dengan pengguna. Di sisi lain, Qualcomm mulai memperluas kehadirannya ke data center, pasar yang selama ini didominasi pemain seperti Nvidia (NVDA).
Untuk bisnis smartphone dalam waktu dekat, perhatian akan tertuju pada adopsi Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan versi Extreme oleh produsen Android premium serta sejauh mana kemampuan agentic AI dapat menjadi alasan konsumen melakukan upgrade di tengah kontraksi pasar.
Bagi QCOM, perkembangan tersebut juga akan menunjukkan apakah AI dapat membantu memperkuat bisnis handset sambil perusahaan memperbesar sumber pendapatan baru di luar smartphone.
Agentic AI Masuk Smartphone, Pantau QCOM
Qualcomm membawa agentic AI langsung ke smartphone lewat Snapdragon generasi baru. Pantau QCOM dan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest serta ikuti perkembangan pasar terbaru.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- CNBC: Qualcomm releases Android chip built for AI as memory shortage weighs on smartphone market
- Yahoo Finance: Qualcomm reveals 2 new smartphone chips focusing on agentic AI






