Saham SpaceX (SPCX) menguat setelah perusahaan mengumumkan jadwal terbaru Starship Flight 14. Harga SPCX naik 5,17% menjadi US$150,88 pada perdagangan 16 September 2026, dari penutupan sebelumnya sebesar US$143,46.
SpaceX menargetkan peluncuran dilakukan paling cepat pada 22 September dari Starbase, Texas. Misi tersebut masih menunggu persetujuan regulator serta dapat mengalami perubahan jadwal akibat kondisi teknis dan cuaca.
Flight 14 akan menjadi penerbangan pertama yang menargetkan penempatan Starship ke orbit stabil. Misi ini juga akan menguji kemampuan kendaraan dalam membawa dan melepaskan satelit Starlink V3.
Saham SpaceX Menguat Setelah Jadwal Diumumkan
Dengan harga US$150,88, saham SpaceX telah naik sekitar 11,8% dibandingkan harga penawaran umum perdana sebesar US$135 pada Juni 2026.
SpaceX memperoleh dana bersih sekitar US$85,7 miliar dari penawaran 638,9 juta saham Kelas A. Saham perusahaan mulai diperdagangkan di Nasdaq pada 12 Juni 2026 dengan kode SPCX.
Kenaikan terbaru membawa kapitalisasi pasar SpaceX melampaui US$2 triliun. Meski demikian, harga sahamnya mengalami pergerakan yang cukup lebar sejak IPO. SPCX sempat diperdagangkan hingga US$225,64 dan pernah turun ke sekitar US$104,83.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa harga saham SpaceX tidak hanya dipengaruhi perkembangan Starship. Pasar juga mempertimbangkan pertumbuhan Starlink, kinerja keuangan, belanja modal, kontrak pemerintah, dan perkembangan bisnis perusahaan lainnya.
Rincian Starship Flight 14
Starship Flight 14 dijadwalkan memiliki jendela peluncuran selama 75 menit mulai pukul 07.15 waktu setempat. Peluncuran akan dilakukan dari fasilitas SpaceX di Starbase, Texas.
Berbeda dari 13 penerbangan sebelumnya yang menggunakan lintasan suborbital, Flight 14 dirancang membawa Starship memasuki orbit stabil. Wahana tersebut akan terbang pada ketinggian sekitar 275 kilometer dan mengelilingi Bumi kurang lebih enam kali.
Total penerbangan diperkirakan berlangsung hampir 10 jam. Setelah menyelesaikan rangkaian pengujian di orbit, Starship akan diarahkan untuk melakukan pendaratan air di Samudra Pasifik, sebelah barat Chile.
Super Heavy sebagai roket pendorong akan menjalani tahap peluncuran, pemisahan, manuver kembali, dan pendaratan air di Teluk Meksiko. Dalam penerbangan ini, SpaceX tidak merencanakan penangkapan Super Heavy maupun Starship menggunakan menara peluncuran.
Rangkaian tersebut akan memberikan data mengenai sistem propulsi, komunikasi, navigasi, perlindungan panas, dan kemampuan Starship bertahan dalam penerbangan berdurasi panjang.
Starship Membawa 26 Satelit Starlink V3
Flight 14 dijadwalkan membawa 26 satelit Starlink V3. Muatan tersebut menjadi kelompok pertama satelit V3 operasional yang dibawa Starship.
Pada penerbangan sebelumnya, SpaceX menggunakan simulator atau prototipe untuk menguji mekanisme pelepasan muatan. Flight 14 akan memperluas pengujian tersebut dengan satelit yang dirancang untuk menjadi bagian dari jaringan Starlink.
Starship memiliki kapasitas muatan lebih besar dibandingkan Falcon 9. Kapasitas tersebut dibutuhkan karena Starlink V3 memiliki ukuran dan kemampuan transmisi yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Penggunaan Starship dapat meningkatkan jumlah satelit yang ditempatkan dalam satu penerbangan. SpaceX juga menargetkan sistem tersebut dapat digunakan kembali, sehingga biaya peluncuran per satelit dapat berkurang ketika frekuensi penerbangan sudah meningkat.
Pada akhir kuartal II 2026, SpaceX mengoperasikan lebih dari 10.200 satelit Starlink broadband dan seluler. Layanan tersebut menjangkau pelanggan di 167 negara, wilayah, dan pasar lainnya.
Pendapatan SpaceX Tumbuh 92%
SpaceX membukukan pendapatan sebesar US$7,81 miliar pada kuartal II 2026, meningkat 92% dibandingkan US$4,07 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perusahaan masih mencatat kerugian bersih sebesar US$541 juta. Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan mencapai US$3,54 miliar, naik dari US$1,21 miliar pada kuartal II 2025.
Segmen konektivitas yang mencakup Starlink mencatat pendapatan US$4,29 miliar, meningkat 66% secara tahunan. Segmen tersebut menghasilkan laba operasional US$1,66 miliar dan EBITDA yang disesuaikan sebesar US$2,60 miliar.
Jumlah pelanggan Starlink mencapai 12 juta pada akhir Juni 2026, dua kali lipat dari enam juta pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan rata-rata per pelanggan tercatat sebesar US$66 per bulan.
Sementara itu, segmen antariksa membukukan pendapatan US$962 juta dan kerugian operasional sebesar US$542 juta. Belanja modal untuk segmen ini mencapai US$1,17 miliar selama kuartal tersebut.
SpaceX menutup kuartal II dengan kas, setara kas, dan surat berharga senilai US$100 miliar. Perusahaan juga memiliki kontrak yang belum direalisasikan atau backlog sebesar US$47,5 miliar.
Hasil Flight 14 Akan Menjadi Data Berikutnya
Beberapa tahapan utama Flight 14 mencakup keberhasilan peluncuran, pemisahan Super Heavy, penempatan Starship ke orbit, pelepasan satelit Starlink V3, penerbangan selama enam putaran, dan proses masuk kembali ke atmosfer.
Hasil misi juga akan menunjukkan kondisi lapisan pelindung panas setelah penerbangan hampir 10 jam. Data tersebut dibutuhkan sebelum SpaceX meningkatkan durasi, muatan, serta frekuensi penerbangan Starship.
Cathie Wood memperkirakan satu peluncuran Starship dapat menghasilkan pendapatan hingga US$1 miliar jika kendaraan membawa muatan Starlink dalam kapasitas penuh. Ia juga menyebut skenario 10.000 penerbangan per tahun atau sekitar 27 peluncuran per hari.
Proyeksi tersebut merupakan estimasi jangka panjang, bukan panduan resmi perusahaan. Sebagai konteks, kajian lingkungan FAA saat ini mencakup izin hingga 25 peluncuran orbital Starship per tahun dari Starbase. Jumlah itu hanya berlaku untuk fasilitas di Texas dan tidak mencakup lokasi peluncuran lain yang dapat dikembangkan SpaceX.
Flight 14 menjadi tahap berikutnya dalam pengembangan Starship menuju sistem peluncuran orbital yang dapat digunakan kembali. Dampaknya terhadap operasi komersial SpaceX akan bergantung pada hasil penerbangan, jadwal pengujian berikutnya, persetujuan regulator, dan kemampuan perusahaan meningkatkan frekuensi peluncuran.
Starship Siap Terbang, Pantau SPCX
Flight 14 menjadi perkembangan berikutnya yang perlu dicermati dari SpaceX. Pantau SPCX dan saham AS lainnya melalui Nanovest, serta ikuti perkembangan teknologi dan Wall Street terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- SpaceX Flight 14
- Laporan Kuartal II SpaceX
- Yahoo Finance
- Laporan SpaceX






