Saham syariah menjadi salah satu pilihan investasi bagi investor yang ingin berinvestasi di pasar modal dengan tetap memperhatikan prinsip syariah.
Namun, tidak semua saham otomatis tergolong sebagai saham syariah. Di Indonesia, suatu saham perlu memenuhi kriteria yang ditetapkan berdasarkan ketentuan pasar modal syariah dan masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lalu, apa itu saham syariah, apa saja kriterianya, saham syariah apa saja yang tersedia, dan bagaimana cara membelinya?
Apa Itu Saham Syariah?
Saham syariah adalah saham yang memenuhi prinsip syariah di pasar modal.
Sham syariah tetap merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Perbedaannya terletak pada kegiatan usaha dan kondisi keuangan perusahaan yang harus memenuhi kriteria syariah.
Di Indonesia, OJK menetapkan Daftar Efek Syariah (DES) sebagai kumpulan efek yang memenuhi kriteria efek syariah. DES OJK menjadi acuan bagi penerbit indeks efek syariah di dalam negeri, manajer investasi yang mengelola portofolio efek syariah, serta perusahaan efek yang memiliki sistem perdagangan online syariah.
Jadi, istilah saham syariah tidak berarti saham tersebut hanya berasal dari perusahaan yang menggunakan label atau nama “syariah”.
Perusahaan biasa juga dapat masuk ke dalam DES selama memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Apa Saja Kriteria Saham Syariah?

Untuk menentukan apakah suatu saham memenuhi prinsip syariah, terdapat beberapa aspek yang diperhatikan, terutama kegiatan usaha dan kondisi keuangan perusahaan.
Ketentuan terbaru terkait penerbitan DES di Indonesia diatur dalam POJK Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penerbitan Daftar Efek Syariah dan Daftar Efek Syariah Luar Negeri. Regulasi ini menggantikan ketentuan sebelumnya dan antara lain melakukan penyesuaian terhadap kriteria rasio keuangan syariah.
1. Kegiatan usaha perusahaan
Perusahaan tidak boleh menjalankan kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal.
Karena itu, proses screening tidak hanya melihat apakah sebuah perusahaan menghasilkan keuntungan, tetapi juga melihat sumber kegiatan dan pendapatannya.
2. Rasio keuangan
Selain kegiatan usaha, kondisi keuangan perusahaan juga menjadi bagian dari proses screening.
Artinya, sebuah perusahaan yang kegiatan utamanya terlihat sesuai dengan prinsip syariah belum tentu otomatis masuk DES apabila tidak memenuhi kriteria keuangan yang berlaku.
3. Status dapat berubah
Status syariah sebuah saham tidak bersifat permanen.
Perusahaan dapat masuk atau keluar dari DES apabila hasil penelaahan menunjukkan bahwa perusahaan memenuhi atau tidak lagi memenuhi kriteria efek syariah.
Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya mengandalkan daftar lama ketika ingin mengetahui apakah suatu saham masih termasuk saham syariah.
Baca juga: Hukum Investasi Saham Dalam Pandangan Islam, Halal atau Haram?
Saham Syariah Apa Saja?
Beberapa saham yang populer di pasar Indonesia dapat masuk dalam daftar efek syariah. Namun, status setiap saham harus tetap diperiksa berdasarkan DES terbaru, karena daftar dapat berubah.
| Contoh saham | Ticker | Sektor |
| Aneka Tambang | ANTM | Bahan baku |
| Astra International | ASII | Barang konsumen & industri |
| Bank Syariah Indonesia | BRIS | Keuangan |
| Charoen Pokphand Indonesia | CPIN | Barang konsumen |
| Indofood CBP Sukses Makmur | ICBP | Barang konsumen |
| Indofood Sukses Makmur | INDF | Barang konsumen |
| Kalbe Farma | KLBF | Kesehatan |
| Merdeka Copper Gold | MDKA | Bahan baku |
| Perusahaan Gas Negara | PGAS | Energi |
| Telkom Indonesia | TLKM | Infrastruktur |
| United Tractors | UNTR | Barang industri |
Catatan: tabel di atas merupakan contoh untuk membantu memahami jenis saham yang dapat ditemukan dalam daftar saham syariah, bukan pengganti pengecekan DES terbaru OJK. Untuk menentukan status syariah pada saat investasi, gunakan daftar resmi OJK yang berlaku.
Bagaimana Cara Mengetahui Saham Syariah?
Cara paling aman untuk mengetahui status suatu saham adalah mengeceknya pada Daftar Efek Syariah terbaru OJK.
Langkahnya:
- Buka daftar DES terbaru OJK.
- Cari nama perusahaan atau kode saham.
- Pastikan saham tersebut tercantum dalam daftar yang berlaku.
- Perhatikan periode dan tanggal efektif daftar.
- Jika ingin berinvestasi secara rutin, lakukan pengecekan kembali ketika OJK menerbitkan DES terbaru.
Langkah ini penting karena saham yang sebelumnya masuk DES dapat mengalami perubahan status.

Daftar Efek Syariah (DES) adalah kumpulan efek syariah yang ditetapkan OJK atau diterbitkan oleh pihak penerbit DES.
DES bukan hanya berisi saham. OJK menjelaskan bahwa efek yang dapat dimuat dalam DES juga mencakup efek syariah lainnya sesuai ketentuan pasar modal.
Bagi investor saham, DES menjadi salah satu referensi penting untuk mengetahui saham yang memenuhi kriteria syariah di pasar modal Indonesia.
Baca juga: Apakah Investasi Halal? Kriteria, Dalil, dan Jenisnya
Apa Saja Indeks Saham Syariah di Indonesia?
Selain DES, investor juga dapat mengenal beberapa indeks saham syariah yang digunakan di pasar modal Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah:
| Indeks | Gambaran |
| ISSI | Indeks yang mengukur kinerja seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk DES |
| JII | Berisi saham syariah yang menjadi bagian dari Jakarta Islamic Index |
| JII70 | Mengukur kinerja 70 saham syariah yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu |
| IDX-MES BUMN 17 | Indeks yang mengukur kinerja saham syariah BUMN dan afiliasinya yang memenuhi kriteria |
| IDX Sharia Growth | Indeks saham syariah yang dirancang untuk mengukur kinerja saham dengan karakteristik pertumbuhan |
DES OJK digunakan sebagai salah satu acuan untuk indeks efek syariah di dalam negeri.
Apa Perbedaan Saham Syariah dan Saham Biasa?
Perbedaan utama saham syariah dan saham lainnya terletak pada screening berdasarkan prinsip syariah.
| Aspek | Saham Syariah | Saham Non-Syariah |
| Kepemilikan perusahaan | Ya | Ya |
| Dapat diperjualbelikan di bursa | Ya | Ya |
| Screening kegiatan usaha | Ada | Tidak menggunakan screening syariah |
| Screening rasio keuangan syariah | Ada | Tidak menggunakan kriteria syariah |
| Masuk DES | Memenuhi kriteria | Tidak |
| Dividen | Bisa | Bisa |
Dengan demikian, saham syariah tetap merupakan instrumen investasi saham. Perbedaannya berada pada kriteria kepatuhan syariah yang harus dipenuhi.
Apakah Saham Syariah Bisa Memberikan Dividen?
Ya.
Saham syariah dapat memberikan dividen apabila perusahaan memperoleh laba dan memutuskan untuk membagikan sebagian laba tersebut kepada pemegang saham sesuai kebijakan perusahaan dan keputusan RUPS.
Namun, status sebagai saham syariah tidak berarti perusahaan pasti membagikan dividen.
Jumlah dan jadwal dividen bergantung pada kinerja perusahaan, kebijakan pembagian laba, serta keputusan RUPS.
Apakah Saham Syariah Lebih Aman?
Tidak tepat menganggap saham syariah otomatis lebih aman hanya karena memenuhi prinsip syariah.
Saham tetap memiliki risiko investasi. Harga saham dapat naik dan turun karena kinerja perusahaan, kondisi ekonomi, sentimen pasar, serta berbagai faktor lainnya.
Status syariah menjelaskan kesesuaian saham dengan kriteria syariah, bukan jaminan bahwa harga saham akan naik atau investor tidak mengalami kerugian.
Karena itu, investor tetap perlu memahami bisnis perusahaan, kinerja keuangan, valuasi, dan risiko sebelum membeli saham.
Saham Syariah Amerika
Saham syariah tidak hanya tersedia di Indonesia. Investor yang ingin berinvestasi pada perusahaan Amerika juga dapat menggunakan referensi screening syariah.
Salah satu contohnya adalah MSCI USA Islamic Index, yang dirancang untuk mengukur kinerja perusahaan large dan mid cap di Amerika Serikat yang memenuhi prinsip investasi Islam.
MSCI menerapkan dua kelompok penyaringan utama, yaitu business activity screening dan financial ratio screening. Per 31 Agustus 2026, MSCI USA Islamic Index memiliki 139 konstituen.
Contoh perusahaan yang tercantum dalam factsheet MSCI USA Islamic Index per 30 April 2026 antara lain Microsoft, Tesla, Exxon Mobil, Micron Technology, AMD, Johnson & Johnson, Intel, Chevron, Cisco Systems, dan Procter & Gamble. Namun, daftar konstituen dapat berubah mengikuti rebalancing dan hasil screening terbaru.
Ada pula MSCI USA IMI Islamic Index yang mencakup saham large, mid, dan small cap di Amerika Serikat. Per 31 Agustus 2026, indeks tersebut memiliki 484 konstituen.
Baca juga: Saham Syariah Amerika: Peluang Investasi Global yang Halal, Modern, dan Potensial
Apakah Saham Amerika Sama dengan Saham Syariah Indonesia?
Tidak persis.
Di Indonesia, investor dapat menggunakan DES OJK sebagai acuan resmi untuk efek syariah di pasar modal Indonesia.
Sementara itu, saham Amerika dapat dinilai berdasarkan metodologi screening yang digunakan oleh indeks atau penyedia screening syariah tertentu.
Karena itu, investor perlu memperhatikan standar screening yang digunakan ketika mencari saham syariah Amerika.
Investasi di Berbagai Aset dalam Satu Aplikasi
Akses saham Amerika, emas, dan kripto melalui Nanovest.
Bagaimana Cara Membeli Saham Syariah?
Setelah menemukan saham yang sesuai dengan kriteria syariah, proses pembeliannya pada dasarnya sama seperti membeli saham melalui platform perdagangan yang menyediakan saham tersebut.
Secara umum, langkahnya adalah:
- Pilih perusahaan yang ingin dianalisis.
- Cek apakah saham masuk dalam daftar syariah yang menjadi acuan.
- Pelajari fundamental dan kinerja perusahaan.
- Tentukan jumlah dana yang ingin diinvestasikan.
- Gunakan platform investasi yang menyediakan saham tersebut.
- Masukkan kode saham dan lakukan transaksi sesuai mekanisme platform.
- Pantau perkembangan perusahaan dan status screening secara berkala.
Untuk saham Indonesia, pastikan status saham mengacu pada DES terbaru. Untuk saham Amerika, periksa metode screening syariah yang digunakan.
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Saham Syariah?
Memilih saham syariah tidak berhenti pada pengecekan status syariahnya.
Beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan adalah:
1. Pahami bisnis perusahaan
Kenali bagaimana perusahaan menghasilkan pendapatan, produk yang dijual, pasar yang dilayani, dan prospek industrinya.
2. Periksa laporan keuangan
Perhatikan pertumbuhan pendapatan, laba, arus kas, utang, dan indikator keuangan lainnya.
3. Perhatikan valuasi
Perusahaan yang bagus belum tentu menjadi investasi yang menarik jika harga sahamnya sudah terlalu tinggi dibandingkan fundamentalnya.
4. Jangan hanya mengejar dividen
Dividend yield dapat menjadi salah satu pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya indikator dalam memilih saham.
5. Cek status syariah secara berkala
Status saham dalam DES dapat berubah. Karena itu, investor perlu menggunakan daftar terbaru.
Kesimpulan
Saham syariah merupakan saham perusahaan yang memenuhi kriteria prinsip syariah di pasar modal. Di Indonesia, salah satu acuan utama untuk mengetahuinya adalah Daftar Efek Syariah (DES) OJK.
Pada DES Periodik I 2026, OJK menetapkan 622 saham emiten dan perusahaan publik sebagai efek syariah. Daftar ini dapat berubah sehingga investor sebaiknya selalu menggunakan DES terbaru ketika melakukan pengecekan.
Sementara itu, investor yang ingin mencari saham syariah Amerika dapat menggunakan referensi screening seperti MSCI USA Islamic Index. Dengan memahami perbedaan standar screening, investor dapat lebih tepat dalam menilai apakah suatu saham sesuai dengan kriteria syariah yang menjadi acuannya.
Pada akhirnya, status syariah merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Investor tetap perlu menganalisis bisnis, fundamental, valuasi, risiko, dan tujuan investasinya sebelum membeli saham.
FAQ Saham Syariah
Apa itu saham syariah?
Saham syariah adalah saham perusahaan yang memenuhi kriteria prinsip syariah di pasar modal berdasarkan ketentuan atau metodologi screening yang berlaku.
Saham syariah apa saja?
Di Indonesia, saham syariah mengacu pada saham yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah (DES). DES Periodik I 2026 yang ditetapkan OJK mencakup 622 saham emiten dan perusahaan publik.
Apakah saham syariah halal?
Saham yang masuk dalam DES OJK telah melalui proses penilaian berdasarkan kriteria efek syariah yang ditetapkan dalam regulasi pasar modal syariah. Untuk keputusan investasi dari sudut pandang keagamaan pribadi, investor dapat mempertimbangkan pandangan otoritas atau penasihat syariah yang dipercaya.
Apakah saham syariah bisa rugi?
Bisa. Saham syariah tetap memiliki risiko penurunan harga sehingga tidak ada jaminan keuntungan.
Apakah saham syariah bisa dapat dividen?
Bisa. Jika perusahaan membagikan dividen berdasarkan keputusan RUPS, pemegang saham syariah juga dapat menerima dividen.
Apakah saham syariah hanya ada di Indonesia?
Tidak. Terdapat pula saham perusahaan luar negeri yang dapat lolos screening syariah. Salah satu contohnya adalah perusahaan yang masuk dalam MSCI USA Islamic Index.
Apakah saham Tesla termasuk saham syariah?
Tesla tercantum sebagai salah satu konstituen dalam factsheet MSCI USA Islamic Index per 30 April 2026. Namun, status screening dapat berubah mengikuti pembaruan metodologi dan komposisi indeks, sehingga perlu dilakukan pengecekan pada data terbaru sebelum mengambil keputusan investasi.
Berapa jumlah saham syariah di Indonesia?
DES Periodik I 2026 yang ditetapkan OJK memuat 622 saham emiten dan perusahaan publik. Jumlah ini dapat berubah pada periode DES berikutnya atau melalui perubahan insidentil.






