Tabungan valas adalah rekening yang memungkinkan nasabah menyimpan dan melakukan transaksi menggunakan mata uang asing. Berbeda dengan rekening tabungan rupiah, saldo dalam rekening valas dapat disimpan dalam mata uang seperti dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), euro (EUR), yen Jepang (JPY), dan mata uang lainnya.
Produk ini biasanya digunakan oleh orang yang sering melakukan transaksi internasional, memiliki kebutuhan pembayaran dalam mata uang asing, atau ingin memiliki sebagian dana dalam valuta asing.
Menariknya, pilihan tabungan valas saat ini semakin beragam. Beberapa bank bahkan memungkinkan nasabah menyimpan banyak mata uang dalam satu rekening atau mengakses rekening secara digital.
Karena itu, sebelum membuka rekening, penting untuk mengetahui fitur dan biaya dari masing-masing produk.
Tabungan Valas yang Bisa Dipertimbangkan
Berikut beberapa pilihan tabungan valas dari perbankan di Indonesia yang memiliki fitur dan pilihan mata uang berbeda.
1. Nanovest ASDD Earn
ASDD Earn merupakan aset digital yang nilainya dirancang setara dengan Dolar Amerika Serikat (AS). Anda dapat mengalokasikan dana dalam bentuk dolar digital dan menikmati potensi imbal hasil (yield) hingga 4% per tahun, sesuai dengan pilihan tenor yang tersedia.
Nanovest menghadirkan Program Earn sebagai solusi cerdas bagi pengguna yang ingin mengoptimalkan dana menganggur (idle cash). Dengan fitur ini, aset Anda dapat terus bertumbuh tanpa perlu melakukan trading secara aktif setiap hari.
Keunggulan ASDD Earn:
- Berbasis US Dollar Digital (ASDD): Memberikan stabilitas nilai aset yang mengikuti pergerakan Dolar AS.
- Imbal Hasil Kompetitif: Menawarkan potensi yield yang menarik untuk memaksimalkan pertumbuhan aset Anda.
- Optimalisasi Idle Cash: Instrumen yang ideal untuk mengelola dana yang belum digunakan sembari memantau peluang investasi lainnya.
- Aksesibilitas Tinggi: Terintegrasi dan dapat diakses dengan mudah secara langsung melalui aplikasi Nanovest.
- Registrasi Praktis: Proses pembukaan akun dirancang agar cepat, mudah, dan efisien bagi setiap pengguna.
ASDD Earn jauh lebih menarik dan menguntungkan jika dibandingkan dengan rekening valas konvensional yang umumnya memberikan suku bunga relatif rendah.
2. BCA Dollar
BCA Dollar merupakan rekening valas dari BCA yang tersedia dalam mata uang USD dan SGD.
Nasabah dapat menggunakannya untuk kebutuhan menyimpan dana dalam mata uang asing sekaligus mengakses rekening melalui layanan digital BCA.
Setoran awal minimum untuk BCA Dollar adalah USD100 atau SGD200. Rekening ini juga tidak menetapkan saldo minimum yang harus mengendap, sementara biaya administrasi bulanannya mengikuti mata uang rekening.
BCA juga menyediakan fitur digital untuk membantu nasabah mengelola rekening valas melalui myBCA dan BCA mobile.
3. Mandiri Tabungan Valas
Mandiri Tabungan Valas menawarkan pilihan mata uang yang cukup beragam, mulai dari USD, SGD, JPY, EUR, CHF, GBP, AUD, hingga HKD.
Setoran awal dan saldo minimum berbeda-beda tergantung mata uang yang dipilih. Rekening ini juga dapat dihubungkan dengan Livin’ by Mandiri untuk mempermudah pengelolaan rekening secara digital.
Salah satu fitur yang menarik adalah fasilitas penarikan banknotes USD dengan ketentuan tertentu.
4. XTRA Savers Valas CIMB Niaga
Kalau mencari pilihan mata uang yang lebih banyak, XTRA Savers Valas dari CIMB Niaga bisa menjadi salah satu opsi.
Produk ini menyediakan hingga 15 mata uang, termasuk USD, SGD, EUR, GBP, JPY, AUD, CNY, CHF, HKD, CAD, NZD, THB, SAR, KRW, dan MYR.
Pembukaan rekening dapat dilakukan melalui OCTO. Produk ini juga menawarkan bebas biaya administrasi bulanan dan akses rekening 24/7.
5. BritAma Valas BRI
BritAma Valas merupakan rekening simpanan dalam mata uang asing dari BRI.
Pilihan mata uangnya mencakup USD, AUD, SGD, CNY, EUR, AED, HKD, JPY, SAR, GBP, MYR, dan THB.
Nasabah juga dapat mengakses rekening melalui jaringan layanan BRI sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. BNI Dollar
BNI Dollar menyediakan rekening dalam beberapa mata uang asing, yaitu USD, SGD, dan AUD.
Setoran awal minimum masing-masing mata uang adalah 100 unit mata uang terkait, dengan saldo minimum yang juga ditetapkan sesuai ketentuan produk.
BNI Dollar juga memberikan bunga berdasarkan saldo harian dan dapat diakses melalui layanan perbankan digital BNI.
7. Rekening Valas DBS
DBS menawarkan rekening valas yang memungkinkan nasabah menyimpan lebih dari 10 mata uang dalam satu rekening.
Beberapa mata uang yang tersedia antara lain USD, SGD, AUD, EUR, GBP, CAD, CHF, HKD, JPY, NZD, dan CNH.
Salah satu keunggulannya adalah konsep satu rekening untuk berbagai mata uang. Rekening juga dapat dikelola melalui aplikasi digibank dan tidak dikenakan biaya rekening maupun biaya konversi berdasarkan informasi produk yang berlaku.
8. Tanda iB Multicurrency OCBC
Tanda iB Multicurrency merupakan rekening valas berbasis syariah dari OCBC dengan konsep multicurrency.
Nasabah dapat menyimpan hingga 13 pilihan mata uang dalam satu rekening. Selain IDR dan USD, pilihan mata uang lainnya mencakup SGD, JPY, EUR, AUD, GBP, HKD, CHF, CAD, NZD, CNH, dan SAR.
Produk ini menggunakan akad mudharabah sehingga menjadi alternatif bagi nasabah yang mencari produk simpanan valas berbasis prinsip syariah.
9. Mega Valas
Mega Valas dari Bank Mega merupakan rekening yang dapat digunakan untuk menyimpan berbagai mata uang asing.
Bank Mega menyediakan kebutuhan banknotes dalam beberapa mata uang seperti USD, SGD, AUD, EUR, GBP, JPY, dan CNY.
Selain penyimpanan dana valas, fasilitasnya mencakup e-statement, remittance, automatic fund transfer, dan fitur lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: 7+ Perbedaan Deposito dan Tabungan, Mana yang Lebih Cocok Untukmu?
Apa Keuntungan Memiliki Tabungan Valas?
Memiliki rekening valas bukan hanya soal menyimpan dolar. Ada beberapa manfaat yang bisa dipertimbangkan.
1. Mempermudah Transaksi Internasional
Tabungan valas dapat membantu ketika kamu perlu melakukan pembayaran atau menerima dana dalam mata uang asing.
Misalnya, kamu memiliki kebutuhan biaya kuliah di luar negeri, perjalanan, pembelian barang dari luar negeri, atau pembayaran tertentu dalam mata uang asing.
Dengan menyimpan dana dalam mata uang yang dibutuhkan, kamu tidak selalu perlu melakukan konversi rupiah pada saat transaksi.
2. Bisa Menjadi Diversifikasi Mata Uang
Memiliki seluruh dana dalam satu mata uang juga memiliki risiko tersendiri.
Dengan menyimpan sebagian dana dalam mata uang asing, kamu dapat melakukan diversifikasi dari sisi mata uang. Namun, perlu diingat bahwa perubahan nilai tukar tetap dapat memberikan keuntungan maupun kerugian.
3. Lebih Praktis untuk Kebutuhan di Luar Negeri
Bagi orang yang rutin bepergian atau memiliki kebutuhan finansial di luar negeri, rekening valas dapat menjadi lebih praktis.
Beberapa produk bahkan sudah terintegrasi dengan kartu debit atau layanan digital yang memungkinkan transaksi dalam mata uang asing sesuai ketentuan bank.
4. Bisa Menjadi Bagian dari Strategi Keuangan
Tabungan valas juga dapat digunakan sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana.
Namun, penting membedakan antara menyimpan mata uang asing dan berinvestasi pada aset. Keduanya memiliki tujuan, risiko, dan potensi imbal hasil yang berbeda.
Baca juga: 5 Cara Beli Dollar USD dan Mata Uang Asing dengan Aman dan Mudah
Jangan Cuma Lihat Bunga, Perhatikan Hal Ini
Memilih tabungan valas sebaiknya tidak hanya berdasarkan bank mana yang menawarkan bunga paling tinggi.
Ada beberapa faktor lain yang justru bisa lebih relevan.
1. Pilihan Mata Uang
Pastikan mata uang yang kamu butuhkan tersedia. Kalau sering bertransaksi dalam USD, misalnya, tidak ada gunanya memilih rekening yang hanya menyediakan mata uang lain.
2. Spread Kurs
Spread adalah selisih antara kurs beli dan kurs jual mata uang.
Hal ini penting karena biaya sebenarnya dari menukar rupiah ke mata uang asing dan sebaliknya tidak hanya berasal dari biaya administrasi.
Baca juga: 100 Dolar Berapa Rupiah? Ini Cara Menghitung dan Dampaknya ke Investasi
3. Biaya Administrasi
Setiap bank memiliki ketentuan biaya yang berbeda. Ada produk yang mengenakan biaya bulanan, sementara beberapa produk menawarkan bebas biaya administrasi.
Selalu cek biaya terbaru sebelum membuka rekening.
4. Saldo Minimum dan Setoran Awal
Perhatikan berapa dana yang perlu disiapkan untuk membuka rekening dan berapa saldo minimum yang harus dipertahankan.
5. Kemudahan Transaksi
Kalau kamu lebih suka mengelola keuangan lewat smartphone, pilih rekening yang memiliki layanan digital yang mudah digunakan.
6. Tujuan Penggunaan
Tanyakan pada diri sendiri: rekening ini untuk apa?
Kalau untuk biaya sekolah di luar negeri atau traveling, kebutuhan utamanya mungkin adalah kemudahan transaksi. Kalau untuk diversifikasi, kamu perlu mempertimbangkan strategi pengelolaan aset secara lebih luas.
Apakah Tabungan Valas Bisa Menghasilkan Keuntungan?
Bisa, tetapi jangan menyamakannya dengan investasi.
Potensi keuntungan dari tabungan valas dapat berasal dari perubahan nilai tukar. Misalnya, ketika kamu membeli USD saat kurs tertentu dan kemudian nilai USD menguat terhadap rupiah, nilai dana tersebut jika dikonversikan kembali ke rupiah bisa menjadi lebih tinggi.
Namun, kondisi sebaliknya juga bisa terjadi.
Selain itu, rekening valas umumnya bukan instrumen yang dirancang untuk memberikan return tinggi. Karena itu, kalau tujuan utamanya adalah pertumbuhan kekayaan dalam jangka panjang, penting untuk mempertimbangkan instrumen investasi lain.
Tabungan Valas vs Investasi Valas, Apa Bedanya?
Keduanya sering dianggap sama, padahal sebenarnya berbeda.
Tabungan valas lebih berfokus pada penyimpanan dan kebutuhan transaksi dalam mata uang asing. Risikonya relatif lebih sederhana, tetapi potensi pertumbuhannya juga terbatas.
Sementara itu, investasi bertujuan mengembangkan nilai aset dan biasanya memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda tergantung instrumennya.
Jadi, jangan memilih hanya berdasarkan mana yang terlihat lebih menguntungkan. Sesuaikan dengan tujuan.
Kalau dana akan digunakan dalam waktu dekat untuk kebutuhan dalam mata uang asing, tabungan valas bisa lebih relevan.
Sebaliknya, kalau dana memang dialokasikan untuk tujuan jangka menengah atau panjang, diversifikasi ke berbagai instrumen investasi bisa menjadi pertimbangan.
Kesimpulan
Tabungan valas bisa menjadi pilihan bagi kamu yang membutuhkan mata uang asing untuk transaksi internasional, ingin menyimpan sebagian dana dalam mata uang asing, atau ingin melakukan diversifikasi dari sisi mata uang.
Ada banyak pilihan rekening valas di Indonesia, mulai dari ASDD Earn Nanovest, BCA Dollar, Mandiri Tabungan Valas, XTRA Savers Valas CIMB Niaga, BritAma Valas, BNI Dollar, Rekening Valas DBS, Tanda iB Multicurrency OCBC, hingga Mega Valas.
Namun, produk terbaik bukan selalu yang menawarkan mata uang paling banyak atau bunga paling tinggi. Pilihan yang tepat adalah yang paling sesuai dengan tujuan, kebutuhan transaksi, biaya, akses, dan strategi keuanganmu.
Jika ingin membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi, tabungan valas juga bisa menjadi salah satu bagian dari strategi keuangan yang lebih luas bersama berbagai instrumen investasi lainnya.
FAQ Seputar Tabungan Valas
Apakah tabungan valas aman?
Tabungan valas pada bank merupakan produk perbankan yang memiliki ketentuan dan perlindungan sesuai regulasi yang berlaku. Namun, nasabah tetap perlu memahami risiko perubahan nilai tukar serta ketentuan produk masing-masing bank.
Mata uang apa yang paling umum digunakan?
USD merupakan salah satu mata uang yang paling umum tersedia di rekening valas. Namun, banyak bank juga menyediakan SGD, EUR, AUD, JPY, GBP, hingga mata uang lainnya.
Apakah tabungan valas cocok untuk investasi?
Tabungan valas lebih tepat dipandang sebagai instrumen penyimpanan dana dalam mata uang asing, bukan instrumen investasi dengan tujuan utama mengejar return tinggi.
Apakah nilai tabungan valas bisa turun?
Jika dihitung dalam rupiah, nilainya bisa naik atau turun mengikuti perubahan kurs. Karena itu, memiliki rekening valas tetap memiliki risiko nilai tukar.
Berapa uang yang dibutuhkan untuk membuka tabungan valas?
Setiap bank memiliki ketentuan berbeda. Setoran awal dapat mulai dari nominal tertentu dalam mata uang asing, sementara beberapa produk juga menetapkan saldo minimum.
Disclaimer: Artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli produk keuangan tertentu. Ketentuan, biaya, fitur, dan suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu cek informasi terbaru dari masing-masing penyedia produk sebelum mengambil keputusan finansial.







