Free float saham adalah jumlah atau persentase saham perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metrik ini penting karena tidak semua saham yang diterbitkan perusahaan otomatis masuk kategori free float.
Yuk, simak selengkapnya!
Apa Itu Free Float Saham?
Free float saham adalah jumlah saham perusahaan yang dimiliki publik dan memenuhi kriteria untuk dapat diperdagangkan secara bebas di bursa.
Misalnya, sebuah perusahaan memiliki 10 miliar saham tercatat. Namun, sebagian besar saham tersebut dimiliki pemegang saham pengendali atau pihak tertentu yang tidak masuk dalam kategori saham free float.
Artinya, 10 miliar saham tercatat tidak berarti seluruhnya merupakan saham yang tersedia untuk publik.
Free float biasanya dinyatakan dalam dua bentuk:
- Jumlah saham free float, misalnya 2 miliar saham.
- Persentase free float, misalnya 20% dari total saham tercatat.
Persentase inilah yang sering digunakan untuk melihat seberapa besar porsi saham perusahaan yang tersedia di pasar.
Contoh Free Float
Perusahaan ABC memiliki 10 miliar saham tercatat.
Dari jumlah tersebut:
- 7 miliar saham dimiliki pemegang saham pengendali dan pihak terkait.
- 3 miliar saham memenuhi kriteria sebagai saham free float.
Maka:
Free float = 3 miliar ÷ 10 miliar × 100% = 30%
Jadi, perusahaan ABC memiliki free float sebesar 30%.
Apa Bedanya Free Float dengan Saham Beredar?
Keduanya memang terdengar mirip, tetapi sebenarnya berbeda.
Saham beredar (outstanding shares) adalah seluruh saham perusahaan yang sudah diterbitkan dan masih dimiliki oleh pemegang saham.
Sementara itu, free float hanya menghitung bagian saham yang memenuhi ketentuan untuk dianggap tersedia bagi publik dan dapat diperdagangkan di bursa.
Contohnya:
| Keterangan | Jumlah |
| Total saham tercatat | 10 miliar |
| Saham yang dimiliki publik dan masuk free float | 2 miliar |
| Free float | 20% |
Jadi, jangan langsung menganggap seluruh saham beredar sebagai saham free float.
Cara Menghitung Free Float Saham

Contoh
PT ABC memiliki:
- Total saham tercatat: 10 miliar saham
- Saham free float: 2 miliar saham
Maka:
2 miliar ÷ 10 miliar × 100% = 20%
Jadi, free float saham PT ABC adalah 20%.
Semakin besar persentasenya, semakin besar pula porsi saham perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik.
Saham Apa Saja yang Tidak Termasuk Free Float?
Tidak semua saham yang bukan milik masyarakat umum otomatis masuk kategori free float. BEI memiliki kriteria tertentu dalam menentukan saham yang dapat dikategorikan sebagai free float.
Beberapa kepemilikan yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Saham Pemegang Saham Pengendali
Saham yang dimiliki pemegang saham pengendali pada umumnya tidak dikategorikan sebagai saham free float karena tidak dianggap tersedia untuk diperdagangkan secara bebas di pasar.
2. Saham Pihak yang Memiliki Hubungan Afiliasi
Kepemilikan pihak tertentu yang memiliki hubungan dengan pemegang saham pengendali juga dapat dikecualikan dari perhitungan free float sesuai ketentuan BEI.
3. Saham Direksi dan Komisaris
Saham yang dimiliki oleh anggota direksi atau komisaris juga menjadi salah satu komponen yang diperhatikan dalam menentukan saham free float.
4. Saham Treasury
Saham hasil pembelian kembali atau treasury stock tidak dianggap sebagai saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik sehingga tidak termasuk dalam free float.
Karena itu, menghitung free float tidak cukup dengan mengurangi saham pengendali dari total saham perusahaan. Investor perlu melihat struktur kepemilikan dan kriteria yang berlaku.
Baca juga: Apa Itu Stock Split Saham Amerika? Pengertian dan Implikasinya bagi Investor
Aturan Free Float Saham Terbaru 2026
Salah satu perkembangan penting di pasar modal Indonesia pada 2026 adalah perubahan ketentuan mengenai free float.
Pada 31 Maret 2026, BEI menerbitkan perubahan Peraturan I-A yang antara lain menyesuaikan definisi saham free float dan meningkatkan batas minimum free float menjadi 15% dari jumlah saham tercatat. Pemenuhan ketentuan tersebut dilakukan secara bertahap.
Sebelumnya, batas minimum free float yang dikenal adalah 7,5%.
OJK menjelaskan bahwa peningkatan tersebut merupakan bagian dari reformasi transparansi dan integritas pasar modal Indonesia. Reformasi tersebut juga mencakup pengungkapan kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan klasifikasi investor, dan penerapan High Shareholding Concentration (HSC).
Kenapa Minimum Free Float Dinaikkan Menjadi 15%?
Kebijakan tersebut tidak berdiri sendiri. Pada awal 2026, OJK, BEI, dan KSEI mempercepat sejumlah agenda reformasi pasar modal setelah mendapatkan masukan dari investor dan global index provider, termasuk MSCI.
Salah satu agenda yang disampaikan adalah menaikkan minimum free float dari 7,5% menjadi 15% secara bertahap.
Menurut OJK, reformasi tersebut ditujukan untuk memperkuat transparansi, integritas, perlindungan investor, dan daya saing pasar modal Indonesia. MSCI juga telah mencatat dan mengakui berbagai langkah reformasi tersebut dalam asesmennya pada April 2026.
Apa Dampak Free Float terhadap Saham?

Free float dapat berhubungan dengan likuiditas, pembentukan harga, hingga perhitungan
1. Berhubungan dengan Likuiditas
Semakin banyak saham yang tersedia untuk publik, semakin besar potensi saham tersebut diperdagangkan oleh investor.
Sebaliknya, jika hanya sedikit saham yang tersedia untuk publik, aktivitas jual beli bisa menjadi lebih terbatas.
Namun, free float bukan satu-satunya faktor yang menentukan likuiditas. Volume transaksi dan minat investor juga tetap berpengaruh.
2. Bisa Memengaruhi Pergerakan Harga
Pada saham dengan jumlah free float yang relatif kecil, transaksi dalam jumlah tertentu bisa memberikan pengaruh yang lebih terasa terhadap harga.
Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat harga saham, tetapi juga memperhatikan jumlah saham yang tersedia untuk publik dan aktivitas perdagangannya.
3. Berpengaruh pada Indeks Saham
Free float juga penting dalam penghitungan sejumlah indeks saham.
Dalam indeks yang menggunakan pendekatan free-float adjusted market capitalization, bobot saham tidak hanya melihat ukuran perusahaan, tetapi juga memperhitungkan berapa banyak saham yang tersedia untuk publik.
OJK juga menjelaskan bahwa proses review indeks seperti MSCI mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk kapitalisasi pasar, free float, likuiditas, dan pergerakan harga saham.
4. Mendukung Transparansi Pasar
Informasi mengenai free float dan struktur kepemilikan membantu investor memahami siapa yang memegang saham perusahaan dan seberapa banyak saham yang tersedia untuk publik. Ini menjadi semakin penting setelah BEI dan OJK memperkuat aturan keterbukaan informasi pada 2026.
Apa Itu Free-Float Adjusted Market Capitalization?
Istilah ini mungkin terdengar rumit, tetapi konsepnya cukup sederhana.
Free-float adjusted market capitalization adalah nilai kapitalisasi pasar yang sudah memperhitungkan jumlah saham yang tersedia untuk publik.
Misal:
- Harga saham: Rp1.000
- Total saham: 10 miliar
- Free float: 20%
Maka jumlah saham yang menjadi dasar perhitungan free-float adjusted market cap adalah:
10 miliar × 20% = 2 miliar saham
Kemudian:
Rp1.000 × 2 miliar = Rp2 triliun
Jadi, free float bisa memengaruhi bobot sebuah saham dalam indeks yang menggunakan metode kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float.
Apa Hubungan Free Float dengan High Shareholding Concentration?
Pada 2026, investor juga mulai menemukan istilah High Shareholding Concentration (HSC) dalam informasi pasar modal.
HSC merupakan salah satu mekanisme transparansi yang diterapkan sebagai bagian dari reformasi pasar modal. OJK menjelaskan bahwa pengungkapan HSC berfungsi sebagai mekanisme peringatan dini bagi investor terkait konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi atau likuiditas yang terbatas. Implementasinya dilakukan melalui situs BEI sejak 2 April 2026.
Secara sederhana:
- Free float membantu menjawab: berapa banyak saham yang tersedia untuk publik?
- HSC membantu memberikan gambaran mengenai: seberapa terkonsentrasi kepemilikan saham tersebut?
Keduanya dapat menjadi informasi tambahan ketika investor menganalisis struktur kepemilikan suatu emiten.
Baca juga: Apa Itu Margin of Safety Saham Amerika? Cara Menentukan Harga Beli Ideal
Kenapa Investor Perlu Memahami Free Float?
Free float bukan sekadar angka yang tercantum dalam informasi emiten. Indikator ini dapat membantu investor memahami karakteristik sebuah saham.
Beberapa manfaatnya antara lain:
Memahami Ketersediaan Saham di Pasar
Investor dapat mengetahui seberapa besar porsi saham yang tersedia bagi publik dibandingkan dengan keseluruhan saham tercatat.
Membaca Potensi Likuiditas
Free float dapat digunakan sebagai salah satu informasi awal ketika membandingkan likuiditas beberapa saham.
Memahami Bobot Indeks
Investor yang mengikuti indeks saham perlu memahami bahwa kapitalisasi pasar dapat disesuaikan dengan faktor free float.
Menganalisis Struktur Kepemilikan
Free float juga membantu memberikan gambaran mengenai seberapa besar kepemilikan saham yang berada di luar pemegang saham pengendali dan pihak tertentu lainnya.
Cara Melihat Free Float Saham
Investor dapat mencari informasi mengenai free float melalui informasi yang tersedia dari BEI dan keterbukaan informasi emiten.
Secara umum, langkahnya adalah:
- Buka situs resmi BEI.
- Cari kode atau nama perusahaan.
- Periksa informasi perusahaan tercatat dan kepemilikan saham.
- Cari informasi mengenai saham free float.
- Perhatikan tanggal data yang digunakan.
- Bandingkan free float dengan total saham tercatat.

Tanggal data perlu diperhatikan karena persentase free float dapat berubah akibat aksi korporasi, perubahan kepemilikan, penerbitan saham baru, pembelian kembali saham, atau perubahan struktur kepemilikan.
Pada 2026, BEI dan KSEI juga mulai menyediakan informasi kepemilikan saham di atas 1% secara berkala sebagai bagian dari peningkatan transparansi pasar modal.
Apakah Free Float Tinggi Selalu Lebih Baik?
Tidak selalu.
Free float yang lebih tinggi dapat memberikan jumlah saham yang lebih besar untuk diperdagangkan publik. Namun, free float bukan ukuran langsung dari kualitas sebuah perusahaan.
Sebuah saham dengan free float tinggi tetap perlu dianalisis berdasarkan:
- pertumbuhan pendapatan;
- laba dan margin;
- arus kas;
- tingkat utang;
- valuasi;
- prospek industri;
- tata kelola perusahaan;
- volume dan nilai transaksi;
- serta kondisi pasar.
Begitu juga dengan saham yang memiliki free float rendah. Free float rendah tidak otomatis berarti saham tersebut buruk.
Karena itu, free float sebaiknya digunakan sebagai salah satu indikator tambahan, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.
Contoh Analisis Free Float Saham
Misalnya terdapat dua perusahaan dengan karakteristik berikut:
| Faktor | Perusahaan A | Perusahaan B |
| Total saham | 10 miliar | 10 miliar |
| Free float | 20% | 40% |
| Saham free float | 2 miliar | 4 miliar |
| Harga saham | Rp1.000 | Rp1.000 |
| Kapitalisasi pasar | Rp10 triliun | Rp10 triliun |
| Kapitalisasi pasar berbasis free float | Rp2 triliun | Rp4 triliun |
Kedua perusahaan memiliki jumlah saham dan harga saham yang sama sehingga kapitalisasi pasarnya juga sama.
Namun, perusahaan B memiliki free float lebih besar. Dalam pendekatan kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float, nilai yang diperhitungkan juga menjadi lebih besar.
Contoh ini menunjukkan mengapa kapitalisasi pasar dan free float perlu dilihat bersama ketika memahami karakteristik saham.
Free Float Saham dan Strategi Investasi
Free float dapat menjadi bagian dari proses screening saham, terutama ketika investor ingin mencari saham dengan karakteristik likuiditas tertentu.
Namun, screening sebaiknya tidak berhenti pada persentase free float.
Misalnya, investor dapat menggabungkan beberapa indikator:
Free float → volume transaksi → kapitalisasi pasar → fundamental → valuasi → prospek bisnis
Dengan pendekatan tersebut, free float berfungsi sebagai salah satu informasi untuk memahami saham, bukan sebagai sinyal beli atau jual secara otomatis.
Kesimpulan
Free float saham adalah jumlah atau persentase saham perusahaan yang memenuhi kriteria untuk tersedia dan diperdagangkan secara bebas oleh publik di bursa.
Memahami free float penting karena indikator ini berkaitan dengan struktur kepemilikan, potensi likuiditas, dan perhitungan kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan free float.
Perhatian terhadap free float juga semakin penting pada 2026 setelah BEI mengubah Peraturan I-A dan meningkatkan minimum free float menjadi 15% secara bertahap, dari sebelumnya 7,5%. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari reformasi pasar modal yang mencakup peningkatan transparansi kepemilikan dan kualitas data investor.
Meski demikian, free float bukan satu-satunya indikator untuk menilai saham. Investor tetap perlu mempertimbangkan fundamental perusahaan, valuasi, likuiditas, kondisi industri, serta risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
FAQ Free Float Saham
Apa itu free float saham?
Free float saham adalah jumlah atau persentase saham perusahaan
yang memenuhi kriteria untuk tersedia dan diperdagangkan secara
bebas oleh publik di bursa.
Berapa minimum free float saham di Indonesia?
Pada 2026, BEI menaikkan ketentuan minimum free float menjadi
15% secara bertahap, dari ketentuan sebelumnya sebesar 7,5%.
Pemenuhan ketentuan baru tersebut dilakukan melalui tahapan
yang ditetapkan BEI.
Bagaimana cara menghitung free float saham?
Rumus sederhananya adalah:
10 miliar saham tercatat, maka free float perusahaan adalah 20%.
Apa perbedaan free float dan saham beredar?
Saham beredar mengacu pada saham yang telah diterbitkan dan
dimiliki pemegang saham, sedangkan free float merupakan bagian
saham yang memenuhi kriteria untuk tersedia dan diperdagangkan
secara bebas oleh publik.
Apakah free float memengaruhi harga saham?
Free float dapat memengaruhi karakteristik likuiditas dan
sensitivitas harga terhadap transaksi karena menunjukkan jumlah
saham yang tersedia di pasar. Namun, harga saham juga dipengaruhi
banyak faktor lain seperti fundamental perusahaan, permintaan
dan penawaran, sentimen, serta kondisi pasar.
Di mana bisa melihat data free float saham?
Data terkait saham dan kepemilikan emiten dapat ditemukan melalui
situs BEI, keterbukaan informasi perusahaan, serta platform
perdagangan saham yang menyediakan data emiten. Pastikan
memperhatikan tanggal data karena struktur kepemilikan dapat berubah.
Apakah free float tinggi berarti saham bagus?
Tidak. Free float tinggi dapat menjadi salah satu informasi
mengenai ketersediaan saham untuk publik, tetapi tidak menunjukkan
bahwa fundamental atau prospek perusahaan pasti lebih baik.
Investor tetap perlu melakukan analisis secara menyeluruh.






