Apple (AAPL) menghadapi tekanan biaya komponen menjelang peluncuran generasi iPhone terbarunya. Harga memori yang terus meningkat membuat biaya produksi iPhone 18 Pro diperkirakan melonjak, sekaligus membuka peluang kenaikan harga jual kepada konsumen.
Menurut laporan terbaru TrendForce, biaya memori untuk iPhone 18 Pro berkapasitas 256GB pada kuartal III 2026 diproyeksikan hampir 400% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, angka tersebut perlu dibaca secara hati-hati. Kenaikan hampir 400% bukan berarti seluruh biaya produksi atau harga jual iPhone akan meningkat empat kali lipat. Persentase itu hanya merujuk pada pos biaya memori di dalam bill of materials atau BOM perangkat.
Apple dijadwalkan menggelar acara bertajuk “Surprise and Shine” pada 9 September 2026. Meski Apple belum mengonfirmasi produk yang akan diperkenalkan, pasar memperkirakan perusahaan akan mengumumkan iPhone 18 Pro dan Pro Max dalam acara tersebut. Jadwal acaranya telah diumumkan melalui laman resmi Apple Events.
Boom AI Mulai Berebut Memori dengan Smartphone
Lonjakan biaya memori tidak terjadi hanya karena permintaan iPhone. Salah satu penyebabnya justru berasal dari ekspansi besar-besaran infrastruktur AI.
Data center AI membutuhkan DRAM, NAND, dan terutama high-bandwidth memory (HBM) dalam jumlah besar. Produsen memori pun semakin mengalokasikan kapasitas produksinya ke komponen untuk server AI yang menawarkan margin lebih tinggi.
Dampaknya, pasokan memori konvensional untuk smartphone dan komputer menjadi lebih ketat. TrendForce mencatat pasar memori telah memasuki siklus kenaikan besar sejak paruh kedua 2025. Samsung Electronics dan SK Hynix juga semakin memprioritaskan pengembangan memori AI ketika penambahan kapasitas baru masih terbatas.
Kondisi tersebut menunjukkan efek lanjutan dari booming AI terhadap industri teknologi. Permintaan pusat data tidak hanya meningkatkan penjualan chip AI, tetapi juga menciptakan persaingan kapasitas produksi dengan perangkat elektronik konsumen.
Bagi Apple, persoalannya menjadi lebih rumit karena upaya mendapatkan harga lebih rendah dari komponen lain diperkirakan belum cukup untuk sepenuhnya mengimbangi kenaikan biaya memori.
Mengapa Harga DRAM dan NAND Melonjak?
Lonjakan harga memori berhubungan erat dengan ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan. Pusat data AI membutuhkan DRAM, NAND, dan khususnya high-bandwidth memory atau HBM dalam jumlah besar.
Permintaan tersebut mendorong produsen memori mengalokasikan lebih banyak kapasitas produksinya ke komponen untuk server AI yang menawarkan margin lebih tinggi. Akibatnya, pasokan memori konvensional untuk smartphone dan komputer menjadi lebih ketat.
TrendForce mencatat pasar memori telah memasuki siklus kenaikan besar sejak semester II 2025. Reuters sebelumnya juga melaporkan Samsung Electronics dan SK Hynix memprioritaskan pengembangan memori AI, sementara penambahan kapasitas produksi baru masih terbatas.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga bukan sekadar gangguan pasokan jangka pendek. Industri sedang mengalami perubahan struktural karena kapasitas yang sebelumnya melayani elektronik konsumen harus bersaing dengan kebutuhan pusat data AI.
Harga iPhone 18 Berpotensi Naik 10-20%
TrendForce memperkirakan harga seri iPhone 18 dapat meningkat sekitar 10–20%. Apple kemungkinan hanya meneruskan sebagian kenaikan biaya kepada pembeli untuk membatasi risiko penurunan permintaan.
Sebagai perbandingan, iPhone 17 Pro 256GB diluncurkan di Amerika Serikat dengan harga mulai dari US$1.099, berdasarkan pengumuman resmi Apple.
Apabila persentase kenaikan 10-20% diterapkan langsung pada harga tersebut, kisaran indikatifnya menjadi:
Perhitungan ini hanya sebuah ilustrasi, bukan bocoran harga resmi. Apple dapat memilih kenaikan yang lebih kecil, mengubah konfigurasi penyimpanan, memberikan peningkatan spesifikasi, atau menggunakan struktur harga berbeda untuk setiap model.
Estimasi kenaikan sekitar US$100 yang beredar saat ini berada dekat batas bawah proyeksi TrendForce. Jika terealisasi, harga awal iPhone 18 Pro dapat berada di sekitar US$1.199.
Harga di Indonesia nantinya tidak selalu mengikuti konversi langsung dari dolar AS. Nilai tukar rupiah, pajak, biaya distribusi, konfigurasi penyimpanan, dan strategi harga regional dapat menghasilkan perbedaan yang cukup besar.
Services Bisa Jadi Bantalan Margin Apple
Apple memiliki beberapa pilihan untuk meredam dampak kenaikan harga memori.
Pertama, perusahaan dapat menaikkan harga perangkat. Langkah ini melindungi laba per unit, tetapi berpotensi memperpanjang siklus penggantian iPhone dan menurunkan volume penjualan.
Kedua, Apple dapat menyerap sebagian kenaikan biaya. Strategi ini membantu menjaga daya saing, tetapi akan menekan margin bisnis produk.
Ketiga, Apple dapat memperbesar kontribusi bisnis Services seperti App Store, iCloud, pembayaran, langganan konten, dan layanan berbasis Apple Intelligence.
Pilihan ketiga menjadi semakin penting karena perbedaan margin antara produk dan Services sangat besar. Berdasarkan perhitungan dari laporan keuangan kuartal III fiskal 2026 Apple, gross margin produk berada di sekitar 40,1%, sementara gross margin Services mencapai sekitar 75,6%.
Artinya, pertumbuhan pendapatan Services dapat membantu mengimbangi tekanan margin perangkat keras, meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan dampak kenaikan biaya memori.
Peluncuran iPhone 18 Jadi Ujian Berikutnya
Jawaban yang lebih jelas akan datang ketika Apple mengumumkan generasi iPhone berikutnya.
Pasar memperkirakan iPhone 18 Pro dan Pro Max akan menjadi bagian dari acara Apple pada 9 September 2026, meskipun spesifikasi dan harga perangkat belum dikonfirmasi secara resmi.
Investor akan mencermati harga awal, konfigurasi penyimpanan, perbedaan harga antar-model, serta indikasi mengenai seberapa besar tekanan biaya komponen terhadap margin perusahaan.
Perhatian juga akan tertuju pada kemampuan Apple memperbesar kontribusi Services ketika biaya hardware meningkat.
Bagi saham AAPL, persoalannya akhirnya bukan sekadar apakah iPhone 18 menjadi lebih mahal. Yang lebih penting adalah apakah Apple masih memiliki pricing power yang cukup kuat untuk mempertahankan permintaan sekaligus melindungi profitabilitasnya.
Pantau Apple Jelang Peluncuran iPhone 18
Pantau saham Apple dan perusahaan teknologi AS lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan iPhone 18, tren AI, earnings, dan sentimen Wall Street lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- TrendForce: Memory Costs Drive Up iPhone 18 Series BOM; AI and Pricing to Shape Upgrade Demand, Says TrendForce
- Reuters: Memory Costs Drive Up iPhone 18 Series BOM; AI and Pricing to Shape Upgrade Demand, Says TrendForce
- Apple Newsroom: Apple unveils iPhone 17 Pro and iPhone 17 Pro Max, the most powerful and advanced Pro models ever
- Apple Q3 Consolidated Financial Statements






