Presiden Amerika Serikat Donald Trump ingin menjadikan kesepakatan minyak terbaru dengan Venezuela sebagai salah satu jalan untuk mengisi kembali Strategic Petroleum Reserve (SPR) AS yang kini berada di level terendah dalam lebih dari empat dekade.
Rencana tersebut mendapat detail baru setelah Gedung Putih mengumumkan pemerintah sementara Venezuela memberikan konsesi selama 100 tahun kepada North American Blue Energy Partners (NABEP) untuk mengoperasikan 17 ladang minyak dengan sekitar 65 miliar barel cadangan terbukti.
Sebagai bagian dari kesepakatan, pemerintah AS disebut memiliki hak membeli 20% dari produksi ladang NABEP saat ini maupun di masa depan dengan biaya produksi. Pemerintah mengaitkan mekanisme tersebut dengan upaya mengisi kembali cadangan minyak strategis.
Di atas kertas, akses terhadap salah satu cadangan minyak terbesar dunia terdengar seperti jawaban bagi SPR AS. Namun, dari jenis minyak hingga waktu produksi, realisasinya tidak sesederhana memindahkan minyak Venezuela langsung ke fasilitas penyimpanan Amerika.
Konsesi 100 Tahun Buka Akses Baru ke Minyak Venezuela
Kesepakatan terbaru memberi NABEP hak konsesi selama satu abad atas 17 ladang minyak Venezuela.
Menurut Gedung Putih, ladang-ladang tersebut memiliki sekitar 65 miliar barel cadangan terbukti. Pemerintah AS juga mendapatkan eksposur ekonomi melalui kepemilikan saham yang diberikan NABEP kepada kantor modal strategis pemerintah serta hak pembelian sebagian hasil produksinya.
Hak tersebut mencakup 20% produksi minyak dari seluruh ladang yang dioperasikan NABEP, baik saat ini maupun di masa mendatang, dengan harga berdasarkan biaya produksi.
Skema ini membuka akses jangka panjang terhadap pasokan minyak Venezuela sekaligus memberi pemerintah AS potensi sumber minyak untuk SPR.
Namun, cadangan besar di dalam tanah tidak berarti produksi sebesar itu dapat tersedia dengan cepat.
Venezuela memang memiliki cadangan terbukti terbesar di dunia, tetapi produksinya selama bertahun-tahun masih jauh di bawah potensi tersebut. Mengembangkan ladang, memperbaiki infrastruktur, meningkatkan kapasitas produksi, dan membawa minyak ke pasar membutuhkan investasi serta waktu yang dapat berlangsung bertahun-tahun.
Rincian kontrak lengkap antara AS dan Venezuela juga belum dipublikasikan, sehingga aspek implementasi dan legalitas kesepakatan masih menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Minyak Venezuela Tak Bisa Langsung Masuk SPR
Tantangan yang lebih teknis datang dari jenis minyak yang diproduksi Venezuela.
Sebagian besar cadangan negara tersebut berupa minyak mentah ekstra berat dengan kandungan sulfur tinggi atau heavy sour crude. Karakteristiknya berbeda dengan minyak yang saat ini disimpan di SPR AS.
Departemen Energi AS sebelumnya menyimpulkan bahwa penyimpanan minyak mentah berat dapat menimbulkan biaya dan tantangan operasional yang lebih besar dibandingkan manfaatnya. Laporan kepada Kongres pada 2016 juga menyatakan bahwa SPR tidak menyimpan minyak mentah berat.
Saat ini, persediaan SPR terdiri dari minyak mentah sweet dan sour yang lebih ringan. Data terbaru menunjukkan sekitar 97,3 juta barel sweet crude dan 189,3 juta barel sour crude berada di dalam cadangan. Artinya, kesepakatan Venezuela belum tentu membuat minyak dari ladang tersebut langsung dialirkan ke fasilitas SPR.
Pemerintah dapat membutuhkan mekanisme lain, misalnya pengolahan, pertukaran dengan jenis minyak yang sesuai, atau penggunaan produksi Venezuela untuk membebaskan pasokan lain yang kemudian dapat masuk ke SPR. Karena itu, akses terhadap minyak Venezuela dan proses mengisi SPR secara fisik merupakan dua persoalan yang berbeda.
Cadangan Minyak Strategis Turun ke Level Terendah Sejak 1982
Urgensi pengisian kembali muncul karena cadangan minyak strategis AS terus menyusut. Pembaruan terbaru menunjukkan SPR turun sekitar 3 juta barel dalam sepekan menjadi 286,6 juta barel, dari sebelumnya 289,7 juta barel.
Jumlah tersebut merupakan level terendah sejak November 1982 dan hanya sekitar 40% dari kapasitas penyimpanan maksimum sekitar 714 juta barel.
Penurunan tidak hanya terjadi di bawah satu pemerintahan. Selama masa jabatan Joe Biden, SPR berkurang hampir 250 juta barel, terutama setelah pelepasan besar pada 2022 untuk merespons gangguan pasar energi pasca-invasi Rusia ke Ukraina.
Trump juga mengawasi penurunan SPR pada masa jabatan pertamanya dan kembali melakukan pelepasan besar setelah kembali menjabat. Sejak awal April 2026, cadangan tercatat turun rata-rata sekitar 6,3 juta barel per minggu setelah pemerintah menyiapkan pelepasan hingga 172 juta barel untuk menstabilkan pasar energi.
Dengan cadangan yang kini berada dekat sepertiga kapasitas total, rencana pengisian kembali menjadi semakin penting bagi keamanan energi AS.
Pasar Minyak Masih Lebih Fokus ke Iran
Meski Trump menyebut kesepakatan Venezuela dapat membantu menurunkan harga bensin, reaksi pasar belum menunjukkan keyakinan bahwa tambahan pasokan tersebut akan segera tersedia.
Harga minyak justru bergerak naik setelah pengumuman, karena perhatian trader masih lebih banyak tertuju pada perkembangan geopolitik di Iran.
Ketegangan AS-Iran kembali meningkat setelah kedua pihak kembali terlibat serangan, sementara risiko terhadap infrastruktur dan jalur pasokan minyak Timur Tengah tetap menjadi perhatian pasar.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa kesepakatan Venezuela lebih berpotensi menjadi solusi pasokan jangka panjang dibandingkan katalis langsung yang dapat dengan cepat menekan harga minyak.
Bagi pasar, tiga hal kini perlu diperhatikan: seberapa cepat produksi dari ladang NABEP dapat ditingkatkan, bagaimana minyak berat Venezuela nantinya digunakan dalam strategi SPR, serta apakah ketegangan geopolitik tetap menjaga harga energi pada level tinggi.
Trump kini memiliki akses baru terhadap cadangan minyak Venezuela yang sangat besar. Namun, mengubah minyak di dalam tanah menjadi cadangan strategis AS tetap membutuhkan waktu, investasi, dan solusi teknis yang tidak sederhana.
Pantau Pergerakan Pasar Global
Kesepakatan minyak, geopolitik, dan perubahan kebijakan energi dapat memengaruhi pasar dalam waktu cepat. Pantau peluang investasi melalui Nanovest dan ikuti perkembangan ekonomi global terbaru lewat News dan Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- Yahoo Finance: Trump promises his Venezuela oil deal will 'fill up' the Strategic Petroleum Reserve. It's not that simple.
- CNBC: Venezuela grants U.S.-backed oil firm NABEP 100-year concessions for 17 oil fields, White House says





