Persaingan robotaxi global mulai bergerak semakin jauh dari Amerika Serikat dan Tiongkok. Eropa kini menjadi salah satu medan ekspansi berikutnya.
Uber (UBER) dan perusahaan kendaraan otonom asal Tiongkok Pony.ai berencana mengerahkan lebih dari 2.000 robotaxi di Eropa melalui perluasan kemitraan yang telah berjalan sejak Mei 2025.
Rencana tersebut akan membawa layanan keduanya ke empat kota Eropa tambahan setelah Uber dan Pony.ai lebih dahulu meluncurkan layanan robotaxi komersial di Zagreb, Kroasia, pada akhir Maret. Kedua perusahaan juga berencana memperluas kerja sama ke Timur Tengah.
Ekspansi ini datang ketika Uber semakin agresif membangun posisinya dalam industri kendaraan otonom tanpa harus mengembangkan seluruh teknologi self-driving sendiri. Alih-alih hanya menjadi operator ride-hailing, perusahaan ingin menjadikan platform Uber sebagai pintu distribusi bagi berbagai pengembang robotaxi di dunia.
2.000 Robotaxi Disiapkan untuk Ekspansi Eropa
Rencana terbaru Uber dan Pony.ai akan memperluas layanan dari Zagreb menuju empat kota lain di Eropa. Identitas kota tersebut belum diumumkan, begitu pula jadwal pasti penyelesaian deployment lebih dari 2.000 kendaraan.
Skala armada menjadi bagian penting dari upaya komersialisasi robotaxi. Semakin banyak kendaraan yang beroperasi, semakin besar kemampuan operator mengumpulkan data penggunaan dunia nyata, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus menunjukkan performa dan keamanan teknologi kepada regulator.
Pony.ai membawa teknologi autonomous driving ke dalam kemitraan, sementara Uber menyediakan platform yang sudah memiliki basis pengguna dan jaringan operasional transportasi di berbagai negara.
Model tersebut memungkinkan perusahaan kendaraan otonom mendapatkan akses ke konsumen tanpa harus membangun platform ride-hailing dari awal. Bagi Uber, pendekatan yang sama membuat perusahaan dapat memperluas pilihan kendaraan otonom di aplikasinya tanpa bergantung pada satu pengembang teknologi.
Kerja sama keduanya juga akan diperluas ke Timur Tengah, meski detail mengenai jumlah kendaraan, negara tujuan, maupun waktu peluncurannya belum disampaikan.
Uber Bangun Jaringan Robotaxi dari Madrid hingga Tokyo
Kesepakatan dengan Pony.ai bukan satu-satunya langkah Uber dalam kendaraan otonom. Perusahaan tengah membangun jaringan kemitraan dengan sejumlah pemain robotaxi untuk memperluas jangkauan teknologi tersebut ke berbagai pasar.
Pada Juni, Uber dan perusahaan autonomous driving asal Tiongkok WeRide mengumumkan rencana memulai uji coba robotaxi di Madrid, Spanyol, pada akhir 2026. Keduanya juga telah bekerja sama di Abu Dhabi dan Dubai.
Ekspansi berlanjut ke Asia. Anak usaha Uber di Jepang telah menandatangani kesepakatan dengan operator taksi lokal untuk menangani operasional armada harian dalam uji coba robotaxi di Tokyo yang juga direncanakan berlangsung akhir tahun ini.
Langkah tersebut menggambarkan strategi Uber yang berbeda dari perusahaan seperti Waymo. Uber tidak hanya bertaruh pada satu sistem autonomous driving, tetapi membuka platformnya bagi beberapa penyedia teknologi.
CEO Uber Dara Khosrowshahi sebelumnya menargetkan perusahaan menjadi platform komersialisasi kendaraan otonom terkemuka di dunia. Salah satu bagian strateginya adalah membangun kumpulan data dalam skala besar yang dapat dibagikan dengan mitra untuk membantu mempercepat pengembangan kendaraan otonom.
Dengan jaringan ride-hailing yang telah tersedia, Uber berpotensi menjadi penghubung antara pengembang teknologi robotaxi dengan pengguna di berbagai pasar.
Persaingan Robotaxi Global Makin Padat
Ekspansi Uber dan Pony.ai berlangsung ketika persaingan kendaraan otonom semakin internasional.
Waymo milik Alphabet masih menjadi salah satu pemimpin industri dengan sekitar 5.000 kendaraan, terutama beroperasi di Amerika Serikat. Perusahaan juga tengah menguji layanan di London dan telah membentuk entitas di beberapa pasar utama Uni Eropa. Tokyo juga masuk dalam rencana ekspansi internasionalnya.
Pemain Tiongkok tidak tinggal diam. Selain Pony.ai, Baidu Apollo Go dan WeRide meningkatkan pengujian dan rencana komersialisasi robotaxi di Eropa. Uber bahkan menjadi bagian dari strategi ekspansi beberapa perusahaan tersebut.
Kondisi itu membuat Eropa semakin penting dalam persaingan robotaxi. Tantangannya bukan hanya membuktikan bahwa kendaraan dapat bergerak tanpa pengemudi, tetapi juga mencapai skala armada yang cukup besar, memenuhi regulasi keselamatan di masing-masing negara, dan membangun model bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan.
Bagi Uber, perkembangan ini sekaligus memperluas narasi pertumbuhannya di luar bisnis ride-hailing konvensional. Jika semakin banyak operator kendaraan otonom menggunakan Uber sebagai kanal komersialisasi, perusahaan berpeluang mempertahankan perannya sebagai penghubung antara penumpang dan kendaraan meskipun pengemudi manusia secara bertahap mulai berkurang pada sebagian perjalanan.
Rencana lebih dari 2.000 robotaxi bersama Pony.ai menjadi salah satu langkah terbesarnya menuju tujuan tersebut. Namun, kota tujuan, jadwal deployment, perkembangan regulasi, dan tingkat adopsi konsumen akan menjadi faktor berikutnya yang menentukan seberapa cepat ekspansi ini dapat berubah menjadi bisnis berskala besar.
Pantau Perkembangan Saham Teknologi Global
Robotaxi mulai memasuki fase ekspansi global dan persaingannya semakin ramai. Pantau saham Uber dan perusahaan teknologi Amerika lainnya melalui Nanovest, serta ikuti perkembangan AI, autonomous driving, dan Wall Street lewat News dan Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- CNBC: Uber partners with China’s Pony.ai for 2,000 robotaxis in Europe
- Reuters: China's Pony.ai, Uber to jointly deploy over 2,000 robotaxis in Europe






