• nanovest

Pengertian Fear and Greed Index dan Cara Menghitungnya

Fear and Greed Index adalah indeks yang awalnya dirancang oleh media CNNMoney untuk mengukur kinerja pasar saham. Indeks ini penting untuk memahami sentimen investor terhadap pasar.

Lantas, apa pengertian Fear and Greed Index dan bagaimana cara menghitungnya baik di pasar saham maupun cryptocurrency? Simak ulasannya berikut ini!

Pengertian Fear and Greed Index

Fear and Greed Index adalah indeks yang digunakan untuk mengukur sentimen investor terhadap pasar. Indeks ini menggambarkan apakah pasar sedang bullish (optimis) atau bearish (pesimis) berdasarkan tingkat rasa takut dan rasa serakah investor.

Terkadang, investor akan menjadi tidak rasional ketika kondisi pasar sedang ekstrim. Contohnya, investor akan ketakutan ketika pasar sedang lemah dan serakah ketika pasar sedang kuat. Nah, Fear and Greed Index memberikan informasi kondisi pasar dengan memahami kondisi emosional investor tersebut.

Mengutip kata Warren Buffett, “Takutlah ketika orang-orang serakah, dan serakah lah ketika orang-orang sedang ketakutan”. Artinya, ketika orang serakah dan banyak membeli saham, harga saham akan ikut naik dan lebih baik kamu diam dan tunggu saja. Sebaliknya, ketika orang-orang takut, maka kemungkinan harga saham akan turun dan itulah waktunya kamu membeli saham.

Bagaimana cara membaca Fear and Greed Index?

Fear and Greed Index milik CNNMoney melibatkan tujuh indikator, yaitu permintaan obligasi sampah, momentum pasar, volatilitas pasar, opsi jual dan beli, permintaan safe-haven, luasnya harga saham, dan kekuatan harga saham.

Setiap indikator tersebut memiliki nilai rata-rata awal. Nah, untuk menghitung Fear and Greed Index, CNN melihat sejauh mana setiap indikator menyimpang dari nilai rata-ratanya secara jangka panjang.

Setelah itu, masing-masing indikator akan diberikan skor dengan skala 0-100. Semakin tinggi skornya, maka semakin tinggi tingkat keserakahan investor saat itu.

Adopsi Fear and Greed Index pada cryptocurrency

Alternative.me mengadaptasi konsep Fear and Greed Index milik CNN untuk mengukur kondisi investor Bitcoin dan bisa diaplikasikan pada cryptocurrency lainnya. Konsep yang diterapkan pada dasarnya sama, tapi indikator yang digunakan berbeda. Ada enam indikator untuk mendapatkan Fear and Greed Index pada Bitcoin, yaitu volatilitas, volum pasar, media sosial, dominansi, tren, dan survei.

Indeks ini menunjukkan skala 0-100, dari rasa takut untuk skor paling rendah dan rasa serakah investor untuk skala paling tinggi. Indeks ini bisa digunakan untuk menandai batas atas dan batas bawah dari siklus pasar kripto.

Berikut adalah penjelasan enam indikator yang digunakan pada Fear and Greed Index cryptocurrency.

Volatility

Indikator ini membandingkan volatilitas Bitcoin saat ini dengan batas atas dan batas bawahnya selama 30 dan 90 hari terakhir. Ketika terjadi peningkatan tajam, maka hal itu mengindikasikan bahwa pasar sedang didominasi rasa takut (untuk membeli).

Volume pasar

Indikator ini menggabungkan volume pasar Bitcoin saat ini dengan rata-rata volume selama 30 dan 90 hari terakhir.

Media sosial

Indikator media sosial menggunakan analisis sentimen berdasarkan data likes, post, serta hashtag dari Twitter. Jika interaksi yang diukur meningkat tajam dalam jangka waktu singkat, pasar mungkin sedang dalam kondisi serakah (dalam membeli).

Dominansi

Indikator dominansi mengukur seberapa jauh kapitalisasi pasar Bitcoin berkontribusi terhadap total kapitalisasi pasar cryptocurrency secara keseluruhan. Semakin besar dominansi Bitcoin, maka semakin rendah spekulasi terhadap altcoin yang menggambarkan sentimen negatif di antara investor.

Tren

Indeks ini juga mengamati tren yang muncul di Google Search Trends mengenai kata kunci yang berkaitan dengan Bitcoin. Kata kunci yang muncul di Google Search Trends menandakan bahwa kata kunci tersebut sedang banyak dicari oleh pengguna internet.

Survei

Indikator ini didapatkan lewat survei mingguan menggunakan platform polling online untuk memahami persepsi masyarakat terhadap pasar kripto.

Kendati Fear and Greed Index pada Bitcoin berbeda dengan Fear and Greed Index yang asli (pada pasar saham), keduanya sama-sama mengukur emosi investor terhadap pasar. Investor bisa memanfaatkan indeks ini untuk mencari tahu kondisi pasar saat ini.

Pasar cryptocurrency memiliki volatilitas yang tinggi, sehingga tidak ada metode yang mengukurnya secara akurat. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu tidak hanya menggunakan indeks Fear and Greed saja, tapi juga menggunakan indeks lainnya supaya bisa mendapatkan gambaran pasar secara utuh.

#BahasaIndonesia

38 views0 comments

Recent Posts

See All