• nanovest

Jenis Cryptocurrency: Pengertian, Kelebihan, dan Kekurangannya

Updated: Dec 2, 2021

Cryptocurrency atau mata uang kripto adalah mata uang digital yang menggunakan teknologi kriptografi untuk sistem keamanannya. Cara kerja transaksi dengan mata uang ini berbeda dengan mata uang tradisional karena memanfaatkan teknologi blockchain.

Jadi, alih-alih menggunakan pihak ketiga seperti bank, transaksi mata uang kripto divalidasi oleh banyak pihak yang tergabung di dalam server sehingga prosesnya lebih transparan.

Lantas, apa saja jenis cryptocurrency yang tersedia di pasar kripto? Simak penjelasannya dalam artikel berikut!

Jenis cryptocurrency

Ada dua jenis cryptocurrency, yaitu native coin dan token. Keduanya memiliki konsep yang berbeda. Apa pengertian keduanya serta kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis tersebut?

Native Coin

Native coin adalah mata uang dasar dari cryptocurrency. Jenis uang kripto ini mirip seperti emas yang jumlahnya terbatas. Untuk mendapatkan native coin, seseorang harus melakukan mining atau menambang terlebih dahulu.

Mining adalah proses pemecahan soal matematika yang kompleks untuk menambah blok baru dalam sistem blockchain. Tujuannya adalah untuk memvalidasi transaksi yang terjadi menggunakan mata uang kripto dalam sistem blockchain. Sebagai biaya jasa, penambang yang berhasil memecahkan soal matematika tersebut akan mendapatkan reward berupa native coin.

Tidak mudah melakukan mining mata uang kripto karena kamu membutuhkan komputer yang sangat canggih untuk bersaing dengan banyak penambang lain. Oleh sebab itu, proses ini disebut “mining” karena kamu seakan-akan menambang emas secara digital.

Beberapa contoh native coin adalah Bitcoin pada blockchain bitcoin dan Ether pada blockchain ethereum. Banyak orang yang memilih menggunakan native coin karena merasa lebih aman dibandingkan token. Bagaimanapun juga, token adalah alat tukar paling dasar dalam sistem transaksi kripto.

Sayangnya, terdapat kekurangan pada jenis cryptocurrency yang satu ini, yaitu nilainya yang tidak stabil dan bisa berubah-ubah setiap waktu. Faktor yang menentukan naik turunnya nilai native coin adalah permintaan dan penawaran pasar. Oleh sebab itu, muncul ide untuk menciptakan jenis cryptocurrency lain, yaitu token.

Token

Token adalah jenis cryptocurrency yang merupakan hasil “modifikasi” native coin. Jenis uang kripto ini mirip dengan uang atau surat berharga dalam mata uang tradisional. Jadi, token dapat mewakili nilai dari native coin dan dapat menjadi alat tukar.

Berbeda dengan native coin yang hanya bisa digunakan sebagai alat tukar, token juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung skema keuangan yang lebih kompleks. Misalnya, skema kredit, skema konversi mata uang lain, atau skema pembayaran proyek.

Setiap aturan yang mengatur skema transaksi token akan dicatat dalam aplikasi yang disebut smart contract. Aturan tersebut dapat dirancang oleh pengembang. Namun, setiap aturan yang sudah dicatat dalam aplikasi smart contract tidak bisa lagi diubah karena tercatat di setiap pihak yang ada di dalam jaringan blockchain.

Blockchain yang mendukung keberadaan token di dalam sistemnya adalah ethereum. Jadi, meskipun ethereum memiliki ether sebagai mata uang dasar, pengembang juga bisa membangun skema mata uang berbasis token di dalam blockchain ethereum.

Salah satu contoh token adalah Stablecoin. Mata uang ini mampu mewakili aset mata uang tradisional, seperti rupiah, dolar, dan emas. Berbeda dengan Bitcoin yang nilainya tak menentu, Stablecoin menjamin nilainya stabil dan bisa dikonversikan ke aset yang diwakilinya.

Kelebihan dari jenis cryptocurrency yang satu ini adalah fungsinya yang lebih beragam daripada native coin. Sayangnya, kecepatan transaksi lebih lambat karena menggunakan server yang terdistribusi.

Contoh cryptocurrency yang populer

Berikut adalah beberapa contoh cryptocurrency yang paling populer.

Bitcoin (BTC)

Bitcoin adalah mata uang kripto pertama yang diciptakan menggunakan teknologi blockchain. Wajar saja, mata uang kripto ini menjadi salah satu yang paling populer. Akibat permintaan pasar yang tinggi, nilai mata uang bitcoin melonjak naik.

Dalam pasar Bitcoin, tidak ada yang mengontrol harga karena sifatnya yang terdesentralisasi. Sehingga, harga Bitcoin bisa melonjak naik atau turun secara drastis sesuai dengan permintaan dan penawaran pasar.

Ether (ETH)

Ether adalah mata uang kripto kedua terpopuler setelah bitcoin. Tidak hanya bisa digunakan sebagai alat tukar, Ether juga memungkinkan pengembang untuk menyusun aplikasi smart contract. Aplikasi ini bisa digunakan untuk tujuan keuangan lain selain transaksi pembayaran, tetapi juga utang piutang dan skema keuangan lainnya.

Litecoin (LTC)

Bitcoin adalah mata uang kripto yang diciptakan untuk penyempurna bitcoin. Jika bitcoin memerlukan waktu 10 menit untuk menciptakan blok baru, Litecoin hanya membutuhkan 2,5 menit saja. Soal matematika atau algoritma yang harus dipecahkan pun tidak sekompleks Bitcoin, sehingga untuk menambang Litecoin kamu tidak perlu komputer dengan spek tinggi.

Binance Coin (BNB)

Binance Coin adalah mata uang yang berada di jaringan blockchain ethereum. Mata uang ini diciptakan oleh Binance Exchange, salah satu platform exchange kripto. Meskipun diterbitkan sebagai alat tukar, BNB dapat dipakai untuk berbagai jenis transaksi lain menggunakan smart contract.

Dogecoin (DOGE)

Dogecoin awalnya adalah sebuah bahan bercandaan di internet untuk memparodikan Bitcoin. Namun, komunitas online pada akhirnya melakukan ajang amal dengan mengumpulkan mata uang kripto ini. Meskipun nilainya fluktuatif, Dogecoin yang bisa diproduksi tidak terbatas, berbeda dengan mata uang kripto lainnya. Hal ini bisa dibilang menjadi salah satu kelebihan DOGE.

Ripple (XRP)

Ripple adalah mata uang yang terkoneksi dengan jaringan perbankan dunia. Oleh sebab itu, kamu bisa menukarkan XRP dengan berbagai jenis mata uang tradisional, misalnya Rupiah atau Dolar.

Tips memilih jenis cryptocurrency yang tepat

Selain digunakan sebagai alat tukar, banyak juga yang menggunakan uang kripto untuk berinvestasi. Nah, sebelum memulai investasi di mata uang kripto, perhatikan beberapa hal berikut:

1. Mata uang yang sedang diperbincangkan di komunitas

Kamu bisa melakukan riset melalui komunitas di internet (misalnya lewat Twitter, Reddit, atau Facebook) dan review para Youtuber yang membahas kripto. Biasanya, komunitas-komunitas tersebut rutin membahas mata uang terbaru yang sedang populer dan berpotensi akan naik nilainya, serta sentimen pasar yang juga dapat memengaruhi harga crypto tersebut.

2. Asal usul mata uang kripto

Jika sudah menemukan mata uang tertentu, pastikan kamu mengecek asal usulnya, mulai dari sejarahnya, siapa yang membuat, tim pengembang dan rekam jejaknya, serta tujuan dibuatnya mata uang tersebut. Cara ini biasa disebut sebagai analisis fundamental.

3. Teknologi yang digunakan untuk mendukung mata uang

Pahami juga lebih dalam tentang teknologi yang digunakan mata uang tersebut. Pasalnya, teknologi akan sangat menentukan keberhasilan sebuah mata uang kripto. Pilihlah aplikasi crypto terbaik dengan fitur yang lengkap. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah transaksi apa saja yang bisa difasilitasi, sistem keamanan, hingga kecepatan transaksi.

4. Riwayat harga mata uang

Sama seperti berinvestasi saham atau emas, kamu juga perlu memeriksa riwayat harga mata uang kripto. Meskipun beberapa mata uang kripto berfluktuasi, kamu akan menemukan pola harga dengan membaca riwayat mata uang.

Itulah ulasan mengenai jenis cryptocurrency, contoh-contohnya, serta tips memilih mata uang kripto untuk investasi. Semoga bermanfaat!

#BahasaIndonesia

68 views0 comments

Recent Posts

See All