Demo Trading Kripto
by Nanovest · simulasi pasar aset kripto secara real-time
Rp 0
Chart Candlestick
Tiap candlestick isinya 4 informasi buat satu periode waktu: harga pembukaan (open), penutupan (close), tertinggi (high), dan terendah (low). Bagian kotak disebut "body", garis tipis di atas-bawahnya disebut "sumbu" atau "wick".
Candle hijau artinya harga penutupan lebih tinggi dari pembukaan (naik di periode itu). Candle merah artinya harga penutupan lebih rendah dari pembukaan (turun di periode itu). Body yang panjang menandakan pergerakan kuat ke satu arah, sedangkan wick yang panjang menandakan harga sempat menyentuh level tertentu tapi "ditolak" dan balik lagi.
Buat baca tren dari rangkaian candle: kalau candle hijau lebih dominan dan posisinya makin naik, itu tanda uptrend. Kalau candle merah lebih dominan dan makin turun, itu tanda downtrend. Ini juga dasar dari indikator di tab Analisa seperti moving average dan golden/death cross.
Ringkasan Analisa Teknikal
Moving Averages
Oscillators
RSI (Relative Strength Index)
Support & Resistance
Moving Average
Sentimen Pasar (Fear & Greed)
Gampangnya: lihat grafik, baca pola harganya. Analisa teknikal cuma modal grafik dan beberapa indikator (RSI, moving average, support/resistance) untuk nebak arah harga selanjutnya. Asumsinya, pola harga yang pernah terjadi cenderung berulang lagi.
Gampangnya: lihat "isi" koinnya, bukan cuma grafiknya. Analisa fundamental menilai apakah sebuah aset layak dipegang jangka panjang, dari sisi teknologi, kegunaan nyata, tim di baliknya, jumlah suplai koin, sampai regulasi yang berlaku.
1. Kenalan sama grafik dulu. Coba buka tab Chart, lihat pola naik-turunnya tanpa mikirin indikator apa pun.
2. Baru pelajari 1-2 indikator sederhana. RSI dan Moving Average di tab Analisa udah cukup buat awal, gak perlu semua indikator sekaligus.
3. Cek juga fundamentalnya. Sebelum beli, cari tahu koin itu buat apa, siapa timnya, dan gimana regulasinya di Indonesia.
4. Latihan dulu pakai saldo demo ini. Coba-coba beli/jual di sini sampai kerasa nyaman, baru pikirin pakai uang asli.
Portofolio itu ringkasan semua yang kamu punya di simulasi ini: saldo kas yang belum dibelanjakan, plus nilai aset kripto yang udah dibeli. Total dari keduanya adalah kekayaan virtual kamu saat ini, dan selisihnya dari modal awal (Rp 100 juta) itu yang jadi Total P&L (untung/rugi).
Saldo kas ini uang virtual buat latihan, otomatis berkurang tiap kali kamu Beli koin (dari tab Pasar atau tab Chart) dan otomatis bertambah lagi tiap kali kamu Jual. Kalau saldonya udah kepake habis atau mau coba beli dalam jumlah lebih besar, tinggal klik tombol + Top Up Saldo di bar ungu paling atas, pilih nominal siap pakai atau masukin sendiri. Ada juga tombol Reset Demo buat balikin semuanya (saldo, aset, riwayat) ke kondisi awal Rp 100 juta kalau mau mulai dari nol lagi.
Setiap kali beli/jual/top up berhasil, tiga angka di bar ungu paling atas (Saldo Kas, Nilai Aset, Total P&L) langsung update dan sempat berkedip, jadi kamu gak perlu pindah ke tab ini buat lihat hasilnya. Tab Portofolio ini isinya rincian lengkap: koin apa aja yang dipegang, dan riwayat setiap transaksi yang udah dilakuin.
Kepemilikan Aset
Riwayat Transaksi
Udah kebayang cara mainnya lewat demo ini? Yuk lanjut ke aplikasi asli, diawasi OJK & Bappebti.
Ini adalah simulasi demo dengan data virtual untuk tujuan edukasi, bukan data pasar real-time dan bukan merupakan saran atau rekomendasi investasi.
Harga saat ini Rp 0
Tambah saldo kas virtual buat lanjut latihan trading. Ini bukan uang asli.