• nanovest

White Paper Crypto: Pengertian, Fungsi dan Contohnya

Saat ini, banyak perusahaan crypto dan Initial Coin Offerings (ICO) mengeluarkan white paper. Berbeda dengan brosur, white paper crypto biasanya sering dimanfaatkan untuk membantu investor membuat keputusan terkait dengan investasi crypto yang akan dilakukan.



Bukan cuma itu, white paper crypto juga kerap digunakan untuk membandingkan antara satu proyek crypto dengan yang lainnya. Lantas, apa yang dimaksud dengan white paper crypto dan apa saja contohnya?


Pengertian White Paper Crypto

White paper crypto merupakan dokumen yang menjelaskan latar belakang dari sebuah proyek cryptocurrency. Dokumen ini umumnya dilengkapi dengan diagram, data statistik, dan informasi tambahan yang berguna untuk meyakinkan para investor yang memiliki ketertarikan berinvestasi pada aset crypto.


Isi dari white paper crypto adalah sebagai berikut:

  • Pendahuluan

  • Transaksi

  • Timestamp Server

  • POW (Proof-of-Work)

  • Jaringan

  • Insentif

  • Pengelolaan Disk Space

  • Verifikasi Pembayaran

  • Nilai Aset Crypto

  • Privasi Pengguna

  • Perhitungan

  • Kesimpulan

Fungsi White Paper Crypto

Terdapat beberapa fungsi yang ditawarkan white paper crypto, di antaranya:

  • Menentukan nilai dari koin atau token yang dikenalkan ke publik oleh perusahaan. Perusahaan akan menjelaskan secara rinci terkait rencana ke depan lengkap dengan timeline.

  • Membantu investor membuat keputusan terkait investasi crypto yang akan dilakukan dengan melihat potensi dan kapabilitas dari perusahaan pemilik white paper.

  • Membangun kepercayaan terhadap proyek yang dikerjakan sehingga dapat menarik lebih banyak investor.

Contoh White Paper Crypto

Ada beberapa contoh white paper crypto yang wajib diketahui, seperti::


1. White Paper Bitcoin

Bisa dikatakan ini adalah white paper pertama yang diterbitkan dalam dunia cryptocurrency karena penerbitannya sendiri di tahun 2008 oleh Satoshi Nakamoto. White Paper Bitcoin ini berisikan tentang privasi pengguna, jaringan, mekanisme transaksi, spesifikasi teknis, dan ide terkait sistem uang elektronik P2P (peer-to-peer).


2. White Paper Ethereum

Lima tahun kemudian, tepatnya tahun 2013, pendiri Ethereum, Vitalik Buterin juga merilis White Paper Ethereum sebelum peluncuran proyeknya di tahun 2015. White Paper Ethereum ini menjabarkan tentang mining, blockchain, coding, transaksi, konsep Ethereum, dan lainnya.


3. White Paper Cardano

Selain itu, ada juga White Paper Cardano yang dirilis tahun 2017 oleh Charles Hoskinson, salah satu mantan pendiri Ethereum. White Paper Cardano ini menjelaskan tentang rencana pengembangan Cardano, regulasi, kemampuan sistem informasi, teknologi, konsep, dan lain sebagainya.


4. White Paper NanoByte

Yang terbaru, tentu saja White Paper NanoByte yang diterbitkan pada bulan Februari 2022. White Paper NanoByte dirancang untuk memberikan informasi terkait NanoByte (NBT), latar belakang proyek, strategi proyek, token, dan lain-lain.


NanoByte sendiri merupakan aset kripto yang menyediakan token hybrid dengan mengkombinasikan keuangan terpusat (Centralized Finance) dan keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance). NanoByte dibuat untuk menjembatani aset kripto dengan produk financial services tradisional maupun konvensional.


NanoByte memanfaatkan standar BEP-20 dengan total suplai token yang beredar adalah 10 miliar token dan tokennya bisa dibeli di aplikasi Nanovest dengan mengunduhnya lewat Play Store dan App Store.


Demikian ulasan singkat terkait white paper crypto dan contohnya. Nah buat kamu yang tertarik investasi di aset crypto, jangan lupa cek terlebih dahulu white paper-nya, ya.

51 views0 comments