• nanovest

Ethereum Merge: Era Baru Koin Kripto yang Ramah Lingkungan

Pertengahan September lalu, dunia cryptocurrency atau mata uang kripto ramai oleh terobosan terbaru dari Ethereum—blockchain terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin.



Alasannya, tepat dini hari tanggal 15, blockchain ini merilis versi kedua database mereka: Ethereum Merge. Kalau kamu penasaran soal dobrakan ini, yuk simak informasi lengkapnya dalam artikel ini!


Apa itu Ethereum Merge?

Sejak awal kemunculannya, blockchain Ethereum beroperasi dengan model proof-of-work, yang melibatkan nodes—komputer-komputer dalam sebuah jaringan besar—untuk mendukung proses penambangan (mining) koin-koin baru. Oleh Ethereum, model database ini diberi nama Mainnet.


Lima tahun kemudian, Ethereum meluncurkan model proof-of-stake yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan untuk mengimbangi model Mainnet; yang lama-kelamaan tidak efisien energi. Model database ini diberi nama Beacon Chain oleh Ethereum.


Mengutip laman resmi Ethereum, Beacon Chain awalnya tidak bisa memproses semua transaksi yang ada di dalam Mainnet, melainkan sekadar melakukan persetujuan pada validator aktif dan saldo akun mereka. Setelah pengujian ekstensif selama hampir 2 tahun, Beacon Chain akhirnya bisa dijadikan model dasar penambangan blockchain Ethereum.


Artinya, model proof-of-stake Beacon Chain menggantikan model proof-of-work Mainnet. Nah, proses penggabungan kedua model inilah yang dinamakan The Merge atau Ethereum Merge.


Dampak The Merge terhadap ekosistem cryptocurrency

Setelah memahami arti dari Ethereum Merge, kamu mungkin bertanya-tanya apa, sih, dampak terobosan ini buat ekosistem cryptocurrency? Apakah peningkatan sistem ini akan memengaruhi langsung ke investor aset kripto? Inilah jawabannya:


1. Mempercepat koneksi dan menurunkan biaya transaksi

Melansir CNBC Make It, terobosan ini mungkin saja membuat konektivitas penambangan Ether—koin milik blockchain Ethereum—menjadi lebih cepat sekaligus lebih murah.


Meski manfaat ini mungkin belum bisa dirasakan dalam waktu dekat, Ethereum Merge layak dinilai sebagai gagasan yang amat baik. Soalnya, jika ingin dianalogikan, The Merge ini hampir sama seperti peralihan dari koneksi internet dial-up ke serat optik beberapa tahun lalu.


2. Meningkatkan harga koin Ether

Dampak positif lain dari penggabungan dua model database Ethereum adalah peningkatan nilai koin Ether di kemudian hari. Masih menurut CNBC Make It, hal ini memungkinkan karena kecepatan, biaya, serta ekosistem penambangan Ether sudah jauh lebih baik setelah Ethereum Merge diimplementasikan.


Alhasil, jumlah investor blockchain Ethereum akan meningkat dan pasokan Ether akan turun. Simpulan atas pergerakan ketersediaan komoditas dan keinginan pasar ini berasal dari teknik analisa dan prediksi harga crypto.


3. Menghemat energi

Sebagai informasi, emisi karbon atas penambangan blockchain Ether itu setara dengan emisi karbon negara Singapura. Tak cuma itu, total konsumsi energi untuk penambangan koin Ether juga sebanding dengan negara Belanda. Nggak heran, kan, kenapa Ethereum akhirnya mengubah model pengoperasiannya?


Nah, seperti yang sudah disebutkan di atas, model Beacon Chain yang dipakai oleh blockchain Ethereum sekarang bisa menurunkan jejak karbon Ethereum sampai 99%. Jadi, dampak lain dari penggabungan ini tentu saja penghematan energi blockchain Ethereum dalam jangka panjangnya. Poin ini juga bertujuan untuk menarik minat investor-investor yang peduli tentang lingkungan.


Nah, itulah dia ulasan lengkap tentang Ethereum Merge serta dampaknya buat ekosistem cryptocurrency. Selain ketiga manfaat di atas, penggabungan dua model database Ethereum ini juga berpotensi untuk meningkatkan keamanan transaksi kamu dalam blockchain Ethereum.


Nah, kalau kamu tertarik untuk mengoleksi koin Ether, kamu bisa pakai Nanovest, lho! Cukup bermodalkan aplikasi Nanovest yang bisa di-download di Play Store atau App Store, kemudian register akun dan top up saldo kamu. Selanjutnya, kamu tinggal melakukan transaksi pembelian ETH atau koin Ether melalui aplikasi Nanovest. Mudah, kan? Yuk, tunggu apa lagi?

11 views0 comments