{"id":4521,"date":"2023-09-18T12:01:54","date_gmt":"2023-09-18T05:01:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/?p=4521"},"modified":"2024-07-11T01:37:56","modified_gmt":"2024-07-10T18:37:56","slug":"dividend-irrelevance-theory","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/","title":{"rendered":"Dividend Irrelevance Theory"},"content":{"rendered":"<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_86 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi <\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#Apa_itu_Teori_Ketidakrelevanan_Dividen\" >Apa itu Teori Ketidakrelevanan Dividen?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#Memahami_Teori_Ketidakrelevanan_Dividen\" >Memahami Teori Ketidakrelevanan Dividen<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#Dividen_dan_Harga_Saham\" >Dividen dan Harga Saham<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#Dividen_dan_Kesehatan_Keuangan_Perusahaan\" >Dividen dan Kesehatan Keuangan Perusahaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#Teori_Ketidakrelevanan_Dividen_dan_Strategi_Portofolio\" >Teori Ketidakrelevanan Dividen dan Strategi Portofolio<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#Mengapa_Perusahaan_Membayar_Dividen\" >Mengapa Perusahaan Membayar Dividen?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#Bagaimana_Dividen_Dibayarkan\" >Bagaimana Dividen Dibayarkan?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#Siapa_yang_Berhak_Atas_Dividen_Saham\" >Siapa yang Berhak Atas Dividen Saham?<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Teori_Ketidakrelevanan_Dividen\"><\/span>Apa itu Teori Ketidakrelevanan Dividen?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teori relevansi dividen berpendapat bahwa dividen tidak berpengaruh pada harga saham perusahaan. Dividen biasanya merupakan pembayaran tunai yang dilakukan dari keuntungan perusahaan kepada pemegang sahamnya sebagai hadiah untuk berinvestasi di perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teori ketidakrelevanan dividen selanjutnya menyatakan bahwa dividen dapat merusak kemampuan perusahaan untuk bersaing dalam jangka panjang karena uang akan lebih baik diinvestasikan kembali di perusahaan untuk menghasilkan pendapatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun ada perusahaan yang cenderung memilih untuk membayar dividen alih-alih meningkatkan pendapatan mereka, ada banyak kritik terhadap teori ketidakrelevanan dividen yang percaya bahwa dividen membantu harga saham perusahaan naik.<\/span><\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Memahami_Teori_Ketidakrelevanan_Dividen\"><\/span>Memahami Teori Ketidakrelevanan Dividen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teori ketidakrelevanan dividen menunjukkan bahwa pembayaran dividen perusahaan seharusnya tidak banyak berdampak pada harga saham. Jika teori ini berlaku, itu berarti dividen tidak menambah nilai pada harga saham perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Premis dari teori ini adalah bahwa kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dan mengembangkan bisnisnya, bukan pembayaran dividen, yang menentukan nilai pasar perusahaan dan mendorong harga saham.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka yang percaya pada teori ketidakrelevanan dividen berpendapat bahwa dividen tidak menawarkan manfaat tambahan apapun bagi investor dan, dalam beberapa kasus, berpendapat bahwa pembayaran dividen dapat merusak kesehatan keuangan perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teori ketidakrelevanan dividen dikembangkan oleh ekonom Merton Miller dan Franco Modigliani pada tahun 1961. Duo ini juga bertanggung jawab atas teorema Modigliani-Miller. Keduanya dianugerahi Hadiah Nobel di bidang Ekonomi.<\/span><\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dividen_dan_Harga_Saham\"><\/span>Dividen dan Harga Saham<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teori relevansi dividen berpendapat bahwa pasar bekerja secara efisien sehingga setiap pembayaran dividen akan menyebabkan penurunan harga saham sebesar jumlah dividen. Dengan kata lain, jika harga saham adalah $10, dan beberapa hari kemudian, perusahaan membayar dividen sebesar $1, saham tersebut akan turun menjadi $9 per saham.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibatnya, menahan saham untuk dividen tidak menghasilkan keuntungan karena harga saham disesuaikan lebih rendah untuk jumlah pembayaran yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, saham yang membayar dividen, seperti banyak perusahaan mapan yang disebut saham blue-chip, sering menaikkan harga sejumlah dividen saat mendekati tanggal penutupan buku. Meskipun saham dapat menurun setelah dividen dibayarkan, banyak investor yang mencari dividen memegang saham ini untuk mendapatkan dividen konsisten yang mereka tawarkan, yang menciptakan tingkat permintaan yang mendasarinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Juga, harga saham suatu perusahaan didorong oleh lebih dari kebijakan dividen perusahaan. Analis melakukan latihan penilaian untuk menentukan nilai intrinsik saham. Ini sering memasukkan faktor-faktor, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembayaran dividen<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kinerja keuangan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengukuran kualitatif, meliputi kualitas manajemen, faktor ekonomi, dan pemahaman posisi perusahaan dalam industri<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dividen_dan_Kesehatan_Keuangan_Perusahaan\"><\/span>Dividen dan Kesehatan Keuangan Perusahaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teori ketidakrelevanan dividen menunjukkan bahwa perusahaan dapat merusak kesejahteraan finansial mereka dengan mengeluarkan dividen, yang bukan merupakan kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><b>Mengambil Utang<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dividen dapat merugikan perusahaan jika perusahaan mengambil hutang, dalam bentuk menerbitkan obligasi kepada investor atau meminjam dari fasilitas kredit bank, untuk melakukan pembayaran dividen tunai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katakanlah sebuah perusahaan telah melakukan akuisisi di masa lalu yang menghasilkan banyak hutang di neraca. Biaya pembayaran utang atau pembayaran bunga dapat merugikan. Juga, hutang yang berlebihan dapat mencegah perusahaan mengakses lebih banyak kredit ketika mereka sangat membutuhkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika perusahaan memiliki sikap garis keras untuk selalu membayar dividen, pendukung teori ketidakrelevanan dividen akan berpendapat bahwa perusahaan merugikan dirinya sendiri. Selama beberapa tahun, semua pembayaran dividen itu bisa digunakan untuk membayar utang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hutang yang lebih sedikit dapat menyebabkan persyaratan kredit yang lebih menguntungkan pada sisa hutang, memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya pembayaran hutangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, pembayaran hutang dan dividen dapat mencegah perusahaan melakukan akuisisi yang dapat membantu meningkatkan pendapatan dalam jangka panjang. Tentu saja, sulit untuk menentukan apakah pembayaran dividen harus disalahkan atas kinerja buruk perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah mengelola utangnya, eksekusi manajemen yang buruk, dan faktor luar, seperti pertumbuhan ekonomi yang lambat, semuanya dapat menambah kesulitan perusahaan. Namun, perusahaan yang tidak membayar dividen memiliki lebih banyak uang tunai untuk melakukan akuisisi, berinvestasi dalam aset, dan membayar utang.<\/span><\/p>\n<p><b>Pengeluaran CAPEX<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sebuah perusahaan tidak berinvestasi dalam bisnisnya melalui belanja modal (CAPEX), mungkin ada penurunan valuasi perusahaan karena pendapatan dan daya saing terkikis dari waktu ke waktu. Pengeluaran modal adalah investasi besar yang dilakukan perusahaan untuk kesehatan keuangan jangka panjang mereka dan dapat mencakup pembelian gedung, teknologi, peralatan, dan akuisisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Investor yang membeli saham yang membayar dividen perlu mengevaluasi apakah tim manajemen secara efektif menyeimbangkan pembayaran dividen dan berinvestasi di masa depan.<\/span><\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Teori_Ketidakrelevanan_Dividen_dan_Strategi_Portofolio\"><\/span><b>Teori Ketidakrelevanan Dividen dan Strategi Portofolio<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari teori ketidakrelevanan dividen, banyak investor fokus pada dividen saat mengelola portofolio mereka. Misalnya, strategi pendapatan saat ini berupaya mengidentifikasi investasi yang membayar distribusi di atas rata-rata (yaitu, dividen dan pembayaran bunga). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun relatif menghindari risiko secara keseluruhan, strategi pendapatan saat ini dapat dimasukkan dalam berbagai keputusan alokasi lintas gradien risiko.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi yang berfokus pada pendapatan biasanya sesuai untuk pensiunan atau investor yang menghindari risiko. Investor yang mencari pendapatan ini membeli saham di perusahaan mapan yang memiliki rekam jejak pembayaran dividen secara konsisten dan risiko rendah kehilangan pembayaran dividen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan blue-chip umumnya membayar dividen tetap. Ini adalah perusahaan multinasional yang telah beroperasi selama beberapa tahun, termasuk Coca-Cola, PepsiCo, dan Walgreens Boots Alliance. Perusahaan-perusahaan ini adalah pemimpin dominan di industrinya masing-masing dan telah membangun merek bereputasi tinggi, bertahan dari berbagai penurunan ekonomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, dividen dapat membantu strategi portofolio yang berpusat pada pelestarian modal. Jika portofolio menderita kerugian akibat penurunan pasar saham, keuntungan dari dividen dapat membantu mengimbangi kerugian tersebut, mempertahankan tabungan yang diperoleh dengan susah payah dari investor.<\/span><\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Perusahaan_Membayar_Dividen\"><\/span>Mengapa Perusahaan Membayar Dividen?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan membayar dividen sebagai cara untuk berbagi keuntungan dengan pemegang saham. Tidak semua perusahaan membayar dividen.<\/span><\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Dividen_Dibayarkan\"><\/span>Bagaimana Dividen Dibayarkan?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada umumnya, dividen dibayarkan secara tunai. Pembayaran dividen juga dapat diinvestasikan kembali dalam saham yang mendistribusikannya untuk membeli lebih banyak saham.<\/span><\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Siapa_yang_Berhak_Atas_Dividen_Saham\"><\/span>Siapa yang Berhak Atas Dividen Saham?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemegang saham yang membeli atau sudah memiliki saham perusahaan sebelum tanggal ex-dividend akan menerima dividen pada tanggal pembayaran. Dewan direksi perusahaan menentukan tanggal-tanggal ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teori relevansi dividen berpendapat bahwa pembayaran dividen tidak memengaruhi harga saham perusahaan. Teori ini dikembangkan oleh ekonom Merton Miller dan Franco Modigliani, keduanya peraih Nobel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teori ini bukannya tanpa kritik. Misalnya, beberapa berpendapat bahwa kemampuan perusahaan untuk membayar dividen reguler menandakan kekuatan finansial dan keberlanjutan bagi investor, yang dapat berdampak positif pada harga saham.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Download aplikasi\u00a0<a href=\"https:\/\/news.nanovest.io\/\">Nanovest<\/a>\u00a0sekarang dan mulai berinvestasi hanya dengan Rp5.000! Dapatkan akses ke lebih dari 2000 pilihan aset saham AS dan kripto. Dengan Nanovest, kamu juga bisa berinvestasi emas dan menikmati banyak fitur menarik lainnya.<\/p>\n<p>Jangan lewatkan kesempatan untuk mengembangkan portofolio dengan mudah dan aman. Download sekarang di\u00a0<a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/nanovest-buy-bitcoin-crypto\/id1580892310\">AppStore<\/a>\u00a0atau\u00a0<a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.nanovest.prod&amp;hl=id\">PlayStore<\/a>\u00a0dan mulailah perjalanan investasi Anda bersama Nanovest!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu Teori Ketidakrelevanan Dividen? Teori relevansi dividen berpendapat bahwa dividen tidak berpengaruh pada harga saham perusahaan. Dividen biasanya merupakan pembayaran tunai yang dilakukan dari keuntungan perusahaan kepada pemegang sahamnya sebagai hadiah untuk berinvestasi di perusahaan. Teori ketidakrelevanan dividen selanjutnya menyatakan bahwa dividen dapat merusak kemampuan perusahaan untuk bersaing dalam jangka panjang karena uang akan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4534,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[47],"tags":[5,51],"class_list":["post-4521","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kamus","tag-indonesia","tag-kamus-investasi"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO Pro 5.0.0.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"Cari tahu apa itu Dividend Irrelevance Theory, fungsi, contoh, cara kerja dan berbagai hal lainnya yang saling berkaitan hanya di Kamus Investasi Nanovest\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Nona dari Nanovest\"\/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO Pro (AIOSEO) 5.0.0.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Nanovest - Artikel dan Berita Kripto, Saham AS, dan Emas\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Dividend Irrelevance Theory: Definisi, Fungsi, dan Cara Kerja | Kamus Nanovest\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Cari tahu apa itu Dividend Irrelevance Theory, fungsi, contoh, cara kerja dan berbagai hal lainnya yang saling berkaitan hanya di Kamus Investasi Nanovest\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kamus-Investasi-Nanovest-Istilah-Dividend-Irrelevance-Theory.webp\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kamus-Investasi-Nanovest-Istilah-Dividend-Irrelevance-Theory.webp\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-18T05:01:54+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-10T18:37:56+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nanovest\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nanovest_io\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Dividend Irrelevance Theory: Definisi, Fungsi, dan Cara Kerja | Kamus Nanovest\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Cari tahu apa itu Dividend Irrelevance Theory, fungsi, contoh, cara kerja dan berbagai hal lainnya yang saling berkaitan hanya di Kamus Investasi Nanovest\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nanovest_io\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kamus-Investasi-Nanovest-Istilah-Dividend-Irrelevance-Theory.webp\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/kamus\\\/dividend-irrelevance-theory-4521\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/category\\\/kamus\\\/#listItem\",\"name\":\"Kamus\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/category\\\/kamus\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kamus\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/category\\\/kamus\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/kamus\\\/dividend-irrelevance-theory-4521\\\/#listItem\",\"name\":\"Dividend Irrelevance Theory\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/kamus\\\/dividend-irrelevance-theory-4521\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Dividend Irrelevance Theory\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/category\\\/kamus\\\/#listItem\",\"name\":\"Kamus\"}}]},{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/kamus\\\/dividend-irrelevance-theory-4521\\\/#newsarticle\",\"name\":\"Dividend Irrelevance Theory: Definisi, Fungsi, dan Cara Kerja | Kamus Nanovest\",\"headline\":\"Dividend Irrelevance Theory\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/author\\\/admin\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Kamus-Investasi-Nanovest-Istilah-Dividend-Irrelevance-Theory.webp\",\"width\":1200,\"height\":630},\"datePublished\":\"2023-09-18T12:01:54+07:00\",\"dateModified\":\"2024-07-11T01:37:56+07:00\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/kamus\\\/dividend-irrelevance-theory-4521\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/kamus\\\/dividend-irrelevance-theory-4521\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Kamus, Indonesia, kamus investasi\",\"dateline\":\"Published on September 18, 2023.\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Nanovest\",\"description\":\"Artikel dan Berita Kripto, Saham AS, dan Emas\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/site-logo-color.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/kamus\\\/dividend-irrelevance-theory-4521\\\/#organizationLogo\",\"width\":250,\"height\":250,\"caption\":\"site-logo-color\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/kamus\\\/dividend-irrelevance-theory-4521\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nanovest\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/nanovest_io\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/nanovest.io\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UC5Y5fD2FApTWMc0c2mlxzIg\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/nano-vest\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/author\\\/admin\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/author\\\/admin\\\/\",\"name\":\"Nona dari Nanovest\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/kamus\\\/dividend-irrelevance-theory-4521\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/cropped-logo-nanovest-rectangle-96x96.png\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Nona dari Nanovest\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/kamus\\\/dividend-irrelevance-theory-4521\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/kamus\\\/dividend-irrelevance-theory-4521\\\/\",\"name\":\"Dividend Irrelevance Theory: Definisi, Fungsi, dan Cara Kerja | Kamus Nanovest\",\"description\":\"Cari tahu apa itu Dividend Irrelevance Theory, fungsi, contoh, cara kerja dan berbagai hal lainnya yang saling berkaitan hanya di Kamus Investasi Nanovest\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/kamus\\\/dividend-irrelevance-theory-4521\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/author\\\/admin\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/author\\\/admin\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/07\\\/Kamus-Investasi-Nanovest-Istilah-Dividend-Irrelevance-Theory.webp\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/kamus\\\/dividend-irrelevance-theory-4521\\\/#mainImage\",\"width\":1200,\"height\":630},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/kamus\\\/dividend-irrelevance-theory-4521\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2023-09-18T12:01:54+07:00\",\"dateModified\":\"2024-07-11T01:37:56+07:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/\",\"name\":\"Nanovest\",\"alternateName\":\"Blog Nanovest\",\"description\":\"Artikel dan Berita Kripto, Saham AS, dan Emas\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO Pro -->\r\n\t\t<title>Dividend Irrelevance Theory: Definisi, Fungsi, dan Cara Kerja | Kamus Nanovest<\/title>\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Dividend Irrelevance Theory: Definisi, Fungsi, dan Cara Kerja | Kamus Nanovest","description":"Cari tahu apa itu Dividend Irrelevance Theory, fungsi, contoh, cara kerja dan berbagai hal lainnya yang saling berkaitan hanya di Kamus Investasi Nanovest","canonical_url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.nanovest.io/blog","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/category\/kamus\/#listItem","name":"Kamus"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/category\/kamus\/#listItem","position":2,"name":"Kamus","item":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/category\/kamus\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#listItem","name":"Dividend Irrelevance Theory"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#listItem","position":3,"name":"Dividend Irrelevance Theory","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/category\/kamus\/#listItem","name":"Kamus"}}]},{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#newsarticle","name":"Dividend Irrelevance Theory: Definisi, Fungsi, dan Cara Kerja | Kamus Nanovest","headline":"Dividend Irrelevance Theory","author":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/author\/admin\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kamus-Investasi-Nanovest-Istilah-Dividend-Irrelevance-Theory.webp","width":1200,"height":630},"datePublished":"2023-09-18T12:01:54+07:00","dateModified":"2024-07-11T01:37:56+07:00","inLanguage":"id-ID","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#webpage"},"articleSection":"Kamus, Indonesia, kamus investasi","dateline":"Published on September 18, 2023."},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/#organization","name":"Nanovest","description":"Artikel dan Berita Kripto, Saham AS, dan Emas","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/site-logo-color.png","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#organizationLogo","width":250,"height":250,"caption":"site-logo-color"},"image":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nanovest","https:\/\/twitter.com\/nanovest_io","https:\/\/www.instagram.com\/nanovest.io\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC5Y5fD2FApTWMc0c2mlxzIg","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/nano-vest\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/author\/admin\/#author","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/author\/admin\/","name":"Nona dari Nanovest","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#authorImage","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/cropped-logo-nanovest-rectangle-96x96.png","width":96,"height":96,"caption":"Nona dari Nanovest"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#webpage","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/","name":"Dividend Irrelevance Theory: Definisi, Fungsi, dan Cara Kerja | Kamus Nanovest","description":"Cari tahu apa itu Dividend Irrelevance Theory, fungsi, contoh, cara kerja dan berbagai hal lainnya yang saling berkaitan hanya di Kamus Investasi Nanovest","inLanguage":"id-ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/author\/admin\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/author\/admin\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kamus-Investasi-Nanovest-Istilah-Dividend-Irrelevance-Theory.webp","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#mainImage","width":1200,"height":630},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/#mainImage"},"datePublished":"2023-09-18T12:01:54+07:00","dateModified":"2024-07-11T01:37:56+07:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/#website","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/","name":"Nanovest","alternateName":"Blog Nanovest","description":"Artikel dan Berita Kripto, Saham AS, dan Emas","inLanguage":"id-ID","publisher":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/#organization"}}]},"og:locale":"id_ID","og:site_name":"Blog Nanovest - Artikel dan Berita Kripto, Saham AS, dan Emas","og:type":"article","og:title":"Dividend Irrelevance Theory: Definisi, Fungsi, dan Cara Kerja | Kamus Nanovest","og:description":"Cari tahu apa itu Dividend Irrelevance Theory, fungsi, contoh, cara kerja dan berbagai hal lainnya yang saling berkaitan hanya di Kamus Investasi Nanovest","og:url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/","og:image":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kamus-Investasi-Nanovest-Istilah-Dividend-Irrelevance-Theory.webp","og:image:secure_url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kamus-Investasi-Nanovest-Istilah-Dividend-Irrelevance-Theory.webp","og:image:width":1200,"og:image:height":630,"article:published_time":"2023-09-18T05:01:54+00:00","article:modified_time":"2024-07-10T18:37:56+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nanovest","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@nanovest_io","twitter:title":"Dividend Irrelevance Theory: Definisi, Fungsi, dan Cara Kerja | Kamus Nanovest","twitter:description":"Cari tahu apa itu Dividend Irrelevance Theory, fungsi, contoh, cara kerja dan berbagai hal lainnya yang saling berkaitan hanya di Kamus Investasi Nanovest","twitter:creator":"@nanovest_io","twitter:image":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Kamus-Investasi-Nanovest-Istilah-Dividend-Irrelevance-Theory.webp"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"4521","title":"Dividend Irrelevance Theory: Definisi, Fungsi, dan Cara Kerja | Kamus Nanovest","description":"Cari tahu apa itu Dividend Irrelevance Theory, fungsi, contoh, cara kerja dan berbagai hal lainnya yang saling berkaitan hanya di Kamus Investasi Nanovest","keywords":[],"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":[],"twitter_use_og":true,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"NewsArticle","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"seo_analyzer_scan_date":"2026-05-13 16:19:10","breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"reviewed_by":null,"open_ai":"{\"title\":{\"suggestions\":[],\"usage\":0},\"description\":{\"suggestions\":[],\"usage\":0}}","ai":null,"created":"2023-08-09 07:24:46","updated":"2026-05-13 16:19:10","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\" title=\"Home\">Home<\/a>\n<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/category\/kamus\/\" title=\"Kamus\">Kamus<\/a>\n<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\tDividend Irrelevance Theory\n<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/www.nanovest.io/blog"},{"label":"Kamus","link":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/category\/kamus\/"},{"label":"Dividend Irrelevance Theory","link":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/kamus\/dividend-irrelevance-theory-4521\/"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4521","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4521"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4521\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10270,"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4521\/revisions\/10270"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4534"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4521"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4521"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4521"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}