{"id":15973,"date":"2025-07-07T20:27:16","date_gmt":"2025-07-07T13:27:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/?p=15973"},"modified":"2025-07-07T20:27:16","modified_gmt":"2025-07-07T13:27:16","slug":"mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/","title":{"rendered":"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu?"},"content":{"rendered":"<p><b>Harga Bitcoin Tertahan di Bawah $112.000, Apa Penyebabnya?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak mencetak harga tertinggi tiga mingguan di angka $110.300 pada Rabu lalu, pergerakan harga Bitcoin (BTC) dalam grafik per jam menunjukkan tren penurunan dengan pola titik tertinggi dan terendah yang semakin rendah. Hingga akhir pekan, BTC belum mampu menembus level tertinggi sepanjang masa di $112.000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama dua hari terakhir, Bitcoin mengalami kenaikan sekitar 5% dan sempat menyentuh level tertinggi harian di $110.392 pada Kamis. Namun, tekanan beli masih belum cukup kuat untuk mendorong harga melewati ambang $112.000 karena kurangnya minat beli di pasar spot.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data dari indikator &#8220;spot volume delta&#8221; menunjukkan bahwa volume beli bersih di bursa masih negatif, meskipun harga berusaha menanjak. Ini menandakan kurangnya dorongan nyata dari investor, sehingga membuka peluang terjadinya koreksi atau konsolidasi jika lonjakan harga hanya ditopang oleh aktivitas di pasar derivatif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Swissblock Technologies menyatakan bahwa meskipun harga Bitcoin menunjukkan potensi breakout, hal itu tidak cukup berarti tanpa dukungan pembeli dari pasar spot. \u201cTanpa permintaan nyata, lonjakan harga hanya akan bertahan sebentar. Kita butuh pembeli agar harga bisa terus naik,\u201d ungkap mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, K33 Research mengingatkan bahwa secara historis, volume perdagangan spot cenderung menurun antara bulan Juni hingga Oktober, dan Juli menjadi salah satu bulan paling sepi\u2014hanya menyumbang sekitar 6,1% dari volume tahunan. Faktor musiman ini berpotensi menghambat laju kenaikan harga Bitcoin ke rekor baru dalam waktu dekat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski Juli 2025 berpotensi membawa sejumlah pemicu, seperti RUU anggaran Trump, keputusan tarif, hingga tenggat perintah eksekutif terkait kripto, kondisi pasar yang cenderung tenang membuat lonjakan signifikan tampak sulit terwujud dalam jangka pendek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, kenaikan harga BTC ke angka $110.000 telah memicu euforia di kalangan investor ritel. Menurut data dari Santiment, minat pasar telah berubah dari rasa takut (FUD) menjadi semangat berlebihan (FOMO). Namun, ketika sentimen pasar berada di zona &#8220;keserakahan&#8221; dengan nilai indeks 73, hal ini kerap menjadi sinyal bahwa pasar akan mengalami koreksi atau jeda sementara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara historis, ketika investor ritel terlalu optimis, pasar sering kali mengalami pembalikan arah atau melambat karena pelaku besar mengambil keuntungan. Jika sentimen keserakahan ini diiringi oleh volume perdagangan tinggi dan aktivitas spekulatif, harga bisa mengalami lonjakan semu yang diikuti koreksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, indikator RSI (Relative Strength Index) menunjukkan kondisi hampir jenuh beli di sebagian besar kerangka waktu analisis, menandakan bahwa harga Bitcoin mungkin akan segera mengalami koreksi jangka pendek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kondisi saat ini, meskipun Bitcoin berupaya menembus angka $110.000, euforia pasar berpotensi menyebabkan jeda atau konsolidasi sebelum tren naik berlanjut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak adanya pembeli baru dan keserakahan yang didorong oleh FOMO adalah faktor kunci yang dapat membuat harga Bitcoin berada di bawah $112.000 lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang.<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":15974,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[74,63,26],"class_list":["post-15973","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-berita","tag-berita","tag-bitcoin","tag-crypto"],"acf":[],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO Pro 5.0.0.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"Tidak adanya pembeli baru dan keserakahan yang didorong oleh FOMO adalah faktor kunci yang dapat membuat harga Bitcoin berada di bawah $112.000 lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang.\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Albert Agung\"\/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO Pro (AIOSEO) 5.0.0.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog Nanovest - Artikel dan Berita Kripto, Saham AS, dan Emas\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu? - Blog Nanovest\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Tidak adanya pembeli baru dan keserakahan yang didorong oleh FOMO adalah faktor kunci yang dapat membuat harga Bitcoin berada di bawah $112.000 lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang.\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ChatGPT-Image-Jul-7-2025-08_26_56-PM.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ChatGPT-Image-Jul-7-2025-08_26_56-PM.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-07T13:27:16+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-07T13:27:16+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/nanovest\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@nanovest_io\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu? - Blog Nanovest\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Tidak adanya pembeli baru dan keserakahan yang didorong oleh FOMO adalah faktor kunci yang dapat membuat harga Bitcoin berada di bawah $112.000 lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang.\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@nanovest_io\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ChatGPT-Image-Jul-7-2025-08_26_56-PM.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/berita\\\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/category\\\/berita\\\/#listItem\",\"name\":\"Berita\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/category\\\/berita\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Berita\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/category\\\/berita\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/berita\\\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\\\/#listItem\",\"name\":\"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu?\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/berita\\\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu?\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/category\\\/berita\\\/#listItem\",\"name\":\"Berita\"}}]},{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/berita\\\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\\\/#newsarticle\",\"name\":\"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu? - Blog Nanovest\",\"headline\":\"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu?\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/author\\\/albert-agung\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/ChatGPT-Image-Jul-7-2025-08_26_56-PM.png\",\"width\":1536,\"height\":1024},\"datePublished\":\"2025-07-07T20:27:16+07:00\",\"dateModified\":\"2025-07-07T20:27:16+07:00\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/berita\\\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/berita\\\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Berita, Berita, Bitcoin, Crypto\",\"dateline\":\"Published on Juli 7, 2025.\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Nanovest\",\"description\":\"Artikel dan Berita Kripto, Saham AS, dan Emas\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/03\\\/site-logo-color.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/berita\\\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\\\/#organizationLogo\",\"width\":250,\"height\":250,\"caption\":\"site-logo-color\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/berita\\\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/nanovest\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/nanovest_io\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/nanovest.io\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UC5Y5fD2FApTWMc0c2mlxzIg\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/nano-vest\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/author\\\/albert-agung\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/author\\\/albert-agung\\\/\",\"name\":\"Albert Agung\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/berita\\\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/08\\\/cropped-Albert-Agung-Albert-Agung-adalah-penulis-konten-yang-berfokus-pada-edukasi-seputar-Web3-Blockchain-dan-aset-crypto.-Agung-telah-menulis-artikel-mengenai-Crypto-NFT-dan-Metaverse-96x96.jpeg\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Albert Agung\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/berita\\\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/berita\\\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\\\/\",\"name\":\"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu? - Blog Nanovest\",\"description\":\"Tidak adanya pembeli baru dan keserakahan yang didorong oleh FOMO adalah faktor kunci yang dapat membuat harga Bitcoin berada di bawah $112.000 lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang.\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/berita\\\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/author\\\/albert-agung\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/author\\\/albert-agung\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/ChatGPT-Image-Jul-7-2025-08_26_56-PM.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/berita\\\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\\\/#mainImage\",\"width\":1536,\"height\":1024},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/berita\\\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-07-07T20:27:16+07:00\",\"dateModified\":\"2025-07-07T20:27:16+07:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/\",\"name\":\"Nanovest\",\"alternateName\":\"Blog Nanovest\",\"description\":\"Artikel dan Berita Kripto, Saham AS, dan Emas\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.nanovest.io/blog\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO Pro -->\r\n\t\t<title>Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu? - Blog Nanovest<\/title>\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu? - Blog Nanovest","description":"Tidak adanya pembeli baru dan keserakahan yang didorong oleh FOMO adalah faktor kunci yang dapat membuat harga Bitcoin berada di bawah $112.000 lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang.","canonical_url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.nanovest.io/blog","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/category\/berita\/#listItem","name":"Berita"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/category\/berita\/#listItem","position":2,"name":"Berita","item":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/category\/berita\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/#listItem","name":"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu?"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/#listItem","position":3,"name":"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu?","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/category\/berita\/#listItem","name":"Berita"}}]},{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/#newsarticle","name":"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu? - Blog Nanovest","headline":"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu?","author":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/author\/albert-agung\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ChatGPT-Image-Jul-7-2025-08_26_56-PM.png","width":1536,"height":1024},"datePublished":"2025-07-07T20:27:16+07:00","dateModified":"2025-07-07T20:27:16+07:00","inLanguage":"id-ID","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/#webpage"},"articleSection":"Berita, Berita, Bitcoin, Crypto","dateline":"Published on Juli 7, 2025."},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/#organization","name":"Nanovest","description":"Artikel dan Berita Kripto, Saham AS, dan Emas","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/site-logo-color.png","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/#organizationLogo","width":250,"height":250,"caption":"site-logo-color"},"image":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/nanovest","https:\/\/twitter.com\/nanovest_io","https:\/\/www.instagram.com\/nanovest.io\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UC5Y5fD2FApTWMc0c2mlxzIg","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/nano-vest\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/author\/albert-agung\/#author","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/author\/albert-agung\/","name":"Albert Agung","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/#authorImage","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/cropped-Albert-Agung-Albert-Agung-adalah-penulis-konten-yang-berfokus-pada-edukasi-seputar-Web3-Blockchain-dan-aset-crypto.-Agung-telah-menulis-artikel-mengenai-Crypto-NFT-dan-Metaverse-96x96.jpeg","width":96,"height":96,"caption":"Albert Agung"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/#webpage","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/","name":"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu? - Blog Nanovest","description":"Tidak adanya pembeli baru dan keserakahan yang didorong oleh FOMO adalah faktor kunci yang dapat membuat harga Bitcoin berada di bawah $112.000 lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang.","inLanguage":"id-ID","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/author\/albert-agung\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/author\/albert-agung\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ChatGPT-Image-Jul-7-2025-08_26_56-PM.png","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/#mainImage","width":1536,"height":1024},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/#mainImage"},"datePublished":"2025-07-07T20:27:16+07:00","dateModified":"2025-07-07T20:27:16+07:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/#website","url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/","name":"Nanovest","alternateName":"Blog Nanovest","description":"Artikel dan Berita Kripto, Saham AS, dan Emas","inLanguage":"id-ID","publisher":{"@id":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/#organization"}}]},"og:locale":"id_ID","og:site_name":"Blog Nanovest - Artikel dan Berita Kripto, Saham AS, dan Emas","og:type":"article","og:title":"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu? - Blog Nanovest","og:description":"Tidak adanya pembeli baru dan keserakahan yang didorong oleh FOMO adalah faktor kunci yang dapat membuat harga Bitcoin berada di bawah $112.000 lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang.","og:url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/","og:image":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ChatGPT-Image-Jul-7-2025-08_26_56-PM.png","og:image:secure_url":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ChatGPT-Image-Jul-7-2025-08_26_56-PM.png","og:image:width":1536,"og:image:height":1024,"article:published_time":"2025-07-07T13:27:16+00:00","article:modified_time":"2025-07-07T13:27:16+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/nanovest","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@nanovest_io","twitter:title":"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu? - Blog Nanovest","twitter:description":"Tidak adanya pembeli baru dan keserakahan yang didorong oleh FOMO adalah faktor kunci yang dapat membuat harga Bitcoin berada di bawah $112.000 lebih lama dari yang diperkirakan banyak orang.","twitter:creator":"@nanovest_io","twitter:image":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/ChatGPT-Image-Jul-7-2025-08_26_56-PM.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"15973","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":true,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"NewsArticle","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"seo_analyzer_scan_date":"2026-05-17 19:22:50","breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"reviewed_by":null,"open_ai":null,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":[],"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2025-07-07 13:27:17","updated":"2026-05-17 19:22:50","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\" title=\"Home\">Home<\/a>\n<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/category\/berita\/\" title=\"Berita\">Berita<\/a>\n<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\tMengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu?\n<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/www.nanovest.io/blog"},{"label":"Berita","link":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/category\/berita\/"},{"label":"Mengapa Harga Bitcoin Tidak Bisa Menembus Level Tertinggi Sepanjang Masa $112 Ribu?","link":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/berita\/mengapa-harga-bitcoin-tidak-bisa-menembus-level-tertinggi-sepanjang-masa-112-ribu-15973\/"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15973","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15973"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15973\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15975,"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15973\/revisions\/15975"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15974"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15973"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15973"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.nanovest.io/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15973"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}